Durian Ternyata enggak Mengandung Kolesterol? Ini Penjelasan Spesialis Nutrisi Buah durian. (Foto: Pixabay/christopher1710)

SAAT ini lagi musim durian. Di mana-mana, baik di daerah maupun di kota-kota, kamu akan mudah menemukan si raja buah ini. Rasanya sangat enak dan baunya begitu menggoda.

Tapi tak semua orang menyukai durian. Bagi sebagian orang rasanya aneh dan baunya sangat menusuk. Sebagian juga tak mengonsumsi durian karena masalah kesehatan. Ada yang percaya bahwa durian mengandung kolesterol.

1. Durian mengandung kolesterol ternyata cuma mitos

 Buah durian. (Foto: Pixabay/truthseeker08)
Buah durian. (Foto: Pixabay/truthseeker08)

Durian yang selama ini disebut-sebut mengandung kolestrol ternyata hanya mitos. Sebaliknya, buah itu justru mengandung banyak vitamin.

Spesialis nutrisi Rachel Olsen mengatakan durian sama sekali tidak memiliki kolesterol. Hal itu dikutipnya dari riset US National Library of Medicine.


2. Durian kaya akan gizi

  Buah durian. (Foto: Pixabay/SpencerWing)
Buah durian. (Foto: Pixabay/SpencerWing)

Durian kaya dengan kandungan gizi karena di setiap daging buahnya terdapat protein, serat, karbohidrat, lemak baik, vitamin dan juga mineral.

"Jadi durian merupakan buah yang memiliki komposisi nutrisi yang bagus untuk dikonsumsi setiap hari," ujar Rachel Olsen di Medan, seperti dikutip Antara.


3. Durian bisa membantu pencegahan kanker

Buah durian. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)
Buah durian. (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

Durian mengandung vitamin A, B kompleks, C serta mineralnya juga beragam seperti kalium, kalsium, zat besi, mangan, sodium, zinc dan fosfor.

"Jadi jangan khawatir makan durian.Justru gizinya cukup lengkap untuk kebutuhan harian manusia."

Selain itu, durian juga memiliki anti oksidan yang tinggi untuk membantu pencegahan penyakit kanker.


4. Tetap makan buah dan sayur yang bervariasi

Buah durian. (Foto: Pixabay/SpencerWing)
Buah durian. (Foto: Pixabay/SpencerWing)

Meski durian memiliki nilai gizi yang bagus, mengonsumsi sayur dan buah yang bervariasi tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

"Sebenarnya saat kita sudah rutin makan sayur dan buah, tetapi terkadang tubuh tidak dapat menyerapnya dengan maksimal akibat banyak faktor ," katanya.

Termasuk berkurangnya kandungan vitamin dan mineral dari sayur dan buah akibat cara memasak atau mengonsumsinya tidak benar. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Fakta-Fakta Unik Kopi Sajang, Arabika yang Ditanam di Bawah 1.000 Mdpl


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH