Dunia Pendidikan Disebut sebagai Incaran Teroris Sebarkan Radikalisme Abdul Fickar Hadjar. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

MerahPutih.com - Semua pihak harus mewaspadai gerakan teroris dalam merekrut anggota. Berbagai macam cara dilakukan agar ajaran mereka diterima utamanya kepada kaum muda.

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, dunia pendidikan menjadi incaran yang paling besar digunakan oleh para teroris untuk mengembangkan gerakannya. Pola perkembangannya adalah dengan modus mengajarkan agama dengan ideologi yang radikal.

“Dengan cover pendidikan keagamaan itu kemudian ideologi atau ajaran yang membawa orang menjadi radikal, lebih banyak didekati dengan modus pendidikan keagamaan,” ucapnya di Jakarta, Kamis (28/8).

Baca Juga:

Densus 88 Tangkap 13 Tersangka Teroris Jaringan JI dan JAD

Maka itu, ia menyarankan kepada guru dan lembaga pendidikan untuk ikut serta memerangi radikalisme dan terorisme.

Fickar juga mengatakan, cara mencegah para pelajar terjerumus pada ajaran radikal, harus dikuatkan pendidikan Pancasila, namun ia menyarankan cara penyampaiannya menggunakan dialog yang mudah diterima oleh pelajar agar mudah dipahami secara rasional dan tidak membuat bingung.

Selain itu, kata Fickar, pendidikan Pancasila tidak melulu sebagai mata pelajaran yang teoritis, tapi juga harus menerapkan perilaku sehari-hari sesuai dengan sila-sila yang ada dalam Pancasila.

“Pancasila kalau digali sesungguhnya itu ide atau ajaran yang sebenernya menjadi dasar pengajaran agama. Seperti Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa tentu itu sama dengan memahami ketuhanan, dalam perspektif Pancasila malah lebih luas. Demikian juga Sila kedua yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab,” jelas Fickar, seperti dikutip Antara.

Baca Juga:

8 Orang Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Aceh

Ia juga menjelaskan bahwa guru juga harus memahami mata ajar Pancasila yang tidak selalu tertuju pada penyampaian secara tertulis, tapi juga sejauh mana pesan-pesan lain yang diajarkan terimplementasi ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Sistem yang sekarang sudah bagus, dalam arti Pancasila masih jadi bagian dari materi yang diajarkan di sekolah. Namun ketika di sekolah hanya diletakkan sebagai mata pelajaran, itu kekeliruan memandang pendidikan Pancasila menurut saya,” jelas Fickar.

Ia mengatakan, pola penilaian guru kepada muridnya tidak cukup dengan ujian tertulis tapi juga perilaku sehari-hari dan pengamatan sikap anak-anak sejauh mana solidaritas antar murid dan toleransi terhadap setiap perbedaan di sekolahnya.

“Tidak hanya pelajaran tapi praktek dalam menerapkan nilai Pancasila dalam kegiatan siswa sehari-hari,” tutupnya. (*)

Baca Juga:

Indonesia dan Timor Leste Jalin Kerja Sama untuk Penanggulangan Terorisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Eksistensi G20 Dipertanyakan Karena Perang di Ukraina
Indonesia
Eksistensi G20 Dipertanyakan Karena Perang di Ukraina

Permasalahan geopolitik yang memberikan tantangan tersendiri bagi Presidensi G20 Indonesia.

[HOAKS atau FAKTA]: Kuat Ma'ruf Dibebaskan Karena Bongkar Rahasia Ferdy Sambo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kuat Ma'ruf Dibebaskan Karena Bongkar Rahasia Ferdy Sambo

Beredar informasi berupa sebuah unggahan video di Facebook yang mengklaim Kuat Ma'ruf dibebaskan karena membongkar rahasia Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi. Informasi ini viral dan marak direspons oleh para pengguna Facebook.

Aturan Dapil dan Alokasi Kursi Disepakati KPU dan DPR
Indonesia
Aturan Dapil dan Alokasi Kursi Disepakati KPU dan DPR

Persetujuan itu dengan memperhatikan masukan dari anggota Komisi II DPR RI, Kemendagri, Bawaslu, dan DKPP.

Eks Dirut PNRI Kooperatif Bantu KPK dalam Kasus e-KTP
Indonesia
Eks Dirut PNRI Kooperatif Bantu KPK dalam Kasus e-KTP

Tim kuasa hukum Isnu memastikan kliennya akan kooperatif menjalani persidangan, untuk membuka tabir praktik korupsi e-KTP.

MAKI Nilai Ketua KPK Berpotensi Langgar UU Temui Lukas Enembe
Indonesia
MAKI Nilai Ketua KPK Berpotensi Langgar UU Temui Lukas Enembe

Menurut Boyamin, Pasal 36 tidak terlalu berlaku tetapi bisa jadi perdebatan karena Firli sebagai pimpinan KPK tidak boleh bertemu terperiksa, baik saksi ataupun tersangka

Klaim Tiap Hari Sidak WFO, Wagub DKI Minta Warga Jangan Takut Jadi Pengadu
Indonesia
Klaim Tiap Hari Sidak WFO, Wagub DKI Minta Warga Jangan Takut Jadi Pengadu

Pemprov DKI berjanji memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang berani melanggar aturan.

Dana Abadi Pendidikan Hampir Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Dana Abadi Pendidikan Hampir Capai Rp 100 Triliun

Rincian dana abadi sebesar Rp99,1 triliun tersebut meliputi dana abadi pendidikan Rp 81,1 triliun, dana abadi penelitian Rp 8 triliun, dana abadi perguruan tinggi Rp 7 triliun dan dana abadi kebudayaan Rp 3 triliun.

KA Pertama di Pulau Sulawesi Mulai Lakukan Uji Coba
Indonesia
KA Pertama di Pulau Sulawesi Mulai Lakukan Uji Coba

Kereta api di Sulawesi ini akan mampu melesat lebih cepat dan lebih nyaman daripada kereta api di Pulau Jawa.

Maknai Perayaan Imlek 2573, Jokowi Ajak Jadikan Pandemi Momentum untuk Bangkit
Indonesia
Maknai Perayaan Imlek 2573, Jokowi Ajak Jadikan Pandemi Momentum untuk Bangkit

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2573.

Pj DKI 1 Minta Dinkes Elaborasi Usulan RS Khusus Anak
Indonesia
Pj DKI 1 Minta Dinkes Elaborasi Usulan RS Khusus Anak

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menyambut baik usulan Komisi DPRD DKI Jakarta soal pembangunan rumah sakit (RS) anak di ibu kota.