Dua Unit Pelayanan Baru Siap Manjakan Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci Sejumlah calon jemaah calon haji mendengarkan bimbingan dari panitia penyelenggara ibadah haji saat tiba di Asrama Haji (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

MerahPutih.com - Kementerian Agama membentuk dua unit baru untuk pelayanan jamaah haji di Arab Saudi yaitu P3JH dan tim konsultasi ibadah. P3JH merupakan kependekan dari Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji yang bertugas untuk tim taktis evakuasi. Sementara tim konsultasi ibadah akan membuka konsultasi ibadah untuk jamaah.

Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir menjelaskan P3JH sebagai tim taktis mengisi titik kekosongan petugas layanan umum dan layanan kesehatan seperti saat prosesi ibadah haji di Mina. Kawasan Mina pada umumnya sangat penuh sesak dengan jamaah haji seluruh dunia.

Dalam keadaan itu terkadang ada jamaah haji yang perlu evakuasi sehingga harus digendong. Tim P3JH bertugas untuk hal itu. "Untuk memberi yang terbaik pada jamaah," kata Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (31/5).

Cek kesehatan jemaah haji
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jemaah haji (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Contoh lain, kata dia, jamaah berpotensi mengalami kondisi kelimpungan tisak dapat berjalan seperti saat lempar jumrah pertama atau ketika Mina Jamarat pada kepulangan jamaah. Jika tim masih kurang, kata dia, maka seluruh petugas haji Indonesia agar turut membantu evakuasi jamaah yang bergelimpangan karena terkendala berbagai kendala fisik.

Menurut Khoirizi, P3JH tidak tumpang tindih dengan tim kesehatan karena justru memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi jamaah. "P3JH bukan tim kesehatan. Tim kesehatan adalah tim pelayanan umum berbasis kesehatan tidak punya fungsi untuk pertolongan pertama," kata dia.

"Apa yang dilakukan P3JH ditindaklanjuti tim kesehatan untuk perawatan jamaah. Tidak ada 'overlapping' kerja P3JH dengan tim kesehatan," imbuh pejabat Kemenag itu, dilansir Antara.

Jemaah Haji Indonesia. Foto: ANTARA

Soal tim konsultan ibadah, Khoirizi mengatakan sebagai inovasi baru untuk pelayanan jamaah haji Indonesia. Tim tersebut akan membantu jamaah yang membutuhkan konsultasi ibadah. Para konsultan itu jumlahnya belasan yang bisa ditemui jamaah di kantor daerah kerja. Mereka juga mendatangi pemondokan jamaah yang membutuhkan konsultasi.

Khoirizi juga menjelasakan perbedaan tim konsultasi ibadah dengan pembimbing ibadah. Pembimbing, kata dia, mengedukasi memberi pencerahan kepada jamaah dan mengkoordinir jamaah di kloter. Fungsi pembimbing merangkap edukasi pembinaan menggunakan kekuatan bimbingan.

Sementara konsultan ibadah, kata dia, terdiri dari kalangan kiai dan ahli agama. Jika ada persoalan agama yang tidak bisa dijawab pembimbing maka konsultan ibadah dapat menjawabnya. "Contohnya konsultan ibadah dapat menjelaskan mengenai hukum agama termasuk persoalan kontemporer yang tidak bisa dijawab pembimbing," tandas dia. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH