Eks Bos Jiwasraya Hendrisman Rahim Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini Sidang lanjutan kasus jiwasraya (Ist)

MerahPutih.com - Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hendrisman Rahim bakal menjalani sidang tuntutan perkara dugaan korupsi di perusahaan plat merah itu. Sidang akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, Rabu (23/9).

Selain Hendrisman, dua bekas petinggi Jiwasraya juga akan menjalani sidang tuntutan hari ini. Keduanya yakni, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan.

Baca Juga

PN Jakpus Gelar Sidang Perdana Kasus TPPU Jaksa Pinangki

"Berdasarkan info dari Jaksa Penuntut Umum untuk Perkara Jiwasraya, bahwa rencana tuntutan untuk Terdakwa Hendrisman, cs akan dilaksanakan siang ini, Rabu, Tanggal 23 September 2020, jam 14.00 WIB," kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyo kepada wartawan, Rabu (23/9).

Sementara itu, Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto akan menjalani sidang tuntutan pada Kamis esok.

"Sedangkan tuntutan pidana untuk Terdakwa Beni Cokro, cs dilaksanakan Tgl 24 Sept 2020, hari Kamis," ujar Bambang.

Logo Jiwasraya (ANTARA)
Logo Jiwasraya (ANTARA)

Dalam kasus ini, eks Dirut PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim didakwa merugikan negara senilai Rp16,8 triliun. Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat dakwaan Hendrisman, terdakwa kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Perbuatan itu dilakukan bersama-sama dengan kelima terdakwa lainnya yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, Direktur PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

"Merugikan keuangan negara yaitu sebesar Rp16.807.283.375.000,00 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut," kata Jaksa saat membacakan surat dakwaan, Rabu (3/6).

Jaksa menyebutkan Hendrisman Rahim bersama dua petinggi PT Asuransi Jiwasraya melakukan kesepakatan bersama dengan Benny Tjokro untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.

Baca Juga

Catat! Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan Karyawan yang Positif COVID-19

Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli sejumlah saham perusahaan BJBR, PPRO dan SMBR tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku. Ketiganya, disebutkan, membeli saham melebihi 2,5 persen dari saham perusahaan yang beredar.

Keenam terdakwa dan pihak terafiliasi juga telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual-beli saham sejumlah perusahaan dengen tujuan inventarisasi harga. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH