Edhy Prabowo Jalani Sidang Perdana Kasus Benur Mantan Menteri KP Edhy Prabowo. (Foto: MP/Ponco Sulaksono).

MerahPutih.com - Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bakal menjalani sidang perdana kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini akan digelar pada Kamis (15/4), hari ini.

"Iya, betul (sidang dakwaan)," kata tim Kuasa Hukum Edhy Prabowo, Soesilo Aribowo saat dikonfirmasi waetawan, Kamis (15/4).

Baca Juga:

Kasus Edhy Prabowo, KPK Sita Duit Rp3 Miliar dari Bekas Caleg Gerindra

Jaksa KPK rencananya akan mendakwa Edhy dengan Pasal Pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Atau, Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam kasus ini KPK menjerat Edhy Prabowo dan enam tersangka lainnya. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP, Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP, Amiril Mukminin (AM) selaku sespri menteri, dan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Pertama Perkasa (DPPP).

Edhy diduga telah menerima sejumlah uang dari Suharjito, chairman holding company PT Dua Putera Perkasa (DPP). Perusahaan Suharjito telah 10 kali mengirim benih lobster dengan menggunakan jasa PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22-3-2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22-3-2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT Aero Citra Kargo dengan biaya angkut Rp 1.800/ekor. Perusahaan PT ACK itu diduga merupakan satu-satunya forwarder ekspor benih lobster yang sudah disepakati dan dapat restu dari Edhy.

Dalam menjalankan monopoli bisnis kargo tersebut, PT ACK menggunakan PT Perishable Logistics Indonesia (PLI) sebagai operator lapangan pengiriman benur ke luar negeri. Para calon eksportir kemudian diduga menyetor sejumlah uang ke rekening perusahaan itu agar bisa ekspor.

Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosyita Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp 750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton, serta baju Old Navy.

Baca Juga:

Berkas Perkara Lengkap, Edhy Prabowo Segera Diadili

Edhy diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap. Adapun total uang dalam rekening penampung suap Edhy Prabowo mencapai Rp 9,8 miliar.

Suharjito selaku penyuap Edhy Prabowo telah didakwa menyuap Edhy sebesar USD 103 ribu dan Rp 706 juta. Suharjito dituntut 3 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Desak Presiden Jokowi Segera Terapkan PSBB
Indonesia
DPR Desak Presiden Jokowi Segera Terapkan PSBB

Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendesak Presiden Joko Widodo segera memutuskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena kondisi sudah darurat.

Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu
Indonesia
Ada Pohon Tumbang, Perjalanan KRL Tanah Abang-Sudimara PP Tergangu

Saat ini petugas tengah berada di lokasi untuk menangani kendala tersebut

Pecinta Vespa di Tangerang Berbagi Makanan dan Sembako Saat PPKM
Foto
Pecinta Vespa di Tangerang Berbagi Makanan dan Sembako Saat PPKM

Komunitas pecinta vespa membagikan makanan dan sembako kepada warga yang membutuhkan di jalan A. Damyati, Sukasari, Kota Tangerang, Banten

Gapeka 2021 Berlaku Besok, KAI Imbau Warga Berhati-hati saat Melintasi Rel Kereta
Indonesia
Gapeka 2021 Berlaku Besok, KAI Imbau Warga Berhati-hati saat Melintasi Rel Kereta

Supriyanto menjelaskan lalu lintas perjalanan ka di wilayah Daop VI akan semakin padat usai penerapan Gapeka baru 2021. Bisa jadi, lanjutnya dalam satu waktu ada kereta api yang yang datang dari arah barat dan timur secara bersamaan.

Bank Muamalat Masih Berjuang Kuatkan Modal Usaha
Indonesia
Bank Muamalat Masih Berjuang Kuatkan Modal Usaha

Adapun bank syariah pertama di Tanah Air ini tercatat telah lama tersandung masalah kekurangan modal ditambah pemegang saham lama enggan menyuntikkan dana segar.

Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Tinggal 104 Vial
Indonesia
Stok Vaksin di Kabupaten Bogor Tinggal 104 Vial

Progres vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bogor hingga 26 Juli 2021 telah mencapai 690.312 dosis dari target 8.576.268 dosis atau sasaran vaksin 4.288.134 orang.

Paham Intoleran dan Radikal di Sekolah, Guru Diminta Gaungkan Pancasila
Indonesia
Paham Intoleran dan Radikal di Sekolah, Guru Diminta Gaungkan Pancasila

Aksi intoleransi dan paham radikal dinilai masih ditemukan di kalangan pelajar.

BEM Nusantara Tolak Komersialisasi Vaksin COVID-19
Indonesia
BEM Nusantara Tolak Komersialisasi Vaksin COVID-19

Sikap BUMN dan Pemerintah sangat mengecewakan dan menciderai nilai-nilai kemanusiaan. Para mahasiswa menolak adanya komersialisasi vaksin.

DKI Minta Pemerintah Pusat Tambah Hotel untuk Isolasi Pasien COVID-19
Indonesia
DKI Minta Pemerintah Pusat Tambah Hotel untuk Isolasi Pasien COVID-19

Kasus COVID-19 di ibu kota saat ini mengalami lonjakan.

Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri
Indonesia
Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri

Febrie pun tidak menyebut identitas para calon tersangka