Dulu dan Sekarang, Perjalanan Mudik Naik Kereta Kini Lebih Nyaman Mudik naik kereta di zaman dulu bisa ada penumpang tiduran di lantai (Foto: Efenerr)

PERNAHKAH kamu merasakan mudik atau pulang ke kampung halaman dengan menggunakan moda kereta yang penuh dan berdesak-desakan? Bahkan di toilet juga terisi dengan penumpang? Perjalanan pulang kampung naik kereta kini tidak seperti itu lagi, tidak ada orang yang menggelar koran yang tidur di sembarang tempat. Lantas, pemandangan seperti apa sih mudik naik kereta zaman dulu yang berbeda dengan yang sekarang?

1. Stasiun yang penuh dan tidak tertib

Dulu dan Sekarang, Perjalanan Mudik Naik Kereta Kini Lebih Nyaman
Stasiun serta penumpang yang tidak tertib (Foto: Prima Hapsari)

Pada zaman awal-awal belum ramai sekuriti yang selalu berjaga di stasiun. Banyak sekali penumpang yang lalu-lalang secara bebas di rel-rel kereta.

Tidak menggunakan jembatan penyebrangan orang, hingga merokok. Namun, pemandangan tersebut sudah tidak bisa kita jumpai lantaran banyaknya sekuriti yang menjaga keamanan serta ketertiban penumpang demi keselematan kita sendiri.

2. Pengamen

Dulu dan Sekarang, Perjalanan Mudik Naik Kereta Kini Lebih Nyaman
Bahkan kereta memiliki radio alami yang bersumber dari pengamen yang berjalan dari setiap gerbong (Foto: Youtube/Bondhan Wahyu Sukmana)

Datang hampir setiap jam, saat mudik menggunakan kereta kelas ekonomi sering kita jumpai beberapa pengamen yang bernyanyi dari gerbong ke gerbong.

Kadang pengamen sering menghibur penonton yang lelah atau bosan. Kini pengamen tidak diperbolehkan lagi semenjak awal perubahan kereta ekonomi pada tahun 2015 - 2016.

Meski sempat diperdebatkan karena beberapa pengamen yang memiliki lisensi ingin bisa diperbolehkan mengamen di kereta. Hal itu tetap tidak diperbolehkan oleh pihak KAI demi alasan keamanan dan ketertiban.

3. Pedagang asongan

Dulu dan Sekarang, Perjalanan Mudik Naik Kereta Kini Lebih Nyaman
Tidak hanya pengamen, mulai dari pedagang asongan hingga pakaian turut mewarnai suasana dalam kereta (Foto: phinemo)

Sama halnya dengan pengamen, pedagang-pedagang yang menjual berbagai macam dagangan yang berbeda-beda kini tidak bisa kita temui lagi. Mulai dari berjualan oleh-oleh, pakaian, hingga beberapa mainan atau boneka. (riq)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH