Dugaan Salah Tembak, 12 Anggota Satgas Tinombala Ditarik ke Jakarta Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Merahputih.com - 12 anggota Satgas Tinombala ditarik ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan terkait investigasi kasus dugaan salah tembak yang mengakibatkan dua petani di Poso, Sulawesi Tengah, meninggal dunia.

"Sebanyak 12 orang anggota tim Satgas Tinombala sudah ditarik dari daerah operasi ke Jakarta. Saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Biro Provost Div Propam Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono, Selasa (7/7).

Baca Juga

Perintah Terakhir Anak Buah John Kei: Nus Kei Cs Harus Mati!

Terkait proyektil peluru saat ini sedang diperiksa di Puslabfor Bareskrim Polri. Dari hasil investigasi, diketahui bahwa lokasi penembakan yakni KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, merupakan zona merah yang kerap terjadi kontak senjata antara satgas dengan kelompok teroris.

"Demi menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut, dibentuk Pos Sekat sebagai kontrol, yakni bagi setiap warga yang hendak keluar atau masuk wilayah KM 09 harus lapor petugas terlebih dulu," tutur Awi.

Saat kejadian, anggota Satgas Tinombala telah melakukan prosedur semestinya dan pada 2 Juni 2020 sore, kondisi cuaca sedang hujan sehingga tidak ada masyarakat yang pulang.

Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

Saat itu kedua korban memasuki area KM 09 dengan tidak melapor ke petugas Pos Sekat terlebih dulu. "Sehingga aturannya, tim yang bertugas patut mewaspadai dan menghadang orang tak dikenal," katanya.

Awi menambahkan, petugas telah bertindak sesuai prosedur operasi standar dengan berteriak agar jangan bergerak/ jangan melarikan diri.

"Peringatan awal itu tidak dihiraukan sehingga petugas memberi tembakan peringatan, namun orang tersebut masih berupaya melarikan diri kemudian petugas melakukan penembakan mengakibatkan keduanya meninggal dunia," paparnya.

Baca Juga

Dibekali Sajam, Anak Buah John Kei: Jika Ada yang Mengadang, Hantam!

Sebelumnya, sebagaimana dikutip Antara, dua petani asal Dusun Sipatuo, Desa Kilo, Poso yakni Syarifudin (25) dan Firman (17) ditemukan tewas saat tengah memanen kopi di kebun pada Selasa (2/6). (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tak Mematikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] COVID-19 Tak Mematikan

”SUDAH SAATNYA AKHIRI DRAMA SINETRON COVID’19.(CORONA)

Wagub DKI Tunggu Jawaban Kemendikbud Soal Lokasi 25 Klaster PTM
Indonesia
Wagub DKI Tunggu Jawaban Kemendikbud Soal Lokasi 25 Klaster PTM

Pemprov DKI tengah menunggu jawaban Kemendikbud soal adanya temuan 25 klaster COVID-19 di masa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM).

KPK Tahan Bupati Kolaka Timur
Indonesia
KPK Tahan Bupati Kolaka Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung nenahan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Anzarullah.

Gugatan Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak Mentah-mentah Pengadilan
Indonesia
Gugatan Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak Mentah-mentah Pengadilan

Gagal sudah upaya Partai Demokrat kubu Moeldoko untuk mendapat pengesahan pemerintah.

Update Kasus Corona DKI Jumat (20/11): 124.243 Positif, 113.739 Orang Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Jumat (20/11): 124.243 Positif, 113.739 Orang Sembuh

Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 140.752

Gonjang-Ganjing KPK
Indonesia
Gonjang-Ganjing KPK

Izin pro justicia KPK itu lebih lambat daripada tindak pidana umum lain yang diusut oleh penegak hukum

Sistem Kemitraan Perkuat UMKM
Indonesia
Sistem Kemitraan Perkuat UMKM

Sistem kemitraan antara perusahaan besar dengan UMKM tercantum dalam Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan
Indonesia
Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan

Pihaknya juga tengah membenahi apa yang ada di dalam rutan Salemba

Soal Pilihan Wali Kota Jakpus, DPRD DKI Sepakat dengan Usulan Anies
Indonesia
Soal Pilihan Wali Kota Jakpus, DPRD DKI Sepakat dengan Usulan Anies

DPRD akan melayangkan surat kepad Anies Baswedan mengenai hasil fit and proper test Dhany Sukma yang bakal menjadi Wali Kota Jakarta Pusat.

Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI
Indonesia
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI

"Kami meminta agar lapak yang nanti ada itu menjadi lapak yang layak untuk di tempati para pedagang," urainya.