Edwin Cokelat: Gerakan Radikal harus Kita Lawan dari Sekarang Edwin Cokelat, harus ada payung hukum untuk memberantas terorisme.

SEBENARNYA menyuarakan nasionalisme dan kepedulian terhadap negara sudah lama dilakukan oleh musisi yang bergabung pada grup Cokelat ini. Edwin sebagai gitaris grup itu menegaskan bahwa ia bersama teman-temannya selalu berusaha membuka mata orang terhadap negara ini. Bersuara vokal bukan berarti menebarkan kebencian, justru sebaliknya ia memberikan ha-hal positif untuk negara Indonesia. Berikut petikan wawancaranya dengan MerahPutih.com.

"Saya sebagai Cokelat itu sudah galakan terus, suarakan tentang nasionalisme lewat lagu. Karena disitulah wilayah saya sebagai musisi memberikan hal-hal baik untuk negara. Gue sangat konsen untuk mengkritisi pemerintah, untuk berani tegas, berani mengambil keputusan yang tepat, untuk berani menjamin pengamanan negara saat ini. Tidak ragu-ragu! Hal itu yang menjadi sorotan pribadi."

Iapun mengungkapkan keprihatinannya pada media sosial yang menurutnya banyak tumbuh dan berkembang kebencian. Isu-isu yang membuat orang saling membenci dan berseberangan. Bukan seperti itu yang seharusnya terjadi di Indonesia. Ia melihat pengaruh sosial media yang kuat membentuk isu-isu perpecahan.

edwin cokelat
Edwin, harus melawan radikalisme. (Foto: radixguitars)

"Publik jangan lagi-lagi terbawa isu sara dan politik. Banyak hal-hal yang enggak menarik di sosial media. Ada yang ke arah politik, SARA atau pengalihan isu. Banyak hal-hal yang stupid yang harus diberantas. Perubahan sikap budaya harus dilakukan pelan-pelan yang konsisten. Gerakan radikal, kita harus lawan dari sekarang dan adukanjika ada yang mencurigakan. Kita juga harus mengkritisi tindakan tegas aparat keamanan untuk melawan teroris."

Baginya peristiwa belakangan ini membuatnya gregetan sekaligus menyedihkan. Tidak ada hal yang membuatnya kesal dengan semua itu. Ia melihat negari Indonesia tengah disorot dengan isu negatif. Ini dapat berdampak ke berbagai sektor lainnya. Terutama berbagai agenda ke depan yang akan melibatkan negera-negara lainnya. Ia berharap aparat akan makin sigap dalam menghadapi kasus yang sama di masa depan.

"Kasus teror hari ini beda dari kasus terror beberapa waktu yang lalu. Teror minggu ini kayaknya mencekam banget. Bayangin Mako Brimob, tiga rumah ibadah, terus hari ini Polrestabes Surabaya. Menrut gue ini benar-benar mencoreng secara nasional. Internasional memperhatikan ini. Harapan gue, langkah pemerintah dalam satu minggu, dua minggu ini yang sangat menentukan untuk tahun-tahun kedepan. Dalam arti kata gue melihatnya seperti ini, apa yang dilakukan oleh pemerintah kan berdampak pada kita yang akan aktivitas seperti puasa, dan lain-lain biar kita tenang. Memang ini sangat menyedihkan memakan korban, polisi, bahkan anak-anak. Apalagi katanya pelakunya ada wanita. Ini benar-benar pola yang makin mencengangkan di negara kita."

Ia setuju bahwa peristiwa ini bukan berkaitan dengan agama. Ini adalah murni tindakan teror. Baginya peristiwa teror ini sangat membuatnya memandang perlunya membangkitkan rasa nasionalis lebih tinggi lagi. Bahwa Indonesia lebih kuat dalam mempertahankan keberagaman dalam persatuan kesatuan.

