Dugaan Potensi Gempa Megathrust di Sukabumi, Begini Penjelasan BMKG Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Ancaman megathrust atau gempa dengan kekuatan dahsyat yang bakal melanda wilayah Sukabumi bukan bermaksud untuk menakut-nakuti atau menebar kecemasan.

Berdasarkan hasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya potensi gempa magnitudo 8,7 di Sukabumi karena wilayah pesisirnya secara tektonik berhadapan dengan megathrust Samudera Hindia dengan subduksi lempeng aktif yang memiliki aktivitas kegempaan tinggi.

Baca Juga:

BMKG: Masyarakat di Seputaran Titik Gempa Segera Jauhi Pantai

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono fakta dari kajian tersebut bukan merupakan prediksi waktu kapan akan terjadi gempa.

Hasil kajian BMKG yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan bahwa zona megathrust Selatan Sukabumi memiliki magnitudo gempa tertarget yaitu M 8,7.

BMKG memberikan penjelasan terkait potensi gempa megathrust di Sukabumi
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (Foto: antaranews)

"Kajian potensi bahaya sangat penting dilakukan untuk tujuan mitigasi dan pengurangan risiko bencana, bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, " kata Rahmat dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (28/2).

Kajian potensi dilakukan agar pemerintah daerah dapat menyiapkan upaya mitigasi secara tepat dalam bentuk mitagasi struktural yaitu secara teknis atau non-teknis seperti pendekatan kultural.

Menurut Rahmat, gempa bukan sesuatu yang asing di daerah Selatan Jawa Barat dan Banten. Dengan catatan sejarah menunjukkan terjadi gempa kuat M 8,5 pada 22 Januari 1780, gempa M 8,1 pada 27 Februari 1903, dan 17 Juli 2006 dengan kekuatan M 7,8.

BMKG sendiri sudah melakukan pemodelan peta tingkat guncangan gempa (shakemap) dengan skenario gempa M 8,7 di zona megathrust menunjukkan dampak gempa di Sukabumi dapat mencapai skala intensitas VIII-IX MMI yang artinya dapat merusak bangunan.

Jika dimasukkan dalam model tsunami dengan skenario tersebut maka di wilayah Pantai Sukabumi diperkirakan adanya potensi mengalami status "Awas" dengan ketinggian tsunami berada di atas 3 meter.

Hal penting yang harus dipahami oleh masyarakat bahwa besarnya magnitudo M 8,7 tersebut di atas adalah potensi hasil kajian dan bukan prediksi.

"Meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo di zona megathrust, akan tetapi hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan gempa akan terjadi, "tegas Rahmat.

Baca Juga:

Guncangan Gempa M 6,3 Bangkalan Dirasakan hingga Pangandaran

Karena itu BMKG sebagaimana dilansir Antara, meminta agar pemerintah mempertimbangkan peta rawan bencana dalam penataan ruang dan wilayah, termasuk wilayah pesisir yang aman dari tsunami. Selain itu perlu adanya upaya serius untuk memperkuat penerapan syarat pembangunan dengan struktur bangunan tahan gempa.

Sosialisasi harus dikuatkan untuk membuat masyarakat lebih siap menghadapi bencana seperti memahami cara penyelamatan saat terjadi gempa dan tsunami. Selain itu, jalur evakuasi dan shelter penyelamatan perlu juga dipersiapkan.(*)

Baca Juga:

Kronologi Tsunami Selat Sunda Versi BMKG

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Enggak 'Gentlemen' Tolak Perppu COVID-19, Ambyar Negara Ini!
Indonesia
DPR Enggak 'Gentlemen' Tolak Perppu COVID-19, Ambyar Negara Ini!

24 tokoh mengajukan gugatan uji materi Peraturan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dan Stabilitas Sistem Keuangan

  Presiden Jokowi Heran Masih Ada Kegaduhan Meski Pelaku Penyerangan Novel Sudah Ditangkap
Indonesia
Presiden Jokowi Heran Masih Ada Kegaduhan Meski Pelaku Penyerangan Novel Sudah Ditangkap

Semuanya, jangan ada spekulasi-spekulasi terlebih dahulu. Wong baru ditangkap kemarin," kata Jokowi

Pemkot Jakpus Kerap Dimarahi Warga Bila Wilayahnya Terkepung Banjir
Indonesia
Pemkot Jakpus Kerap Dimarahi Warga Bila Wilayahnya Terkepung Banjir

"Banjir itu tidak nyaman, jika banjir kita selalu disalahkan oleh masyrakat, padahal kita sudah kerja semaksimal mungkin," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi

 Data Pemprov DKI, 36.963 orang Rapid Test Corona 1.203 Dinyatakan Positif
Indonesia
Data Pemprov DKI, 36.963 orang Rapid Test Corona 1.203 Dinyatakan Positif

"Sampai dengan Minggu, 12 April 2020, total 36.963 orang menjalani rapid test, ada 1.203 orang dinyatakan positif COVID-19, dan 35.760 orang dinyatakan negatif," kata Ketua II Gugus Tugas Pemprov DKI, Catur Laswanto

[HOAKS atau FAKTA]: Terungkap, Penyebaran Virus Corona Bisa Terjadi Lewat Vaksin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terungkap, Penyebaran Virus Corona Bisa Terjadi Lewat Vaksin

Foto tersebut juga disertakan keterangan yang menuduh media telah memberitakan berita bohong.

Akademisi UI Nilai RUU Cipta Lapangan Kerja Untungkan UMKM
Indonesia
Akademisi UI Nilai RUU Cipta Lapangan Kerja Untungkan UMKM

Pemerintah Indonesia sejak awal virus merebak pada awal Maret 2020 telah menyiapkan ancang-ancang dengan menyiapkan jaring pengaman sosial; mulai dari bantuan paket sembako, pelatihan hingga proyek padat karya.

Imbas Corona, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat
Indonesia
Imbas Corona, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat

Masjid Istiqlal memastikan tak mengadakan ibadah salat Jumat sampai dua pekan ke depan.

Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA
Indonesia
Kementerian Agama Batalkan Ujian Nasional MTs dan MA

Kebijakan yang sama berlaku juga bagi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) MA dan MTs

PKS Minta Pemda DKI Tak Baper dengan Pernyataan Megawati
Indonesia
PKS Minta Pemda DKI Tak Baper dengan Pernyataan Megawati

Mardani meminta pernyataan Megawati dipahami secara positif sebagai cambuk memajukan ibu kota.

 Kemenkes Pastikan Spesimen Pasien Suspect Corona yang Meninggal di Cianjur Negatif
Indonesia
Kemenkes Pastikan Spesimen Pasien Suspect Corona yang Meninggal di Cianjur Negatif

"Saya sudah konfirmasi berapa kali ya di WA, itu negatif," kata Achmad dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Rabu (4/3) malam.