E-commerce Sebagai Tangga Naik Kelas, Mudahkah? E-commerce membuka peluang usaha menjadi lebih luas. (Foto: Unsplash/NeONBRAND)

PENCIPTAAN sebuah ide adalah hal yang paling mudah dalam hidup. Sayangnya bila tidak dibarengi dengan aksi pada akhirnya hanya menjadi wacana. Ide berbisnis misalnya. Padahal, berbisnis adalah bagian paling penting dalam hidup jika ingin menjadi boss bagi diri sendri.

Apalagi perkembangan teknologidigital memudahkan orang untuk melakukan segala hal. Kemunculan e-commerce sangat membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM untuk merealisasikan ide bisnisnya. E-commerce atau marketplace di Indonesia sudah sangat banyak dari yang berlogo hijau, oranye, merah, biru dan lain-lain.

Baca Juga:

Instagram Luncurkan Fitur ‘Dukung Bisnis Kecil’ untuk Bantu UMKM

jualan
Hasil kerjanya sendiri selama empat tahun dan masih berjalan (Foto: screenshot/Raymi Sunarli)

Jesslyn Valencia, mahasiswi yang belum lama lulus dari salah satu kampus ternama di Gading Serpong merupakan pelaku usaha UMKM. Usaha yang ia jalani di e-commerce sejak semester dua di tahun 2016, mengalami perkembangan pesat sampai sekarang tahun 2020.

Dia menjual berbagai K-pop stuff, produk berupa aksesoris yang disukai oleh K-popers. Pada awalnya hanya berawal dari kecintaan ia sebagai K-popers. Seiring berjalannya waktu, terbesit dipikirannya untuk menjadikannya sebagai peluang usaha.

"Gue melihat K-popers di Indonesia tinggi, ditambah jiwa bisnis gue pinter. Jadi gue cobain aja kan ini jualan K-pop stuff," cerita Jesslyn ketika diwawancarai melalui WhatsApp.

Padahal, awal mula dia memulai rintisannya ini hanya menjual koleksi K-pop stuffnya yang ia dapat ketika datang ke berbagai konser Kpop di Indonesia. "Iya. awalnya yang bekas-bekas gue taruh (jual) di online. Kebetulan tempat online itu peminat K-pop stuffnya tinggi. Peluang lagi deh buat gue," ungkap Jesslyn.

Saat ini pendapatannya bisa mengalahkan UMR di Kota Tangerang. Namun perjuangannya tak semudah membalikan telapak tangan. "Ya di angka segini (pendapatannya) enggak semudah itu. Banyak banget susahnya tapi banyak suka kelebihannya," katanya sumringah.

Baca Juga:

Konsumtif Tapi Sukses Bisnis 'Reseller' Produk Fesyen, Begini Kiatnya!

jualan
Dari awal sampai hari ini hampir menerima 7000 pesanan (Foto: doc Jesslyn Valencia)

Sebelum lulus dari kampusnya, Jesslyn sangat sering keteteran dengan orderan yang masuk. Bayangkan pesanan yang masuk setiap harinya hampir 20-30 bahkan 50 pesanan.

"Gue sendiri jalanin usaha, enggak ada yang bantuin, pusing. Apalagi pas magang kemarin. Pulang magang tidur dua jam, terus bangun packing orderan puluhan. Dulu malah kirimnya datang langsung ke kurir. Untungnya sekarang e-commerce menyediakan pick-up service," ungkap Jesslyn.

Selain itu, Jesslyn terkadang kesal dengan e-commerce yang ia gunakan. Masalah yang pernah dialami adalah susahnya pencairan uang ke rekening pribadinya. "Waktu itu pernah kesal, karena selama empat hari duit gue enggak cair-cair ke rekening gue. Sudah telpon pihak e-commerce, tapi masih aja disuruh nunggu," ceritanya serius.

Bukan hanya masalah pencairan uang. Jesslyn terkadang kesal kepada pembeli yang tidak membaca peraturan di lapak jualannya. Sehingga terkadang calon pembeli seperti itu tidak direspon olehnya. Ditambah calon pembeli yang memberikan rating jelek kepada tokonya padahal kesalahan yang ada diluar kendalinya.

Meskipun demikian Jesslyn tetap mensyukuri bisa memanfaatkan e-commerce sebagai rintisan usahanya. E-commerce menawarkan berbagai manfaat seperti membantunya mengorganisir pesanannya agar tidak 'blepotan', menghemat energi daripada menggunakan toko fisik, dan memudahkan memantau toko secara 24 jam.

"Bersyukur sih. kalau enggak ada e-commerce mungkin gue jualannya di mal-mal. Padaha gue sendiri introver," tutup Jesslyn. (ray)

Baca Juga:

Bisnis Tetap Berkembang di Tengah Wabah COVID-19, Begini Kiatnya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berhati Dewa, Tim Esports Ini Gandeng Teman-Teman Disabilitas Bermain Game
Fun
Berhati Dewa, Tim Esports Ini Gandeng Teman-Teman Disabilitas Bermain Game

Dewa United Esports jadi wadah untuk teman-teman penyandang disabilitas.

The North Face Luncurkan Koleksi dari Ribuan Sampah Botol Plastik
Fashion
The North Face Luncurkan Koleksi dari Ribuan Sampah Botol Plastik

Terbuat dari ribuan kilogram sampah botol plastik yang ditemukan di Pegunungan Alpen.

Hormati George Floyd, Lego Berhenti Beriklan
Fun
Hormati George Floyd, Lego Berhenti Beriklan

Beberapa pemasaran produkLEGO dihentikan sementara.

Logo Baru Intel Terlihat Lebih Elegan dan Menarik
Fun
Logo Baru Intel Terlihat Lebih Elegan dan Menarik

Logo baru mempertahankan banyak elemen dari kedua bentuk sebelumnya, termasuk huruf 'I' dengan titik berbentuk persegi.

Penggemar Peugeot? Lengkapi dengan Koleksi Jam Tangannya
Fashion
Penggemar Peugeot? Lengkapi dengan Koleksi Jam Tangannya

Mengembangkan produk lain non-otomotif yang masuk ke ranah gaya hidup.

Yuk Tingkatkan Soft Skill di Tengah Pandemi
Fun
Yuk Tingkatkan Soft Skill di Tengah Pandemi

Soft skill sangat penting di dunia kerja.

Post Malone Jadi Pemilik Tim Esports Terbesar di Texas
Fun
Post Malone Jadi Pemilik Tim Esports Terbesar di Texas

Kabar ini dikonfirmasi melalui unggahan Post Malone di Twitter pada Sabtu (29/8).

Pentingnya Testimoni Positif bagi Para Pelaku Usaha
Fun
Pentingnya Testimoni Positif bagi Para Pelaku Usaha

Baik itu penilaian positif maupun negatif.

Karya #20DetikCuciCorona Dicetak dalam Bentuk Vinyl
Fun
Karya #20DetikCuciCorona Dicetak dalam Bentuk Vinyl

seluruh karya musisi yang mendonasikan lagu untuk gerakan #20DetikCuciCorona dikonversi ke dalam piringan hitam atau vinyl