Dukung Gibran Maju Pilwalkot Solo, Mantan Pengacara Habib Rizieq: Jangan Ada yang Menghalangi Relawan Gibran Rakabuming Raka bersama para pendukungnya di DPD PDIP Jawa Tengah, Kamis (12/12). (Foto: MP/Ismail)

MerahPutih.com - Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mendukung Gibran Rakabuming Raka di Pilwalkot Solo 2020.

Kapitra menegaskan, selama tidak melanggar undang-undang, maka keikutsertaan putra Presiden Joko Widodo itu di pilkada tidak bisa dihalangi oleh siapa pun.

Baca Juga:

Gibran Blusukan di Pasar Bagikan Kalender, Purnomo Blusukan Pantau Harga Sembako

"Jadi selagi undang-undang tidak melarang untuk muncul, ya tidak ada yang menghalanginya. Dia mau bisnis, dia mau masuk tentara, dia masuk politik, atau dia mau kompetisi di pilkada itu hak asasinya," tegas Kapitra kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/12).

Kapitra Ampera, mantan kuasa hukum Rizieq Shihab. (Foto: MP/Fadhli)
Kapitra Ampera, mantan kuasa hukum Rizieq Shihab. (Foto: MP/Fadhli)

Ia menjelaskan, aji mumpung hanyalah pendapat orang soal etika dalam berpolitik, tapi tidak mempunyai konsekuensi hukum apa-apa terhadap Gibran yang mengikuti kontestasi politik di Solo.

"Itu orang hanya bicara dari aspek etika. Etika itu tidak punya konsekuensi langsung dengan hukum. Karena kita bicara tentang hukum, ya dia boleh, dia punya hak, dia mau anak presiden atau tidak tapi dia punya hak, jadi enggak usah kita ributkan," kata dia.

Menurut praktisi hukum ini, pendapat aji mumpung yang disematkan ke Gibran hanya sebagai "bumbu" penilaian orang-orang soal keikutsertaan pengusaha kuliner itu sebagai bakal calon Wali Kota Solo.

"Jadi persepsi atau opini itu hanya bumbu dari orang yang mencarikan pembenaran atas penilaiannya terhadap seseorang, terhadap orang lain dengan berbagai pro dan kontra," ucap dia.

Baca Juga:

Temui Belasan Tokoh Senior PDIP Solo, Gibran: Saya Harus Belajar Dari Mereka

Kapitra melanjutkan, opini atau penilaian itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menghalangi Gibran maju di pilkada Solo.

Bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka blusukan di Pasar Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/12). (Foto: MP/Ismail)
Bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka blusukan di Pasar Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (18/12). (Foto: MP/Ismail)

Pasalnya, dalam UUD 1945 negara menjamin hak asasi warganya untuk menjadi apapun di negeri ini, termasuk hak politik untuk memilih dan dipilih.

"Boleh enggak oleh undang-undang dia mencalonkan diri? Boleh. Karena hak masyarakat ini tidak bisa dibatasi oleh opini maupun oleh asesmen orang lain, tetapi dia hanya bisa dibatasi hak asasi orang oleh undang-undang. Itu kata UUD Pasal 28 E," sambungnya. (Knu)

Baca Juga:

Dinilai Tak Punya Prestasi Apa-Apa, PA 212 Ogah Dukung Gibran di Pilwalkot Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Proses PPDB Picu Keberatan dan Sulitkan Orang Tua Peserta Didik
Indonesia
Proses PPDB Picu Keberatan dan Sulitkan Orang Tua Peserta Didik

KPAI mengakui banyak keluhan dari masyarakat terkait proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

KPK Eksekusi Mantan Dirut PT INTI ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Eksekusi Mantan Dirut PT INTI ke Lapas Sukamiskin

Eksekusi Darman berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Djarot Saiful Hidayat Nilai Machfud Arifin Kebanyakan Retorika
Indonesia
Djarot Saiful Hidayat Nilai Machfud Arifin Kebanyakan Retorika

Djarot menilai, sang lawan, Mahfud Arifin kurang begitu paham pemerintahan yang baik.

Nuning: Pembakaran Bendera PDIP Jadi Embrio Perpecahan Bangsa, Harus Diusut Tuntas!
Indonesia
Nuning: Pembakaran Bendera PDIP Jadi Embrio Perpecahan Bangsa, Harus Diusut Tuntas!

Nuning yang pernah menjadi anggota DPR dari Fraksi PDIP periode 1999-2004 itu mengaku hatinya ikut terluka melihat bendera partai berlambang banteng moncong putih itu dibakar

Duit Rp430 Juta Warga Pelanggar PSBB DKI Transisi Masuk Kantong Pemprov
Indonesia
Duit Rp430 Juta Warga Pelanggar PSBB DKI Transisi Masuk Kantong Pemprov

Duit ratusan juga itu berasal dari sanksi denda 1.380 pelanggar PSBB Transisi.

BPS: Perekonomian Indonesia Hanya Tumbuh 2,9 Persen
Indonesia
BPS: Perekonomian Indonesia Hanya Tumbuh 2,9 Persen

Hal ini tak lepas dari adanya pandemi COVID-19 yang menyerang hampir seluruh sendi kehidupan manusia.

Skandal Djoko Tjandra-Pinangki, KPK Siap Telaah Bukti "Bapakmu-Bapakku"
Indonesia
Skandal Djoko Tjandra-Pinangki, KPK Siap Telaah Bukti "Bapakmu-Bapakku"

oordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman akan menyerahkan bukti tambahan terkait skandal suap Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Mahfud MD Nilai Polisi Jual Masker Hasil Sitaan Tak Melanggar Hukum
Indonesia
Mahfud MD Nilai Polisi Jual Masker Hasil Sitaan Tak Melanggar Hukum

Polisi yang menjual masker hasil sitaan tidak melanggar hukum.

Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya
Dunia
Klaster Baru COVID-19 Pasar Xinfadi Tiongkok, Begini Prediksi Para Ahli Terkait Asal Mulanya

Kemungkinan berasal dari masuknya daging dan ikan dari berbagai negara ke pasar grosir terbesar di Beijing tersebut.

Jaksa KPK Hadirkan Mantan Menag Jadi Saksi Eks Ketum PPP
Indonesia
Jaksa KPK Hadirkan Mantan Menag Jadi Saksi Eks Ketum PPP

Selain Lukman, saksi yang dijadwalkan dihadirkan, yakni Sekretaris DPW PPP Jawa Timur Norman Zein