"Ini enggak ada cerita sebagai pahlawan agama dan lain-lain, karena ada suara-suara yang menurut gue bahaya. Hari ini harus menjadi perubahan terhadap nasionalisme. Dimana orang benar-benar menganggap hina untuk teroris, menganggap hina untuk orang-orang yang menganggap ini kepentingan agama. Gue enggak mau melihat ini secara agama! Ini merupakan hal buruk untuk kemajuan masyarakat kita. Gue tadi ke beberapa grup teman-teman. Gue enggak berbicara secara agama. Hari ini gue sebarkan ke grup-grup, nomor polisi yang bisa dihubungi tentang kalau ada yang menyebarkan isu hoax atau ujaran kebencian untuk melaporkan ke aduan kominfo."

edwin cokelat
Edwin & Cokelat, masyarakat harus berani. (Foto: bicaramusik)

Edwin menyadari bahwa isu yang dibawa oleh peneror selalu berkaitan dengan agama. Ada hal yang seharusnya diubah dalam masyrakat, bahwa isu seperti itu harus dipatahkan dan menumbuhkan keberanian masyarakat untuk menolak semua hal yang berkaitan dengan pengrusakan dalam tatanan masyarakat.

"Bukan sekedar prihatin atau imbauan! Jadi hal itu yang harus kita lakukan, supaya budaya radikal ini berubah secara otomatis. Ada beberapa hal penting yang pengen gue sampaikan, teroris selalu menganggap semua ini atas dasar agama. Gue berharap masyarakat tak selalu membawa ini ke ranah agama. Karena gue tak mau melihat ini sebagai...ya kita harus berani ngomong teroris itu umat beragama yang bejad atau biadab. Mereka sebagian umat beragama yang bejad dan biadab yang merusak nama agama mereka sendiri."

Kehadiran pemerintah bagi Edwin sangat penting. Payung hukum yang jelas akan membuat penindakan isu-isu dan potensi terorisme akan lebih terang perlakuannya. Sandungan-sandungan dapat diminimalisir demi ketertiban dan keamanan dalam masyarakat. Tak ada yang lebih penting demi nama bangsa ini.

"Menariknya pemerintah akan mengeluarkan undang-undang untuk menangangi teroris secara serius, itu berguna menurut saya. Karena menurut saya aparat kita terbelenggu HAM dan banyaklah yang mana undang-undang itu tidak diedarkan. Apa yang dilakukan pemerintah itu sangat berguna untuk jalan bangsa ini kedepannya. Dari segi ekonomi diluar udah sepi orang-orang pada takut untuk keluar. Menurut gue sih saat ini pemerintah mengeluarkan tindakan untuk (dilakukan) para aparat. Kita butuh tindakan yang tegas terhadap teroris. Keamanan warga negara sangat penting saat ini!"

edwin cokelat
Edwin, harus ada payung hukum yang jelas. (Foto: uzone)

Namun bagi Edwin bukan hanya soal aturan saja yang harus segera dikeluarkan. Lebih dari itu harus ada gerakan dari masyarakat yang benar-benar berani menentang segala bentuk terorisme.

"Dari semua itu, balik lagi secara objektif terhadap teroris. Secara pribadi, saya sangat melawan teroris dan sangat membeci teroris dan benar-benar tidak nyaman apa yang dibuat oleh teroris ini. Dengan ada gerakan kami tidak takut melawan teroris menunjukan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang terus maju dan tak takut untuk melawan teroris. Karena gini gue muslim. Gue mendengar dari temen-teman gue yang Kristiani, sekarang mereka takut beribadah, mereka was-was. Hal-hal ini kan mengerikan, apa yang terjadi dengan pembangunan yang dilakukan saat ini? Itu menjadi tidak berarti jika keamanan warga negara tidak terjamin."

Sementara itu, basis Cokelat Ronny Febry Nugroho berpendapat bahwa kejadian pengeboman di Surabaya bukan lagi masalah teritorial. Menurutnya ini adalah masalah yang menjadi perhatian internasional. "Dari situ kita jadi tahu bahwa sebenarnya Indonesia begitu berarti di mata internasional," ujarnya.

Rony beranggapan Indonesia sengaja diguncang dengan bom agar tak lagi menjadi negara yang kuat. "Kita sengaja dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang namanya: Ketakutan."

Rony mengaku sedih ketika membaca berita bahwa pelaku bom gereja di Surabaya merupakan satu keluarga. Yang terdiri dari orang tua dan empat anaknya. Belum lagi saat dia melihat foto keluarga tersebut. Wajah pelakunya pun seperti wajah kita sehari-hari. Artinya ancaman itu bisa terjadi kapan pun dalam keseharian kita.

Tapi, kata Rony, masyarakat Indonesia harus berani. "Kita harus bisa menaklukkan kotak ketakutan yang diciptakan para pelaku. Kita harus dobrak kotaknya. Saya percaya indonesia adalah bangsa yang besar. Kejadian kemarin tidak akan bisa membungkam kita," seru Rony.

(ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH