Dugaan Pidana Perbankan, Komisaris Utama PT Bosowa Diperiksa Tujuh Jam Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Tim penyidik Bareskrim Polri mencecar sebanyak 70 pertanyaan terhadap saksi kasus Bank Bukopin, Komisaris Utama PT Bosowa Corporindo EA untuk tersangka SA.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa EA itu diperiksa selama tujuh jam pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Menurut Ramadhan, tim penyidik Bareskrim Polri mempertanyakan seputar tugas dan fungsinya Komisaris Utama PT Bosowa Corporindo serta tanggung jawab pengawasannya.

Baca Juga:

Bank Asal Korea Ambil Alih Bukopin, Bosowa Gugat OJK

"Jadi yang ditanyakan kepada saksi EA itu seputar tugasnya sebagai Komisaris Utama Bosowa dan tanggung jawab atas perintah OJK," tuturnya kepada wartawan, Selasa (23/3).

Selain kakak kandung tersangka SA itu, tim penyidik Bareskrim Polri juga akan memanggil tujuh orang saksi lainnya yang diduga mengetahui peristiwa tindak pidana perbankan pada pekan ini.

"Ada saksi lain juga yang akan dipanggil penyidik Bareskrim Polri, kita tunggu saja," katanya.

Sebelumnya, Sadikin Aksa juga telah diperiksa terkait kasus dugaan mengabaikan perintah OJK pada Kamis (18/3).

Sadikin diperiksa oleh Bareskrim Polri selama kurang-lebih 10 jam. Selama pemeriksaan itu, Sadikin dicecar 53 pertanyaan.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menjelaskan soal penetapan Sadikin Aksa sebagai tersangka.

Mantan Direktur PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa. ANTARA/IC Senjaya
Mantan Direktur PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa. ANTARA/IC Senjaya

Helmy mengatakan, PT Bank Bukopin Tbk telah ditetapkan sebagai bank dalam pengawasan intensif oleh OJK karena permasalahan tekanan likuiditas sejak Mei 2018. Kondisi tersebut semakin memburuk sejak Januari hingga Juli 2020.

OJK kemudian mengeluarkan kebijakan di antaranya memberikan perintah tertulis kepada Dirut PT Bosowa Corporindo atas nama Sadikin Aksa melalui surat OJK nomor SR-28/D.03/2020 tanggal 9 Juli 2020.

Surat itu berisikan tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

"Akan tetapi PT Bosowa Corporindo tidak melaksanakan perintah tertulis tersebut," ujar Helmy.

Baca Juga:

Bareskrim Tetapkan Eks Dirut PT Bosowa Corporindo Tersangka

Surat dari OJK diterbitkan pada 9 Juli 2020.

Sedangkan Sadikin Aksa mengundurkan diri sebagai Dirut Bosowa Corporindo pada 23 Juli 2020.

"Pada tanggal 24 Juli 2020, SA (Sadikin Aksa) masih aktif dalam kegiatan bersama para pemegang saham Bank Bukopin maupun pertemuan dengan OJK pada tanggal 24 Juli 2020, namun tidak menginformasikan soal pengunduran dirinya sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo," jelas Helmy.

Akibat perbuatannya, Sadikin Aksa disangka melanggar Pasal 54 UU 21/2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Dia terancam hukuman penjara paling singkat 2 tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Ini Alasan Polisi Tak Tahan Keponakan JK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bodetabek Disesaki Warga Jakarta Pencari Hiburan, Wagub DKI: Itu Konsekuensi
Indonesia
Bodetabek Disesaki Warga Jakarta Pencari Hiburan, Wagub DKI: Itu Konsekuensi

Akibat Jakarta saat ini dalam situasi PSBB ketat, banyak warga Jakarta yang datang ke Bekasi untuk mencari hiburan

Anies Bakal Renovasi Ruang Kerja di Balai Kota DKI
Indonesia
Anies Bakal Renovasi Ruang Kerja di Balai Kota DKI

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bakal merenovasi ruang perangkat kerja di Balai Kota DKI dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan
Indonesia
Tersangka Kasus Pembobolan Bank BNI Maria Lumowa Makin Dekat ke Kursi Pesakitan

Bareskrim Polri melimpahkan tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (6/11).

Kudeta Kepemimpinan AHY Jadi Kesempatan Demokrat Naikkan Elektabilitas
Indonesia
Kudeta Kepemimpinan AHY Jadi Kesempatan Demokrat Naikkan Elektabilitas

Parpol-parpol oposisi, cukup berhasil memanfaatkan kemerosotan dukungan terhadap PDIP.

KPK Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus Terkait Kasus Bansos
Indonesia
KPK Periksa Legislator PDIP Ihsan Yunus Terkait Kasus Bansos

KPK sebelumnya telah memeriksa Muhammad Rakyan Ikram

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Momen Libur Panjang Menurun
Indonesia
Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Momen Libur Panjang Menurun

Sambodo mengatakan, angka kecelakaan selama libur panjang pekan ini menurun. Namun, dia masih belum menyampaikan datanya secara rinci.

KKP Bakal Benahi 25 Kampung Nelayan di 2021
Indonesia
KKP Bakal Benahi 25 Kampung Nelayan di 2021

Semua pembiayaan untuk program itu akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dilaksanakan melalui program padat karya.

Indramayu Temukan Perawat dan Keluarga Positif COVID-19, Satu 'Kabur' ke Jakarta
Indonesia
Berangkat ke KPU, Gibran-Teguh Naik Sepeda Onthel dan Pakai Blankon Sido Mukti
Indonesia
Berangkat ke KPU, Gibran-Teguh Naik Sepeda Onthel dan Pakai Blankon Sido Mukti

Pakaian yang dikenakan bakal calon adalah baju adat Jawa Solo berupa lurik dan blankon sido mukti.

Usut Suap Rp46 Miliar Nurhadi, KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti
Indonesia
Usut Suap Rp46 Miliar Nurhadi, KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti

KPK pun telah mengultimatim Tjandra Mindharta Gozali untuk hadir memenuhi panggilan penyidik pada hari ini.