Ekraf Optimis Capai Rp1000 Triliun Ekonomi kreatif optimis capai Rp1000 triliun. (Foto: Ikhsan Digdo)

PRODUK Domestik Bruto (PDB) bidang ekonomi kreatif ditargetkan menjadi lebih Rp1000 triliun tahun 2018 ini. Untuk itu, berbagai kegiataan dihelat untuk mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi tanah air (ekraf).

Menilik pada tahun 2016, ekraf mengalami kenaikan dengan angka Rp922,58 triliun dari Rp852,56 triliun di tahun sebelumnya. Terkait hal ini ekraf diyakini akan terus berkembang ke depannya dengan target tahun ini yang optimis akan mencapai Rp. 1.000 triliun

Selama tiga tahun kehadiran Bekraf telah melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi target tersebut.

Tahun ini kegiatan yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekraf telah disusun dan dilaksanakan. Seperti Coding Mum, Bekraf Animation Conference (Beacon), Bekraf Creative Labs, Inovatif dan kreatif melalui kolaborasi Nusantara (Ikkon), Creative Training and Education (Creare), Bekraf Festival, dan Orbit.

"Gagasan kreatif tak akan pernah habis sehingga diharapkan dapat menggantikan sumber daya alam (SDA) menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Museum Macan, Jakarta, Senin (26/2).

triawan munaf
Triawan Munaf. 9Foto: Ikhsan Digdo)

Selain itu, kegiatan Bekraf Developer Day dan Bekraf for Pre-Startup juga kembali digelar dengan menyasar sejumlah kota di Indonesia. Upaya ini juga menyasar wilayah melalui kota kreatif dan desa kreatif.

Kemudahan akses permodalan pelaku ekraf diberikan melalui Dana Ekonomi Kreatif (Dekraf), Kredit Usaha Rakyat Ekonomi Kreatif (Kurekraf) IP Financing, optimalisasi crowdfunding, hingga mengadakan forum bagi investor dan filantropi ekraf.

Lebih lanjut, dukungan pemasaran produk kreatif dari Indonesia juga dilakukan di dalam dan luar negeri untuk 16 subsektor ekonomi kreatif, termasuk kuliner, fesyen, musik, aplikask dan perkembangan permainan (game), dan masih banyak lagi.

Bekraf memiliki misi melindungi produk kreatif karya anak bangsa melalui bantuan pendaftaran hak kekayaan intelektual. Serta diberikan dukungan sertifikasi dan pelatihan untuk meningkatkan daya saing pelaku.

"Badan ekonomi kreatif bukan menjual komoditi yang ada. Tapi kita menjual nilai tambahnya. Agar hasil-hasil kerajinan memiliki nilai tambah yg bisa dinikmati rakyat," tutup Triawan Munaf. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH