Dugaan Keterlibatan "Orang Kuat", Dua Oknum Polisi yang Serang Novel Semakin Terancam Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo (tengah) saat menyampaikan perkembangan penangkapan tersangka penyerangan Novel Baswedan. ANTARA/Anita Permata Dewi

MerahPutih.com — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengapresiasi kerja keras pihak Polri yang telah menangkap dua orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada Kamis malam (26/12) di Cimanggis, Depok.

LPSK berharap kasus penyerangan terhadap Novel yang selama ini menyita perhatian publik bisa terungkap secara benderang.

Baca Juga:

Oknum Polisi Diciduk Dalam Kasus Novel Diharapkan Tidak 'Pasang Badan' Tutupi Aktor Utama

“LPSK berharap Polri bisa mengembangkan kasus ini secara transparan dan profesional, mengingat kedua pelaku merupakan anggota Polri aktif” ujar Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di Kantor LPSK, Cijantung, Jakarta, Sabtu (29/12).

Namun yang tidak kalah penting, LPSK menaruh perhatian yang besar terhadap keselamatan kedua pelaku beserta keluarganya.

Mengingat sulitnya Polri menangkap pelaku selama ini, LPSK menduga kasus yang menimpa Novel Baswedan merupakan kejahatan terencana, terorganisir rapi, dan pelakunya tidak tunggal.

"Mungkin saja masih ada pelaku utama atau aktor intelektual dalam kasus ini yang belum terungkap, dan aktor inilah yang sesungguhnya memiliki motif dalam kasus penyerangan Novel Baswedan," kata Hasto.

Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dukung Novel Baswedan di depan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (11/4). (MP/Dery Ridwansah)

Apalagi sedang ramai pemberitaan di media massa perihal keterlibatan "sosok kuat" yang diduga terlibat merencanakan penyerangan kepada Novel Baswedan.

Bila indikasi adanya aktor intelektual dalam kasus Novel semakin menguat, maka sesungguhnya tingkat ancaman kepada kedua pelaku dan bahkan mungkin juga keluarganya juga semakin besar.

“Oleh karena itu, LPSK meminta Polri untuk menjamin keselamatan bukan hanya kedua pelaku, namun juga untuk para keluarganya,” tutur Hasto.Baca Juga:

Tim Advokasi Ungkap Kejanggalan dalam Penangkapan Dua Oknum Polri Penyerang Novel

Menurut Hasto, keselamatan keluarga pelaku menjadi sangat penting agar tidak dijadikan alat intimidasi oleh aktor intelektual kepada kedua pelaku agar lebih memilih bungkam ketimbang memberikan kesaksian penting dalam pengungkapan kasus ini.

Hasto menjelaskan, sebenarnya LPSK sesuai kewenangan yang dimiliki bisa saja memberikan perlindungan kepada pelaku bila keduanya memilih untuk menjadi saksi pelaku. Dalam UU No 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban telah diatur mekanisme perlindungan kepada saksi pelaku atau yang lebih popoler dengan sebutan Justice Collaborator (JC) oleh LPSK.

Saksi pelaku sendiri adalah tersangka, terdakwa yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap suatu tindak pidana pada kasus yang sama.

“Kami menunggu hasil pemeriksaan Polri, bila dalam pengembangan kasus ini mengarah pada kebutuhan pelaku untuk menjadi JC, LPSK siap untuk memberikan perlindungan” pungkas Hasto. (Knu)

Baca Juga:

Dua Oknum Polri Ditangkap karena Serang Novel, PBNU: Masyarakat Jangan Berspekulasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
1.241 Pasien di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19.
Indonesia
1.241 Pasien di Secapa TNI AD Sembuh dari COVID-19.

Pagi ini tiga perwira mantan Secapa TNI AD mendonorkan plasma darahnya di RSPAD

Percepat Sertifikasi N219, PT DI Gunakan 2 Prototype
Indonesia
Percepat Sertifikasi N219, PT DI Gunakan 2 Prototype

Proses sertifikasi pesawat terbang N219 diantaranya meliputi pemeriksaan technical documents, ground test, flight test, dan conformity process.

Daya Beli Ningkat, UMKM Selamat
Indonesia
Daya Beli Ningkat, UMKM Selamat

Peningkatan daya beli, menjadi kunci memulihkan perekonomian. Daya beli atau konsumsi masyarakat merupakan motor penggerak perekonomian.

Ratusan Siswa Secapa AD Positif Corona Dikarantina, Masyarakat Diminta tidak Panik
Indonesia
Ratusan Siswa Secapa AD Positif Corona Dikarantina, Masyarakat Diminta tidak Panik

"Kita lakukan karantina dan kemudian kita larang untuk adanya pergerakan orang baik masuk ke dalam kompleks ataupun keluar dari dalam kompleks," ucap Yurianto

Pemerintah Tengah Negosiasi Beli Vaksin COVID-19 Tiongkok
Indonesia
Pemerintah Tengah Negosiasi Beli Vaksin COVID-19 Tiongkok

Pembelian ini, seiring menunggu hasil pembuatan vaksin COVID-19 yang sedang dikerjakan oleh Bio Farma.

Serikat Pekerja Sepakat, Omnibus Law Bak Mimpi Buruk Ditengah Pandemi
Indonesia
Serikat Pekerja Sepakat, Omnibus Law Bak Mimpi Buruk Ditengah Pandemi

RUU Omnibus law dinilai akan menciptakan ancaman terbukanya kemungkinan lingkungan dan sumber daya alam Indonesia untuk dieksploitasi oleh korporasi

BNN Selidiki Dugaan Bisnis Esek-Esek di Diskotik Golden Crown
Indonesia
BNN Selidiki Dugaan Bisnis Esek-Esek di Diskotik Golden Crown

“Kasurnya di ruangan karoke,” kata Deputi Pemberantasa BNN, Irjen Arman Depari

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Kejar Napi Asal Tiongkok ke Hutan Tenjo
Indonesia
Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Kejar Napi Asal Tiongkok ke Hutan Tenjo

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengungkapkan saat ini telah menurunkan anggota Brimob Polda Metro Jaya dan anjing pelacak (K-9) untuk mencari keberadaan Cai Changpan.

[HOAKS Atau FAKTA]: Habib Rizieq Gunakan Serban Berlogo Palu Arit
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Habib Rizieq Gunakan Serban Berlogo Palu Arit

Beredar foto bergambar wajah Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dengan menggunakan serban berlogo palu arit dan mulutnya terdapat sendal jepit berwarna hitam.

Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Suap Rp45,7 Miliar
Indonesia
Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Suap Rp45,7 Miliar

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menerima suap sebesar Rp45.726.955.000