Edhy Prabowo Diduga Beli Sepeda Mewah di Luar Negeri Pakai Duit Suap Benur KPK menunjukkan barang bukti sepeda dalam penangkapan Menteri KP Edhy Prabowo dan jajaran KKP lain, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diduga beli sepeda mewah dari luar negeri menggunakan uang suap penetapan izin ekspor benih lobster (benur).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menjelaskan secara rinci soal harga sepeda mewah yang dibeli Edhy. Sebab saat operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (25/11) dini hari, Edhy baru tiba di Indonesia setelah perjalanan dari Amerika Serikat.

"(Sepeda) dibeli bersamaan dengan jam dan beberapa tas mewah saat di luar negeri," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (27/11).

Baca Juga:

ICW Pertanyakan Motif KPK Bocorkan Informasi Penggeledahan Kasus Edhy Prabowo

Ali mengatakan, penyidik masih terus mendalami sumber uang yang diterima oleh Edhy. Uang suap yang diterima Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu disinyalir bukan hanya dari Direktur PT Dua Putra Perkasa, Suharjito.

"Terkait sumber uang akan digali dan dikonfirmasi lebih lanjut," ujar Ali.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KPK telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta; Safri selaku Staf Khusus Edhy; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KKP; dan Amiril Mukminin selaku pihak swasta serta Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Baca Juga:

Edhy Prabowo Ciptakan Tsunami Politik di Tengah Kemesraan Prabowo dan Jokowi

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

Tiga Opsi Memilih Calon Pengganti Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bela Anies Soal Banjir, Fadli Zon: Jangan Sebar Kebodohan
Indonesia
Bela Anies Soal Banjir, Fadli Zon: Jangan Sebar Kebodohan

"Jangan ketidaksukaan pada seseorg membuat kita jadi bodoh dan menyebarluaskan kebodohan. Dari dulu juga Jakarta banjir dan akan terus banjir," tulis Fadli Zon.

FPI Jadi Organisasi Terlarang, Anak Buah Prabowo Sebut Pembunuhan Demokrasi
Indonesia
FPI Jadi Organisasi Terlarang, Anak Buah Prabowo Sebut Pembunuhan Demokrasi

Fadli dikenal sebagai politikus yang dekat dengan FPI

 DPR Awasi Perppu Corona Agar Tidak Terjadi Penyelewengan
Indonesia
DPR Awasi Perppu Corona Agar Tidak Terjadi Penyelewengan

"Kami akan mengawasi tugas-tugas dari mitra kerja Komisi XI DPR RI sesuai dengan ruang lingkup kewenangan yang termuat di dalam Perppu 1/2020," kata Dito.

Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Indonesia
Waspada, Indonesia bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia bakal dilanda cuaca ekstrem sepekan ke depan. Untuk itu, masyarakat diminta waspada.

Jokowi Ancam Reshuffle, Pengamat Usul Nama Ahok Masuk Kabinet
Indonesia
Dua Pekan Kedepan, Jokowi Perintahkan Kampanye Masif Pakai Masker
Indonesia
Dua Pekan Kedepan, Jokowi Perintahkan Kampanye Masif Pakai Masker

Jokowi ingin melibatkan PKK untuk bisa membantu melakukan kampanye penggunaan masker

Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri
Indonesia
Pegawai Senior KPK Kembali Mengundurkan Diri

Kini Nanang Farid Syam yang merupakan penasihat Wadah Pegawai (WP) KPK mengundurkan diri.

Satgas Ungkap PSBB Transisi Jakarta Pengaruhi Penularan COVID-19 Pulau Jawa
Indonesia
Satgas Ungkap PSBB Transisi Jakarta Pengaruhi Penularan COVID-19 Pulau Jawa

PSBB transisi di Jakarta membawa dampak terhadap penularan COVID-19 di Indonesia.

75 Juta Jiwa Perlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kemensos Luncurkan Program Atensi
Indonesia
75 Juta Jiwa Perlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kemensos Luncurkan Program Atensi

Program ATENSI ini akan diimplementasi oleh 41 unit pelaksana teknis (UPT) Kemensos yaitu balai besar/balai/loka rehabilitasi sosial di seluruh Indonesia.