Dukung Paslon Ma-Ju, Tenaga PMK Langsung Dipecat Fahrul Suganda, pegawai outsourcing PMK Surabaya menerima surat pemecatan karena mendukung calon di pilkada. (Foto: MP/Istimewa)

MerahPutih.com- Salah satu anggota Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya langsung dipecat karena mendukung pasangan calon wali Kota Surabaya Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU).

Fahrul Suganda, pegawai outsourcing PMK ini menerima surat pemecatan nomer 880/4931/436.7.6/2020.

Kepala PMK Kota Surabaya Dedi Irianto menyatakan belum mengetahui pemecatan tersebut. Bahkan, ia mengarahkan untuk konfirmasi langsung kepada Kabag Operasional Damkar Bambang Vistiadi.

Baca Juga:

NasDem Surabaya Janjikan 15 Ribu Suara Buat Eri-Armuji

“Kalau saya yang jawab masalah itu salah, soalnya saya enggak tahu. Coba tanya ke Pak Bambang saja,” ujar Dedi, saat dikonfirmasi awak media, Rabu, (25/11).

Dedi berdalih, anggota PMK Kota Surabaya tersebut jumlahhyaencapai ratusan personel. Dengan jawaban tersebut, ia mengaku tak mengingat satu per satu anggotanya.

“Mungkin pegawai kontrak itu sepertinya. Soalnya yang tanda tangan kan Pak Bambang. Saya enggak hafal satu per satu. Kan personel PMK Surabaya itu ada 800 pasukan,” tegas Dedi.

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) merilis hasil surveinya dengan menyebut Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju) unggul tipis dari penantangnya, Eri-Armuji (Erji) di Pilkada 2020. ANTARA/HO-Zuki-UINSA
Ilustrasi - Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) merilis hasil surveinya dengan menyebut Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Machfud Arifin dan Mujiaman (Maju) unggul tipis dari penantangnya, Eri-Armuji (Erji) di Pilkada 2020. ANTARA/HO-Zuki-UINSA

Secara terpisah, Kabag Operasional PMK Kota Surabaya Bambang Vistiadi membenarkan adanya kabar tersebut. Bahwa memang yang bersangkutan telah mengakuinya.

“Iya, ada dokumentasi dia saat menggunakan atribut dan menghadiri acara dukungan calon wali kota. Yang jelas, yang bersangkutan sudah mengakui yang dia dilakukan,” ucap Bambang.

Baca Juga:

Sekolah Tatap Muka SMP di Surabaya Dimulai Awal Desember

Ia menambahkan, yang bersangkutan menyalahi aturan karena menampakkan dukungan salah satu pasangan calon. Aturannya sudah jelas ASN harus netral.

“Prinsipnya cuma satu, kita ini PMK harus netral. Kita mengantisipasi jangan sampai timbul kelompok. PMK juga tak mengenal hari Minggu. Terlebih jika ada pasukan cadangan,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Eri-Armuji Unggul Telak di Putaran Kedua Debat Pilkada Surabaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setneg tak Izinkan Formula E Digelar di Monas, PSI: Dibatalkan Saja
Indonesia
Setneg tak Izinkan Formula E Digelar di Monas, PSI: Dibatalkan Saja

Justin menilai, dengan adanya penolakan ini, sebaiknya Pemprov DKI meninjau kembali event mobil balap berenergi listrik itu

Rezim Jokowi Dinilai Tabrak UU Tempatkan Jenderal Polisi Aktif di Kementerian
Indonesia
Rezim Jokowi Dinilai Tabrak UU Tempatkan Jenderal Polisi Aktif di Kementerian

setidaknya ada tiga jenderal polisi aktif duduk di kementerian.

[HOAKS atau FAKTA] Bupati Pasuruan Ajak Warga Galang Dana Tangani COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bupati Pasuruan Ajak Warga Galang Dana Tangani COVID-19

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan memberikan klarifikasi terkait akun tersebut.

Sosok Gus Yaqut Simbol Kembalinya Kementerian Agama ke Tangan Kaum Nahdliyin
Indonesia
Sosok Gus Yaqut Simbol Kembalinya Kementerian Agama ke Tangan Kaum Nahdliyin

Simbol kembalinya Kementerian Agama ke tangan kaum Nahdliyin.

Susur Sungai Berujung Maut, Pencarian Siswa SMP Turi Sleman Berlanjut hingga Dini Hari
Indonesia
Susur Sungai Berujung Maut, Pencarian Siswa SMP Turi Sleman Berlanjut hingga Dini Hari

BPBD beserta bekerja sama dengan tim SAR pihak kepolisian serta relawan hingga kini masih mencari siswa yang hilang.

Dua Pekan Berlalu, Kasus Kematian Editor Metro TV Masih Misterius
Indonesia
Dua Pekan Berlalu, Kasus Kematian Editor Metro TV Masih Misterius

"Jangan berandai-andai, penyidik lebih tahu kan bisa saja orang lewat, masak tiap orang lewat dicurigai," ujarnya

Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Bareskrim
Indonesia
Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Bareskrim

Kejaksaan Agung sudah memberikan sanksi kepada Jaksa Pinangki

Ketua PA 212 Duga Pelemparan Batu ke Rumahnya Terkait Rencana Aksi
Indonesia
Ketua PA 212 Duga Pelemparan Batu ke Rumahnya Terkait Rencana Aksi

Pelaku disebut berjumlah dua orang berboncengan sepeda motor.

Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan
Indonesia
Kasus COVID-19 di Sekolah Akibat Minimnya Persiapan Protokol Kesehatan

Wiku menjelaskan sekolah yang sudah diizinkan tatap muka adalah sekolah dari zonasi hijau tanpa kasus, dan zona kuning melalui prakondisi dan menentukan waktu yang tepat.

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Proyek Terkait Kasus Bupati Kutai Timur
Indonesia
Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Proyek Terkait Kasus Bupati Kutai Timur

Penggeledahan terkait kasus dugaan suap terkait proyek-proyek di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.