Efek Kejut AHY Dinilai Sudah Habis Buat Lawan Ahok dan Anies Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira), Kupang, Mikhael Raja Muda Bataona menilai popularitas AHY sebagai perwakilan milenial tidak akan mudah dipertahankan jika maju dalam Pilpres 2024. Karena, hampir semua wajah baru itu juga bergaya dan mengakar dengan euforia segmen milenial.

"Sehingga menurut saya, AHY tidak lagi mempunyai efek kejut yang kuat seperti saat namanya diumumkan pertama kali melawan Ahok dan Anies di DKI saat Pilkada lalu," ujar Mikhael Raja Muda Bataona di Kupang, Kamis (20/2).'

Baca Juga:

Tak Hanya AHY, Ibas Juga Masuk Bursa Caketum Partai Demokrat Pengganti SBY

Menurutnya, saat ini AHY butuh beberapa momentum politik besar. Tentu saja untuk membuat dirinya mengejutkan secara politik demi menaikan elektabilitasnya.

Selain itu, posisi Demokrat selama lima tahun rezim pemerintahan Jokowi-Amin juga jadi penentu langkah AHY di 2024.

"Menurut saya, peluang AHY menjadi calon Presiden di 2024 akan sangat ditentukan oleh posisi mereka selama lima tahun rezim Jokowi-Amin. Jika mereka menjadi oposisi kritis, maka peluang AHY dan Demokrat menginvestasikan citra positip akan terbuka," tegas dia dikutip Antara.

AHY diprediksi jadi lawan kuat Sandiaga Uno di Pilpres 2024
Waketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (MP/Teresa Ika)

Mau tidak mau, Demokrat harus berebutan dengan PKS yang sudah memproklamirkan diri sebagai oposisi pada rezim Jokowi-Amin.

Baca Juga:

Ini Tanda-Tanda Lunturnya Pengaruh SBY di Partai Demokrat

"Jadi tagline oposisi secara general sepertinya tidak lagi menarik bagi publik. Demokrat harus kritis sebagai oposisi dengan sedikit berbeda dengan PKS," katanya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Sebanyak 8229 Kepala Keluarga di Kota Yogyakarta Terima Bansos
Indonesia
Sebanyak 8229 Kepala Keluarga di Kota Yogyakarta Terima Bansos

"BST kami berikan pada warga miskin yang pernah masuk dalam data keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial (KSJPS) Kota Yogyakarta 2018 tetapi tidak masuk dalam data KSJPS 2019," jelas Heroe

Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Kejagung Usut Tindak Pidana Jaksa Pinangki di Kasus Pelarian Djoko Tjandra

"Kami dalami adanya dugaan tersebut, apakah nanti jadi peristiwa pidana atau bukan," tutur Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono

Erick Thohir Geram Ada Rangkap Jabatan di BUMN
Indonesia
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menilai Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir
Indonesia
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menilai Korupsi Meningkat 2 Tahun Terakhir

Sebanyak 1.200 responden berhasil ditelepon oleh LSI

Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen
Indonesia
Selisih Angka Kesembuhan COVID-19 Indonesia dengan Global Lebih dari 7 Persen

Doni mengakui, memang angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih relatif lebih tinggi dari global

ASN Perlu Sistem Karier Baru Biar Tidak Terkena Imbas Pilkada
Indonesia
ASN Perlu Sistem Karier Baru Biar Tidak Terkena Imbas Pilkada

Sistem politik yang ada menyebabkan ASN bisa tidak netral atau dipaksa oleh sistem untuk tidak netral

Eijkman Prediksi Vaksin COVID-19 di Indonesia Akan Tersedia Oktober 2020
Indonesia
Eijkman Prediksi Vaksin COVID-19 di Indonesia Akan Tersedia Oktober 2020

Dari 121 kandidat vaksin dalam fase penelitian dunia tersebut, 40 di antaranya memilih platform "protein subunit"

Berhasil Tekan Perusahaan, Seluruh ABK Long Xing Asal Indonesia Berhasil Dipulangkan
Indonesia
Berhasil Tekan Perusahaan, Seluruh ABK Long Xing Asal Indonesia Berhasil Dipulangkan

Keberhasilan repatriasi ini merupakan tindak lanjut dua pertemuan bilateral antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu Wang Yi pada bulan Juli dan Agustus 2020.

Bakal Bikin Film, Sandiaga Uno Gelar Casting Terbuka bagi Masyarakat
Indonesia
Bakal Bikin Film, Sandiaga Uno Gelar Casting Terbuka bagi Masyarakat

Politikus Gerindra Sandiaga Uno melalui Rumah Siap Kerja (RSK) menggelar casting terbuka bagi masyarakat.

HPPI: Ajang Formula E Jadi Faktor Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di 2020
Indonesia
HPPI: Ajang Formula E Jadi Faktor Pertumbuhan Ekonomi Jakarta di 2020

Dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Jakarta memiliki tren yang sangat positif.