Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan Logo Bank Indonsia. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI Seven Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar empat persen. Alasannya, perbaikan ekonomi di dalam dan luar negeri hingga inflasi yang diperkirakan rendah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, keputusan mempertahankan suku bunga dengan pertimbangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah.

Saat ini, suku bunga acuan BI termasuk yang terendah sejak 2016 dan itu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain suku bunga acuan, Bank Indonesia juga kembali tetap mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 3,25 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,75 persen.

Baca Juga:

Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Bagi Korporasi Belum Terserap

Bank Indonesia terakhir memangkas suku bunga acuan pada Juli 2020 dari 4,25 persen menjadi 4 persen. Total sejak Juli 2019 hingga September 2020 Bank Indonesia sudah memangkas 175 basis poin.

Perry menegaskan, dalam pemulihan ekonomi, BI menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas termasuk dukungan bank sentral kepada pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020.

Selain itu, BI memperpanjang pemberian insentif berupa pelonggaran giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 basis poin bagi perbankan yang menyalurkan kredit UMKM, ekspor impor, dan kredit non UMKM sektor prioritas hingga 30 Juni 2021.

Paling tidak, hingga 15 September 2020 Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp662,1 triliun.

Gubernur Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonsia Perry Warjiyo. (Foto: Antara).

Perry berjanji akan menempuh kebijakan lanjutan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional, dengan mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap prospek perekonomian Indonesia.

“Koordinasi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Baca Juga:

Keluarkan Berbagai Kebijakan, OJK Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH