Edhy Prabowo Arahkan Stafsus Bantu Perusahaan Tertentu Dapat Izin Ekspor Benur Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3-2-2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

MerahPutih.com - Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, disebut memberikan arahan kepada staf khususnya agar membantu perusahaan tertentu mendapatkan izin ekspor benih lobster atau benur.

Hal itu terungkap saat Stafsus Edhy Prabowo, Safri Muis, bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap izin ekspor benur dengan terdakwa pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPP), Suharjito.

Baca Juga:

Mantan Pebulutangkis Debby Susanto Bantah Terima Apartement dari Edhy Prabowo

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyinggung soal pengakuan Safri yang tertuang dalam berita acara pemeriksan (BAP). Dalam BAP itu, Safri menyebut Edhy Prabowo memberikan arahan perihal perizinan.

"Suadara Edy memberi arahan kepada saya untuk membantu perusahaan tertenu agar proses perizinannya segera dilaksanakan," kata jaksa membacakan BAP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (24/2).

"Betul itu?," Sambung jaksa.

Safri membenarkan perihal arahan tersebut. Namun, dia menolak jika isi arahan Edhy Prabowonhanya untuk membantu perusahaan tertentu.

"(Perusahaan) Secara umum bukan tertentu," ujar Safri.

Jaksa kemudian menanyakan bagaima pola pemberian arahan dari Edhy Prabowo. Safri pun menyebut arahan itu diberikan di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebab, saat itu KKP sedang menerapkan work from home.

"Biasa kalau ada pertemuan di Widya Chandra. Ketemu saya (memberika arahan)," ungkapnya.

Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Jaksa kembali mencecar Safri soal perusahaan tertentu yang tertuang di dalam BAP. Tapi Safri kembali membantah. Dia menyebut konteks membantu itu untuk semua perusahaan yang merasa kesulitan mendapatkan perizinan.

"Seingat saya bukan tertentu. Tapi kalau ada memang perusahaan ini, yang menghubungi pak menteri tentang itu (izin) secara umum beliau mengatakan bahwa harus dibantu diproses gitu," kata Safri.

Dalam perkara ini, Suharjito didakwa menyuap Menteri Keluatan dan Perikanan Edhy Prabowo. Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan Suharjito menyuap Edhy sebesar USD 103 ribu dan Rp 706 juta.

Baca Juga:

Edhy Prabowo Bantah Beli Wine dari Uang Korupsi Benur

Suharjito menyuap Edhy Prabowo melalui Safri dan Andreau Misanta Pribadi selaku staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi sebagai anggota DPR sekaligus istri Edhy Prabowo, dan Siswandi Pranoto Loe selaku Komisaris PT. Perishable Logistics Indonesia (PT. PLI) sekaligus Pendiri PT. Aero Citra Kargo (PT. ACK).

Jaksa menyebut, pemberian suap yang diberikan Suharjito kepada Edhy melalui lima orang itu dengan tujuan agar Edhy Prabowo mempercepat persetujuan perizinan ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020. Menurut Jaksa, uang tersebut diperuntukkan untuk kepentingan Edhy Prabowo dan istrinya, Iis Rosita Dewi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Operasi Yustisi Prokes Catat 24 Juta Pelanggaran
Indonesia
Operasi Yustisi Prokes Catat 24 Juta Pelanggaran

Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan surat telegram terkait penegakan protokol kesehatan COVID-19.

Polda Metro Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika Yang Diungkap Selama Pandemi
Indonesia
Polda Metro Musnahkan Ratusan Kilogram Narkotika Yang Diungkap Selama Pandemi

Ada sembilan kasus dan tersangka diamankan 24 orang, barang bukti diamankan sabu 217,44 kg, ganja 801,48 kg, ekstasi 18.000 butir, tembakau gorila 1,37 kg.

PT KCI Tambah Jumlah Perjalanan KRL di 2021
Indonesia
PT KCI Tambah Jumlah Perjalanan KRL di 2021

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan menambah jumlah perjalanan KRL Jabodetabek di tahun 2021.

DKI Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal Tahun 2021
Indonesia
DKI Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di Awal Tahun 2021

Pihaknya tidak mau seperti negara-negara lain yang lebih dulu membuka sekolah tatap muka dan menjadi klaster baru kasus COVID-19.

Kapolri Listyo Salahkan Anak Buahnya soal Telegram yang Atur Kerja Media
Indonesia
Kapolri Listyo Salahkan Anak Buahnya soal Telegram yang Atur Kerja Media

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyalahkan anak buahnya soal Surat Telegram (ST) ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tentang pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan dengan mengeluarkan ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021.

Sebulan Menjabat, Wakasad Pertama Asal Papua Tutup Usia Tanpa Sempat Sertijab
Indonesia
Sebulan Menjabat, Wakasad Pertama Asal Papua Tutup Usia Tanpa Sempat Sertijab

Jenazah Letjen Herman Asaribab rencananya dimakamkan di TMP Kusuma Trikora Jayapura

PSTKM Diperpanjang, Omset Pedagang di Malioboro Merosot 90 Persen
Indonesia
PSTKM Diperpanjang, Omset Pedagang di Malioboro Merosot 90 Persen

Salah seorang pedagang pakaian di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Lika (35) mengatakan omset penjualannya turun hingga 90 persen saat PSTKM berlangsung.

Usai Rapid Test di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Diserahkan ke Bareskrim
Indonesia
Usai Rapid Test di Bandara Soetta, Maria Pauline Lumowa Diserahkan ke Bareskrim

"Sudah dilakukan proses keimigrasian. Sekarang kita serahkan ke Bareskrim Polri untuk proses hukum," ujar Yasonna.

[HOAKS atau FAKTA]: Larangan Penggunaan Masker Scuba Rupanya Bagian Politik Perusahaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Larangan Penggunaan Masker Scuba Rupanya Bagian Politik Perusahaan

pemakaian masker scuba kurang efektif melindungi area hidung dan mulut penggunanya dari kontak dengan percikan, tetesan, maupun partikel yang mungkin terpapar penyakit yang disebabkan oleh vierus SARS-CoV-2 ini.

Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto
Indonesia
Polisi bakal Cecar IDI dan Ahli Bahasa soal Klaim 'Obat' Corona Hadi Pranoto

Polisi akan coba mengundang dan mengklarifikasi dua saksi yang diajukan oleh Muannas tersebut.