Efek Pemanasan Global, Desainer Kembangkan Pakaian Ramah Lingkungan Desainer mewujudkan kreativitas dengan tema-tema yang mendunia. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

SELAMA 30 tahun terakhir, suhu udara terus meningkat. Kenaikan suhu naik 0.5 derajat celcius dibandingkan dua dekade sebelumnya. Badan Klimatologi Dunia memprediksi kenaikan terus akan terus terjadi di masa mendatang. Kenaikan suhu rata-rata bumi ternyata membawa pengaruh pada tren berbusana beberapa tahun belakangan ini.

Salah satu produk Indonesia yang peduli terhadap lingkungan dan kenyamanan para fashionista adalah fbudi. Produk fbudi WINDU mengembangkan desain pakaian yang tak membebani bumi.

jfw 2018
(Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Bahan-bahan yang digunakan ramah lingkungan dan diambil dari berbagai tempat di Indonesia. Misalnya, sutra celup yang diproduksi di Flores, kapas yang ditenun secara manual di Pekalongan, dan rayon yang dicelup secara alami di Bandung.

Dalam proses produksi, fbudi berupaya untuk mengurangi limbah sisa kain. Sebanyak 78 persen koleksi fbudi yang ditampilkan di Jakarta Fashon Week 2019 adalah desain zero waste.

jfw 2018
(Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Kain dililitkan langsung ke tubuh hingga membentuk pakaian. Cara tersebut efektif untuk mengurangi sisa kain yang terbuang percuma. Tubuh pun dapat bernafas dan rileks.

Meskipun pakaian tersebut menggunakan teknik lilit, fbudi merancangnya supaya pengguna bisa tetap bergerak secara dinamis. Demi menampilkan koleksi terbaik, fbudi perkolaborasi dengan desainer perhiasan, AMSTAMB dan desainer sepatu, Christin Wu. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH