Edukasi
Dunia Virtual dalam Pendekatan Filsafat Manusia dan digital dari perspektif filsafat (Sumber: Pexels/fauxels)

REVOLUSI digital telah mengubah cara menjadi manusia. Dunia digital ada secara paralel dengan dunia korporeal. Kita hidup dalam keduanya. Bagaimana filsafat menanggapi perubahan itu? Dengan mengusung tema besar Manusia dan dunia digital, tahun ini Komunitas Salihara Arts Center menggelar seri kelas filsafat yang membahas fenomena dunia digital yang kita alami dan berbagai perubahannya dari perspektif antropologi, etika, dan epistemologi. Seri kelas filsafat tahun ini dibagi dalam tiga putaran. Pertama, melalui perspektif antropologi (Februari). Di dalamnya akan dibahas bagaimana eksistensi pikiran manusia ketika berhadapan dengan kemayaan realitas di dunia digital. Kedua, dari perspektif etika (Mei), kelas akan membahas berbagai cabang filsafat Barat dari yang klasik hingga mutakhir dalam mempersepsikan dunia virtual. Ketiga, melalui perspektif epistemologi (November), peserta diajak membahas kata-kata kunci terpenting dari filsafat Barat kontemporer (demokrasi dan sosialitas) dan kaitannya dengan watak dunia digital.

BACA JUGA:

Nikmati Proses, Kunci Hadapi Quarter Life Crisis

Putaran pertama dan kedua kelas diampu Reza AA Wattimena (peneliti di bidang Filsafat Politik, Filsafat Ilmu dan Kebijaksanaan Timur). Putaran ketiga kelas diampu F Budi Hardiman (alumnus Hochschule für Philosophie Munchen dan pengajar di Universitas Pelita Harapan).

digital
Kemayaan realitas di dunia digital (Sumber: Pexels/Thirdman)

Putaran pertama berjudul Antropologi: Manusia dan Dunia Digital. Di sini peserta akan membahas bagaimana manusia dan dunia digital dilihat melalui sudut pandang antropologi. Dibagi dalam empat pertemuan, kelas akan berlangsung secara daring setiap Sabtu, 05, 12, 19, 26 Februari 2022 pukul 13:00 WIB.

Reza A A Wattimena, pengampu kelas sekaligus penulis buku Urban Zen (2021) menuturkan bahwa dunia digital banyak memberikan pengaruh baik terhadap cara berpikir, pola hubungan antar sesama manusia, dan pemaknaan identitas. “Makna kenyataan dan identitas berubah total. Kenyataan tidak lagi sekadar kenyataan fisik, tetapi juga kenyataan digital yang dibentuk oleh angka dan algoritma. Pola hubungan antar manusia pun berubah," ujar Reza. Ia melihat adanya peluang kemajuan, sekaligus ancaman kehancuran peradaban. Filsafat-filsafat sebelumnya tak lagi mampu menanggapi kompleksitas yang terjadi. Diperlukan pemaknaan reflektif dan kritis yang lebih sesuai.

Salihara
Kelas filsafat tentang manusia dan dunia digital (Sumber: Istimewa)

“Dunia digital mengubah hidup manusia, dan bahkan mengubah jati diri kita sebagai manusia," tutur Reza. Dirinya menambahkan bahwa keempat diskusi ini memberikan kejernihan pemahaman atas revolusi digital yang terjadi, sekaligus menawarkan arah, sehingga keseimbangan hidup bisa terjaga di masa revolusi digital ini.

Pertemuan pertama dimulai dengan sub materi “Zen, Ilusi Ego dan Internet” yang membahas bagaimana Zen dapat membantu memahami ego di era digital. Pertemuan kedua “Nietzsche dan Cyborg” kita akan berdiskusi tentang konsep “manusia atas” dari Nietzsche yang telah mengantisipasi realitas pasca-humanisme antara manusia dan mesin.

Pertemuan ketiga Neurofilosofi dan Manusia Digital akan membahas perkembangan baru dalam neurofilosofi yang telah banyak mengubah pemahaman kita tentang kesadaran di era digital. Pertemuan terakhir “Panpsikisme dan Kesadaran Digital” akan membahas sejauh mana dunia digital mendukung panpsikisme yaitu sebuah pemahaman bahwa semua hal termasuk benda-benda yang ada di dunia memiliki kesadarannya masing-masing.

BACA JUGA:

4 Cara Menghadapi Quarter Life Crisis, Mulai dari Self Talk

Koordinator program edukasi Komunitas Salihara Arts Center, Rebecca Kezia memaparkan bagaimana teknologi berkembang begitu pesat dan memainkan peran penting terutama di masa pandemi ini. “Kita melihat dan merasakan bagaimana teknologi berkembang pesat dan sejumlah peranti di dalamnya memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Apalagi di masa pandemi yang membatasi ruang gerak kita di dunia fisik, kian mempercepat keakraban kita dengan teknologi dan ruang-ruang digital,” jelas Rebecca. Ia menambahkan bahwa sesuai dengan tujuan kelas filsafat, Komunitas Salihara ingin mengajak publik memaknai perubahan dan kenyataan hari ini melalui pemikiran filsafat dari sejumlah tokoh penting seperti Nietzsche, Kant, Marx hingga prinsip pemikiran Buddhisme.

Program Kelas Filsafat ini niscaya dapat merawat ruang berpikir kritis publik melalui sejarah dan teori para pemikir dunia. Rebecca juga mengatakan bahwa Komunitas Salihara selalu mengambil tema-tema yang spesifik berkaitan dengan isu sosial, politik, bahkan fenomena-fenomena terkini di dunia digital yang semakin marak selama pembatasan sosial di masa pandemi. Tema pilihan tersebut kemudian dilihat dari kacamata filsafat bukan sebagai kebenaran cara pandang yang tunggal tapi jalan untuk melihat suatu isu dengan lebih luas dan kritis.(Avia)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Album Billie Eilish 'Happier Than Ever' Rajai Tangga Lagu Inggris
ShowBiz
Album Billie Eilish 'Happier Than Ever' Rajai Tangga Lagu Inggris

Penjualan album kedua ini mencapai 39.000 penjualan.

Si Meong Kesepian Juga Main Tinder
Fun
Si Meong Kesepian Juga Main Tinder

Cara baru menemukan rumah bagi hewan peliharaan yang terlantar.

‘Honey Bee’ Kado Istimewa Rendy Pandugo untuk Sang Buah Hati
ShowBiz
‘Honey Bee’ Kado Istimewa Rendy Pandugo untuk Sang Buah Hati

Honey Bee menceritakan tentang isi hati Rendy sebagai seorang ayah yang dicurahkan melalui lirik.

Knalpot R9 Buatan Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Internasional
Fun
Knalpot R9 Buatan Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Internasional

Knalpot R9 Buatan Indonesia Unjuk Gigi di event dan pasar internasional

Ariana DeBose, Perempuan Kulit Berwarna Queer Pertama Pemenang Oscar untuk Akting
ShowBiz
Ariana DeBose, Perempuan Kulit Berwarna Queer Pertama Pemenang Oscar untuk Akting

Ariana DeBose membawa pulang aktris pendukung terbaik Oscar untuk versi karakternya

Cara Melatih Senyum Agar Tidak Terlihat Kaku dan Kikuk
Fun
Cara Melatih Senyum Agar Tidak Terlihat Kaku dan Kikuk

Senyum yang lebar dan rileks bisa diperoleh dari latihan otot wajah

Peningkatan Layanan Sales Mitsubishi Demi Puaskan Konsumen
Fun
Peningkatan Layanan Sales Mitsubishi Demi Puaskan Konsumen

Memberikan pelayanan yang maksimal kepada konsumen menjadi hal penting bagi PT Mitsubishi

Eka Gustiwana dan Sara Fajira Isi Soundtrack Indonesia Esports Legends
ShowBiz
Eka Gustiwana dan Sara Fajira Isi Soundtrack Indonesia Esports Legends

Melalui single ini Eka dan Sara ingin mendukung para pro player.

Elvan Saragih Tunjukan Eksistensi Bermusik Lewat ‘Kau Ulangi Lagi’
ShowBiz
Elvan Saragih Tunjukan Eksistensi Bermusik Lewat ‘Kau Ulangi Lagi’

Bercerita tentang seseorang yang sering mengulangi kesalahan.

Trailer Film 'Ben & Jody' Resmi Dirilis
ShowBiz
Trailer Film 'Ben & Jody' Resmi Dirilis

Trailer serta poster film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko yakni 'Ben & jody' telah resmi dirilis