Eks Bos Garuda Indonesia Emirsyah Satar Divonis 8 Tahun Penjara Eks Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar dalam mobil tahanan KPK di Jakarta, Rabu (7/8) (MP/Ponco Sulaaksono)

MerahPutih.Com - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Majelis hakim meyakini Emirsyah menerima suap sebesar Rp 46 miliar terkait pengadaan pesawat Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia. Emirsyah diyakini terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap dari Soetikno sebesar EUR 1,2 juta dan USD 180 ribu atau setara Rp 20 miliar serta tindak pidana pencucian uang.

Baca Juga:

KPK Telusuri Aset dan Rekening Eks Dirut Garuda Emirsyah Satar di Singapura

Terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Emirsyah disebut melakukan pencucian uang melalui tujuh cara. Mulai dari mentransfer uang hingga membayar hutang kredit.

Eks Bos Garuda Emirsyah Satar divonis 8 tahun penjara
Eks Bos Garuda Emirsyah Satar divonis 8 tahun penjara (Foto: antaranews)

"Menyatakan terdakwa Emirsyah Satar telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Rosmina saat membacakan amar putusan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (8/5).

Tak hanya pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa uang pengganti sebesar SGD 2.117.315,27. Uang pengganti itu selambat-lambatnya dibayarkan satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan hukuman. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa Emirsyah bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi.

"Terdakwa sebagai pemimpin seharusnya menjadi panutan bagi garuda indonesia namun terdakwa melakukan tindakan yang mencurangi perusahaan dimana banyak karyawan menggantungkan kehidupan kepada perusahaan tersebut," kata hakim.

Sementara hal yang meringankan, Emirsyah dinilai sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan menyesali perbuatannya.

Baca Juga:

KPK Tahan Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo

"Terdakwa telah membawa PT Garuda ke jenjang yang diakui dunia sebagai perusahaan penerbangan yang bergengsi," kata hakim.

Vonis itu lebih ringan dari tututan jaksa KPK. Emirsyah sebelumnya dituntut 12 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar subsidair delapan bulan kurungan. Tak hanya itu, Emirsyah dituntut hukuman pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar SGD 2.117.315.

Atas putusan itu, Emirsyah menyatakan pikir-pikir. Jaksa KPK juga menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Pegawai PT MRA Terkait Kasus Suap Emirsyah Satar

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Baru Diguyur Hujan Deras, Kawasan Plaza Senayan Sampai FX Sudirman Banjir
Indonesia
Baru Diguyur Hujan Deras, Kawasan Plaza Senayan Sampai FX Sudirman Banjir

Banjir juga melanda depan gedung Setiabudi One, Jalan Tol dalam Kota Kuningan Jakarta Selatan dan depan Balai Kartini.

Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud
Indonesia
Polisi tak Tahan 7 Orang Terkait Kasus Suap THR Kemendikbud

"Ketujuh orang itu sementara dipulangkan dengan status wajib lapor," ujar Yusri

Komisi III Dukung Polisi Tembak Mati Napi Asimilasi yang Kembali Berulah
Indonesia
Komisi III Dukung Polisi Tembak Mati Napi Asimilasi yang Kembali Berulah

Menurut politikus Nasdem ini, napi asimilasi yang kembali berulah jumlahnya relatif tidak besar.

Gerindra Nekat Ajukan Cawagub DKI Sendiri Karena PKS Terkesan Tak Serius
Indonesia
Gerindra Nekat Ajukan Cawagub DKI Sendiri Karena PKS Terkesan Tak Serius

Polemik posisi wagub DKI bukan semata-mata masalah jatah untuk PKS

Hasil Survei Median Sebut Prabowo Jadi Capres Terkuat di Pemilu 2024
Indonesia
Hasil Survei Median Sebut Prabowo Jadi Capres Terkuat di Pemilu 2024

Prabowo Subianto unggul dengan meraih 18,8 persen suara responden. Kemudian disusul Anies Baswedan yang mendapatkan 15,8 persen suara responden.

ICW Minta Dewas KPK Usut Penggunaan Helikopter Mewah Firli
Indonesia
ICW Minta Dewas KPK Usut Penggunaan Helikopter Mewah Firli

Sedari awal memang ICW sudah berpandangan bahwa Komjen Firli Bahuri tidak tepat menduduki jabatan sebagai Ketua KPK

 Ridwan Kamil Terima Dua Bocah yang Sumbang Tabungan untuk Tenaga Medis
Indonesia
Ridwan Kamil Terima Dua Bocah yang Sumbang Tabungan untuk Tenaga Medis

"(Hafidh dan Azrilia) masih kecil tapi punya kepedulian yang luar biasa, membantu dokter yang menangani pasien COVID-19," puji Kang Emil.

 Polisi Gali Keterangan Novel Baswedan Terkait Kronologi Penyerangan dan Pelakunya
Indonesia
Polisi Gali Keterangan Novel Baswedan Terkait Kronologi Penyerangan dan Pelakunya

Atas jawaban-jawaban Novel, penyidik akan melakukan analisis kemudian mengaitkannya dengan saksi lain dan barang bukti.

Pemprov DKI Minta Bantuan Pemerintah Pusat Cari Rute Baru Formula E
Indonesia
Pemprov DKI Minta Bantuan Pemerintah Pusat Cari Rute Baru Formula E

"Pengumuman lokasi sirkuit pengganti akan dilakukan setelah disetujui oleh FEO dan FIA selaku partner penyelenggaraan Formula E Jakarta," ungkap Dwi

Kendalikan Virus Korona, Tiongkok Alokasikan Hampir Rp2 Triliun
Indonesia
Kendalikan Virus Korona, Tiongkok Alokasikan Hampir Rp2 Triliun

Tiongkok kucurkan dana ke Pemerintah Provinsi Hubei dalam mengendalikan wabah virus korona yang melanda wilayah tersebut.