Dukung Tapera, KSPI Minta Pemerintah Sediakan Rumah dan Berlaku Khusus WNI Warga melintas di depan rumah bersubsidi yang sedang dibangun, di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/5/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc

MerahPutih.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dukungan ini diberikan KSPI lantaran perumahan merupakan hak setiap warga negara.

Meskipun memberikan dukungan, KSPI meminta agar program ini dilakukan perbaikan. Salah satunya adalah, program ini berbentuk rumah dan hanya berlaku bagi WNI.

Baca Juga

Pemerintah Diingatkan Perbaiki Sejumlah Aturan di Program Tapera

“Karena perumahan itu adalah hak dasar rakyat, maka dalam program ini pemerintah harus menyedikan rumah. Bukan hanya mengumpulkan tabungan kemudian meminta peserta untuk membeli rumah sendiri,” kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (9/6).

Jika hanya berbentuk tabungan, lanjut Said Iqbal, maka buruh tetap saja akan kesulitan untuk membeli rumah. Menurutnya dengan membangun perumahan sendiri, seperti konsep Perumnas, pemerintah bisa menetapkan harga rumah yang murah.

"Jadi tidak melalui pengembang yang seringkali hanya berorientasi pada keuntungan," ujarnya.

Kendaraan melintas di depan rumah KPR-BTN subsidi di Batang Anai, Kab.Padangpariaman, Sumatera Barat. ANTARA/Iggoy El Fitra/pri.
Rumah subsidi Perumnas Dramaga di Bogor, Jawa Barat. Foto: MP/Andika Pratama

Said Iqbal melanjutkan, karena rumahnya dibangun oleh pemerintah, maka peserta bisa mendapatkan rumah dengan DP 0 rupiah. Hal yang lain, jangka waktu cicilan bisa dibuat lama agar lebih kecil dengan bunga 0%.

Baca Juga

Hippi DKI Nilai PP Tapera Bebani Pengusaha

“Oleh karena ini adalah program kepemilikan rumah, maka pesertanya adalah buruh yang belum memiliki rumah. Jika ini dijakankan, maka akan menjadi solusi bagi kaum buruh agar bisa memiliki rumah," tegas dia.

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Obon Tabroni. Menurutnya, dengan harga rumah yang semakin mahal, banyak buruh yang tidak bisa memiliki rumah.

Obon juga berpendapat, sebaiknya program ini berupa pengadaan rumah untuk buruh. Jangan hanya ngumpulin iuran, tetapi rumahnya tidak disediakan.

“Saya kira ini program baik yang harus kita dukung,” katanya.

Baca Juga

Simak! Potongan Gaji Tiap Bulan untuk Iuran Tapera

Namun demikian, Obon memberikan catatan, bahwa program ini jangan sampai memberatkan buruh.

“Untuk iuran, dari sisi pengusaha harusnya bisa ditingkatkan. Jangan hanya, 0,5%. Selain itu harus ada kontribusi dari pemerintah,” kata Obon Tabroni. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[FAKTA Atau HOAKS]: Sniper TNI Tembak Pesawat Tempur Israel
Indonesia
[FAKTA Atau HOAKS]: Sniper TNI Tembak Pesawat Tempur Israel

Beredar di media sosial (medsos) yang diunggah akun Facebook Roni Situmeang terkait sniper TNI menembak target pesawat tempur Israel di udara.

Pandemi COVID-19, Kementerian PUPR Borong Karet Petani
Indonesia
Pandemi COVID-19, Kementerian PUPR Borong Karet Petani

Kementerian PUPR memberikan role model pembelian karet petani tersebut kepada dinas-dinas PUPR di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya
Indonesia
Cara Sudin Bina Marga Jakarta Pusat Atasi Banjir di Jalan Raya

Ada tiga jalan raya yang menjadi prioritas Sudin Bina Marga dalam penanganan banjir ialah di Jalan Mas Mansyur, Gereja Ayam, dan Cempaka Putih.

Politisi Gerindra Tolak Rorotan Jadi Makam Khusus COVID-19
Indonesia
Politisi Gerindra Tolak Rorotan Jadi Makam Khusus COVID-19

Meski ini untuk pemakaman jenazah COVID-19, Pemprov DKI harusnya tetap memperlakukannya dengan tata cara penguburan yang harus baik dan memastikan lahan tanahnya pun baik.

Kepala BNPT Bertemu Eks Panglima Jamaah Ansharusy Syariah
Indonesia
Kepala BNPT Bertemu Eks Panglima Jamaah Ansharusy Syariah

Gunawan datang bersama dengan tokoh masyarakat dari Kelurahan Penatoi, Kabupaten Bima, NTB.

Pengelola Tebalik Kopi Langgar Protokol Kesehatan, Anies: Anda Tutup Sekarang!
Indonesia
Pengelola Tebalik Kopi Langgar Protokol Kesehatan, Anies: Anda Tutup Sekarang!

"Kenapa dilanggar? Ini bukan (soal) melanggar peraturan, ini soal nyawa. Anda tutup sekarang dan jangan diulangi," paparnya.

Tak Dapat Jumlah Pasti Demonstran Terpapar COVID-19, Dinkes DKI: Tanya Kapolda Metro
Indonesia
Tak Dapat Jumlah Pasti Demonstran Terpapar COVID-19, Dinkes DKI: Tanya Kapolda Metro

Saat ini para pendemo yang terpapar sedang menjalani isolasi di Wisma Pademangan, Jakarta Utara

 Dirut RSPI: Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia
Indonesia
Dirut RSPI: Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia

"Ada satu pasien meninggal dunia. Kondisinya jelek. Pasien meninggal kemarin (Kamis) dan sekarang sudah dimakamkan kelurganya," kata Syahril

Kepala Sekolah Bisa Gunakan Dana BOS Buat Beli Masker dan Alat Kebersihan
Indonesia
Kepala Sekolah Bisa Gunakan Dana BOS Buat Beli Masker dan Alat Kebersihan

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menetapkan Peraturan Mendagri Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana BOS pada Pemerintah Daerah.

Raja Dangdut Batal Jadi Saksi Ahli di Sidang Praperadilan Rizieq
Indonesia
Raja Dangdut Batal Jadi Saksi Ahli di Sidang Praperadilan Rizieq

Alamsyah Hanafiah mengungkapkan bahwa Raja Dangdut Rhoma Irama batal hadir sebagai saksi ahli dalam sidang praperadilan Rizieq.