Eks Anak Buah Anies Baswedan Didakwa Rugikan Negara Rp 152 Miliar Mantan Direktur Utama Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (kiri) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

MerahPutih.com - Eks Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan didakwa melakukan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, yang mengakitbakan kerugian negara sebesar Rp 152,5 miliar.

"Merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu merugikan keuangan negara sebesar Rp 152.565.440.000," kata jaksa Takdir Suhan membacakan surat dakwaan untuk Yoory di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/10).

Kerugian negara itu merupakan temuan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pada 3 September 2021.

Baca Juga:

Sidang Perdana Bekas Anak Buah Anies Terkait Korupsi Lahan Munjul

Jaksa menjelaskan, anak buah bekas Gubernur DKI Anies Baswedan itu telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan melawan hukum.

Di antaranya melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 50 Tahun 2019 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Badan Usaha Milik Daerah.

Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (rompi jingga), di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/5/2021). ANTARA/HO-Humas KPK
Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (rompi jingga), di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/5/2021). ANTARA/HO-Humas KPK

Jaksa menyebut Yoory memperkaya diri sendiri atau orang lain dan suatu korporasi. Di antaranya memperkaya dua pengusaha Anja Runtuwene dan Rudy Hartono Iskandar selaku pemilik PT Adonara Propertindo.

Yoory didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:

Kasus Tanah Munjul, Eks Bos Sarana Jaya Segera Diadili

Selain itu, pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (Pon)

Baca Juga:

PSI Desak Anies Tagih Uang Sisa Pembelian Lahan Munjul

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Belasan Pemuda Diamankan Polisi di Depan Kedubes AS
Indonesia
Belasan Pemuda Diamankan Polisi di Depan Kedubes AS

Sebanyak 15 pemuda Papua diamankan Polisi karena melakukan kericuhan saat demonstrasi di depan Kedubes Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat.

Survei Calon Panglima TNI, Jenderal Andika Hanya Kalah dari Laksamana Yudo Dalam Hal ini
Indonesia
Survei Calon Panglima TNI, Jenderal Andika Hanya Kalah dari Laksamana Yudo Dalam Hal ini

survei yang dilakukan Setara Institute menunjukkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI terkuat

Cak Imin Usul Pemilu Ditunda untuk Tolong Ma'ruf Amin, Nasdem: Ngawur!
Indonesia
Cak Imin Usul Pemilu Ditunda untuk Tolong Ma'ruf Amin, Nasdem: Ngawur!

"Saya juga baca berita, itu sudah ngawur. Ya, masak nolong orang untuk di akhirat, tanggung jawab dia dengan Tuhan," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Selasa (19/4).

Antisipasi Lonjakan Penumpang Jarak Jauh, PT KAI Tambah Loket Tes Antigen
Indonesia
Antisipasi Lonjakan Penumpang Jarak Jauh, PT KAI Tambah Loket Tes Antigen

Masa berlaku hasil negatif Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Hal tersebut sesuai dengan SE Kementerian Perhubungan Nomor 97 Tahun 2021.

Gagalnya Timnas Indonesia U-23 Kemarin, Tak Lunturkan Harapan Menpora
Indonesia
Gagalnya Timnas Indonesia U-23 Kemarin, Tak Lunturkan Harapan Menpora

Kekalahan yang diperoleh Timnas Indonesia U-23 di laga perdana Grup A SEA Games 2021 tak lantas membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Zainudin Amali hilang harapan. Amali percaya anak asuh Shin Tae-yong masih berpeluang lolos dari fase grup.

MotoGP Mandalika Jadi Sarana Promosi Efektif Menambah Daya Tarik Indonesia
Indonesia
MotoGP Mandalika Jadi Sarana Promosi Efektif Menambah Daya Tarik Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika akan menjadi sarana promosi yang efektif sehingga akan menambah daya tarik atau country branding Indonesia di mata dunia.

Liga 1 Kembali Digelar 20 Agustus 2021
Indonesia
Liga 1 Kembali Digelar 20 Agustus 2021

PSSI harus menjalankan kompetisi

Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 Berprofesi Dokter
Indonesia
Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88 Berprofesi Dokter

Terduga teroris tersebut ternyata berprofesi sebagai dokter.

Bangun Citra Desa, Telkom University Ajari Warga Bermain Medsos
Indonesia
Bangun Citra Desa, Telkom University Ajari Warga Bermain Medsos

Warga desa sebagai komunikator yang berada di berbagai pelosok desa di Jawa Barat punya peran strategis membangun narasi positif melalui media sosial.

Ribuan Sapi Impor dari Australia Tiba di Indonesia
Indonesia
Ribuan Sapi Impor dari Australia Tiba di Indonesia

Ribuan sapi impor itu telah tiba di Indonesia hari ini melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara, Senin (11/4).