Dulu Ngotot Minta Gratis, Kini PKS Setuju Tarif MRT Normal MRT Jakarta (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurahman Suhaimi mengaku menerima kebijakan tarif kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta yang telah diberlakukan normal pada Senin (13/5).

Padahal pada waktu pembahasan ongkos MRT, Suhaimi paling ngotot menyuarakan transportasi berbasis rel itu digratiskan atau tak dipungut biaya bagi pengguna.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. Foto:http://jakarta.pks.id
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi. Foto:http://jakarta.pks.id

Dengan penerapan tarif normal MRT Jakarta, menurut Suhaimi, Pemprov DKI bisa mengetahui minat masyarakat menggunakan moda transportasi kereta kekinian itu.

"Pertama kan sudah digratiskan, kemudian separuh harga diskon 50 persen kemudian sekarang sudah kembali normal jadi itu menjadi sekaligus menjadi evaluasi di lapangan artinya kan itu bisa terukur kalau gratis full, kalau 50 persen yang naik sekian itu kan perhari bisa kita lihat," kata Suhaimi saat dikonfirmasi Senin (13/5).

Ketua Komisi B DPRD DKI ini menuturkan, bahwa dalam tiga bulan kedepan setelah pemberlakuan tarif normal ini Pemprov DKI bisa menilai minat masyarakat apakah menurun atau meningakat menggunakan MRT.

Dengan begitu, kata Suhaimi, Pemprov DKI akan lebih mudah menentukan kebijakan baru.

"Tiga bulan Kemudian sudah mulai kelihatan lah. Itu bisa menjadi bahan studi.Jadi kalau menurut saya dikembalikan ke tarif normal sih tidak apa - apa untuk mengukur perbandingan menentukan kebijakan dan mengevaluasi kebijakan yang sudah ditentukan," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta telah memberlakukan tarif normal pengoperasian kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta pada hari ini Senin, 13 Mei 2019.

Artinya, penumpang MRT tak bisa lagi menikmati diskon tarif sebesar 50 persen yang berlaku sejak 2 April 2019 hingga 12 Mei 2019.

Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Masyarakat mengikuti fase uji coba publik Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 1 dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, (23/3/2019). PT MRT Jakarta telah membuka kesempatan kepada masyarakat mengikuti fase uji coba publik mulai 12-24 Maret 2019 . Hingga hari ke-11 penyelenggaraan uji coba, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga kuota tiket yang disiapkan sebanyak sekitar 400 ribu hingga tanggal 23 Maret 2019 telah habis dipesan. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Pengoperasian tarif normal kereta berbasis rel itu sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Nomor 34 Tahun 2019 tentang Tarif Angkutan Perkeretaapian Mass Rapid Transit dan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit, tarif minimal MRT Jakarta adalah sebesar Rp3.000,00 dan tarif maksimal MRT Jakarta sebesar Rp 14.000,00.

Berikut rincian tarif yang ditetapkan untuk rute MRT Jakarta fase I Lebak Bulus hingga Bundaran HI:

- Lebak Bulus - Fatmawati Rp 4.000
- Lebak Bulus - Cipete Rp 5.000
- Lebak Bulus - Haji Nawi Rp 6.000
- Lebak Bulus - Blok A Rp 7.000
- Lebak Bulus - Blok M Rp 8.000
- Lebak Bulus - ASEAN Rp 9.000
- Lebak Bulus - Senayan Rp 10.000
- Lebak Bulus - Istora Senayan Rp 11.000
- Lebak Bulus - Bendungan Hilir Rp 12.000
- Lebak Bulus - Setia Budi Astra Rp 13.000
- Lebak Bulus - Dukuh Atas BNI Rp 14.000
- Lebak Bulus - Bundaran HI Rp 14.000. (Asp).

Kredit : asropih


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH