Dukung Jokowi, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Politikus Ferdinand Hutahaean memutuskan mundur dari Partai Demokrat.

Pria yang dikenal vokal ini mundur marena mengklaim berbeda pandangan dengan garis partai.

“Pemerintah sdg bekerja keras, tp disisi lain ada sekelompok org berpolitik utk kelompok bahkan tega rusak NKRI, sy akan lawan. SAYA MEMUTUSKAN UNTUK PERGI DAN AKAN MENGUNDURKAN DIRI..!” demikian seperti dikutip dari akun Twitter @FerdinandHaean3, Minggu (11/10).

Baca Juga:

Jokowi Diminta Buka Ruang Dialog dengan Buruh Bahas UU Cipta Kerja

Dia menyampaikan, apabila sekarang memilih mundur dari Partai Demokrat, karena lebih soal prinsip dan keyakinan politik. Menurutnya, jalan politik kebangsaan yang diyakini terlepas apakah salah atau benar sehingga memilih mendukung pemerintah.

“Skrg sy mendukung pemerintah bkn mendukung Jokowi sbg pribadi. Pemimpin akan datang dan pergi tp negara tak akan pergi. Dan sy sll berpolitik utk bangsa.”

Dia pun membantah tudingan warganet apabila dirinya menjilat kekuasaan.

“Jd kalau ada yg menuduh sy penjilat, dan menjilat utk dpt jabatan skrg, sy hrs tertawakan dia krn dia tak kenal dgn FERDINAND HUTAHAEAN.”

Baca Juga:

Anies Akui Tak Bisa Berpendapat di Hadapan Jokowi Soal UU Cipta Kerja

Ferdinand memang terdengar kencang mendukung pemerintahan Jokowi. Hal itu berbeda sikap dengan keputusan garis partai.

Dalam hal UU Cipta Kerja, dia pun mendukung pengesahan beleid sapu jagat tersebut.

"UU Ciptaker itu rohnya Pancasila. Tujuannya mewujudkan cita-cita kemerdekaan yaitu masyarakat yang makmur, sentosa dan sejahtera serta berkeadilan sosial..!!" katanya lewan akun @FerdinandHaean3). (Knu)

Baca Juga:

Jokowi: UU Cipta Kerja Perbaiki Kehidupan Pekerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Serpong Terkontaminasi Radioaktif Nuklir, Bapeten Dituntut Audit SOP
Indonesia
Serpong Terkontaminasi Radioaktif Nuklir, Bapeten Dituntut Audit SOP

Tercecernya limbah radioaktif yang terjadi di Perumahan Batan Indah Serpong ini karena lemahnya prosedur

Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Djoko Tjandra ke Bareskrim
Indonesia
Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Djoko Tjandra ke Bareskrim

Pada Rabu (9/9), Dittipidum Bareskrim Polri melakukan ekspos atau gelar perkara kasus pemalsuan surat di Kejaksaan Agung

Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas
Indonesia
Dewas KPK Tolak Fasilitas Mobil Dinas

"Berdasarkan Perpres tentang penghasilan Dewas, sudah ada diberikan tunjangan transportasi. Sudah cukuplah itu. Begitu sikap kami," ujarnya.

Geger Dentuman Misterius di Jakarta Akhirnya Terungkap
Indonesia
Geger Dentuman Misterius di Jakarta Akhirnya Terungkap

Suara dentuman misterius yang menggemparkan warga Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Minggu (20/9) malam dan Senin (21/9) pagi akhirnya terungkap.

Kebijakan Luhut soal Ojol Bikin Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 tidak Jelas
Indonesia
Kebijakan Luhut soal Ojol Bikin Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19 tidak Jelas

"Permenhub ini memukul mundur semangat sejumlah pihak dalam pencegahan penyebaran COVID-19," kata Ferdian

Anies Terbitkan Kepgub Bansos Bagi Warga Terdampak PSBB
Indonesia
Anies Terbitkan Kepgub Bansos Bagi Warga Terdampak PSBB

Surat dengan nomor 386 Tahun 2020 itu ditandatangani Anies pada Kamis (16/4)

Dua Kali Mangkir, KPK Panggil Lagi Zulhas di 'Jumat Keramat'
Indonesia
Dua Kali Mangkir, KPK Panggil Lagi Zulhas di 'Jumat Keramat'

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Ketua Umum PAN periode 2015-2020 Zulkifli Hasan hadir dalam panggilan ke tiga

Kejagung Tetapkan Kajari Indragiri Hulu Tersangka Pemerasan 64 Kepala Sekolah
Indonesia
Kejagung Tetapkan Kajari Indragiri Hulu Tersangka Pemerasan 64 Kepala Sekolah

diduga melakukan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatannya.

 RUU Ketahanan Keluarga Melegitimasi Perempuan Sebagai Pemain Belakang
Indonesia
RUU Ketahanan Keluarga Melegitimasi Perempuan Sebagai Pemain Belakang

Hubungan keluarga, sarat dengan kearifan masing-masing budaya yang tidak dapat digeneralisasikan

Persahabatan Ormas Islam Ajak Seluruh Pihak Atasi Pandemi COVID-19
Indonesia
Persahabatan Ormas Islam Ajak Seluruh Pihak Atasi Pandemi COVID-19

LPOI/LPOK juga mendorong agar masyarakat tidak menggunakan simbol-simbol agama untuk perbuatan tidak baik