Edy Rahmayadi dan Pernyataan Kontroversialnya Ketua KONI Pusat Tono Suratman (kiri) menyematkan pin kepada Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi (kanan). ANTARA/Sigid Kurniawan

MerahPutih.com - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi tengah menjadi sorotan tajam pecinta sepakbola tanah air karena kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial berkaitan dengan kondisi persepakbolaan Indonesia.

Selama kepemimpinan Edy dalam dua tahun terakhir ini, kondisi persepakbolaa Indonesia belum juga membaik. Teranyar, timnas Indonesia tampil buruk di Piala AFF 2018.

Edy
Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi. (Instagram).

Tagar #EdyOut langsung menggema di jejaring sosial. Suporter Indonesia mendesak agar Gubernur Sumatera Utara itu mundur sebagai ketum PSSI.

Belum lagi, komentar-komentar nyeleh yang keluar dari mulut purnawirawan Letnan Jenderal TNI AD yang mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut.

Berikut ini adalah beberapa pernyataan konstroversial yang pernah dilontarkan Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI di depan media:

"Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik." (komentar soal prestasi timnas Indonesia)

"Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan jabatan Ketua Umum PSSI. Karena itu berarti saya tidak becus. Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020." (komentar soal petisi online yang ditandatangani 60 ribu orang di change.org, yang berisi tuntutan Edy mundur)

Gerakan Edy Out yang semakin menggema. (Ist)

"Siapa bilang PSSI mau memecat Milla? Baru juga Timnas U-23 selesai bertanding kemarin, masa saya mau langsung ambil keputusan. Kami punya sistem, tidak bisa seenaknya. Akan kami umumkan segera soal status pelatih Timnas Indonesia, karena dua bulan lagi akan ada ajang Piala AFF." (Luis Milla akhirnya dipecat sebagai pelatih timnas Indonesia, dan digantikan Bima Sakti)

"Apa urusannya Anda menanyakan itu? Bukan hak anda juga bertanya kepada saya." (saat wawancara dengan Aiman Wicaksono, Kompas TV)

"Siapa mereka? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme. Nanti akan saya kumpulkan segera." (menanggapi soal Evan Dimas dan Ilham Udin Armain yang dikontrak Selangor FA di Liga Malaysia)

"Saya akan tetap bertahan karena jabatan belum habis dan menginginkan PSSI bisa mencapai cita-cita. Sampai titik darah penghabisan saya akan laksanakan tugas amanat rakyat agar PSSI berkibar di nusantara." (menanggapi tuntutan mundur lewat tagar #EdyOut). (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH