Ekonomi Indonesia Diklaim di Jalur yang Benar, Menko Airlangga Minta Pengusaha dan Investor tak Panik

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 01 September 2025
Ekonomi Indonesia Diklaim di Jalur yang Benar, Menko Airlangga Minta Pengusaha dan Investor tak Panik

Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Foto: Dok. Kemenpan RB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Situasi politik dan keamanan dalam negeri yang tengah panas dikhawatirkan berimbas ke sektor ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta para pengusaha untuk tetap tenang dan optimis menghadapi situasi saat ini.

"Kami mendorong dan mengimbau para pengusaha untuk tetap tenang dan optimis," kata Airlangga dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/9).

Airlangga menjelaskan bahwa secara fundamental, kondisi keuangan dan prospek perusahaan Indonesia memiliki ketahanan yang solid.

Baca juga:

Akar Masalah Demo Panjang Versi Jaringan Gusdurian, Tekanan Ekonomi Kian Nyata Dialami Warga

Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencatat level 5,12 persen yoy pada kuartal II-2025, hingga Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang kembali masuk fase ekspansi di level 51,5 pada Agustus 2025.

"Terkait situasi terkini dengan fundamental ekonomi yang solid, pemerintah yakin dampak dinamika sosial-politik terhadap ekonomi harapannya bersifat jangka pendek dan pemerintah terus mendorong optimisme untuk jangka menengah dan jangka panjang," katanya.

Ia menyebutkan, Pemerintah memiliki tanggung jawab moral kepada bangsa ini untuk mempertahankan roda perekonomian agar penciptaan lapangan kerja dan mereka yang bekerja tetap terjaga.

“Lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat tentunya menjadi perhatian utama pemerintah," kata Airlangga yang juga mantan Ketum Partai Golkar ini.

Baca juga:

Pengusaha Sambut Diskon Pajak Hotel dan Restoran di Jakarta, Putaran Ekonomi Bisa Naik

Airlangga juga mengatakan, pemerintah terus berkomunikasi aktif dengan para emiten, anggota bursa hingga investor untuk memastikan rencana investasi tidak terganggu. Diharapkan seluruh kegiatan bisa tetap berjalan sesuai jadwal.

"Pemerintah berkomitmen untuk responsif terhadap apa yang berkembang dan aspirasi masyarakat melalui jalur yang konstruktif. Ini menunjukkan pemerintah menjaga stabilitas dan selalu menghormati aspirasi yang timbul dari berbagai kelompok masyarakat," imbuhnya.

Sedangkan untuk masyarakat, Airlangga meminta agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah berkomitmen untuk responsif terhadap aspirasi yang berkembang.

"Kita semua harus menjaga suasana kondusif dan meminimalkan dampak yang muncul terhadap perekonomian nasional," pungkasnya. (knu)

#Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi #Airlangga Hartarto #Pengusaha #Investor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintas jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Indonesia
Harga Emas Antam Menguat, Cek Daftar Terbaru 5 November 2026
Setelah sempat melemah pada pagi hari, harga emas Antam kembali naik pada pembaruan sore.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Harga Emas Antam Menguat, Cek Daftar Terbaru 5 November 2026
Indonesia
Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan Jelang Nataru Risiko El Nino
Pemetaan wilayah rawan dan penguatan early warning system terus didorong agar potensi gangguan produksi dapat diidentifikasi dan dimitigasi lebih dini.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan Jelang Nataru Risiko El Nino
Indonesia
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Hal itu tecermin dari ekspansi sektor manufaktur, surplus neraca perdagangan, serta pertumbuhan ekspor nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Indonesia
Bukan Sosok Baru di Politik, Ini Perjalanan Hana Fadel hingga Terpilih Pimpin IWAPI
Hana Hasanah Fadel Muhammad terpilih sebagai Ketua Umum IWAPI periode 2026–2031. Simak profil, rekam jejak politik, dan kiprahnya dalam pemberdayaan perempuan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Bukan Sosok Baru di Politik, Ini Perjalanan Hana Fadel hingga Terpilih Pimpin IWAPI
Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Indonesia
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) diukur dari persentase jumlah pencari kerja terhadap total angkatan kerja nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Pengangguran Hanya 4,65 Persen, Terendah Sejak 1994
Indonesia
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Kebijakan ini disebut sebagai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pembiayaan bagi kelompok perempuan berpenghasilan rendah.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Presiden Prabowo Pangkas Bunga Kredit Perempuan Prasejahtera dari 25 Persen Jadi 8 Persen
Bagikan