Dua Tersangka Pembunuhan Anggota Laskar FPI Segera Duduk di Kursi Pesakitan Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

MerahPutih.com - Tim Penuntut Umum Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, membeberkan adanya kabar terbaru dalam kasus penembakan laskar FPI atau dugaan tindak pidana pembunuhan di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan pihaknya sudah melakukan pelimpahan perkara ke Pengadilan.

Baca Juga

Kelanjutan Perkara Penembakan Laskar FPI Kembali Tertunda

Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor: 187/KMA/SK/IX/2021, tanggal 16 September 2021, tentang Penunjukkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Nantinya, PN Jakarta Selatan bakal memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama terdakwa MYO dan FR. Keduanya merupakan anggota Polri.

"Iya kami telah melimpahkan dua berkas perkara (splitsing) dalam perkara dugaan tindak pidana pembunuhan di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ujar Leonard kepada wartawan, Rabu (6/10).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (ANTARA/HO-Humas Kejagung)
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (ANTARA/HO-Humas Kejagung)

Pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap dua orang terdakwa yaitu, primer Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menunggu penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk penetapan hari sidang," katanya.

Setelah dilakukan penelitian, kejaksaan menyatakan berkas perkara kedua tersangka dinyatakan lengkap atau P21. Selanjutnya dilakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti dari penyidik ke kejaksaan.

Baca Juga

Penyerahan Penembak Laskar FPI ke Kejaksaan Tertunda, Ada Apa?

Penyidik awalnya menetapkan tiga oknum anggota Polri sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap empat laskar FPI, di Cikampek, Jawa Barat.

Namun, salah satu tersangka lainnya atas nama Ipda Elwira Priyadi Zendrato meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan Pasal 109 KUHAP, karena yang bersangkutan telah meninggal maka penyidikan terhadapnya dihentikan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PAN Usul Pemprov DKI Tambah Anggaran Kapasitas Rumah Sakit Rujukan COVID-19
Indonesia
PAN Usul Pemprov DKI Tambah Anggaran Kapasitas Rumah Sakit Rujukan COVID-19

“Ke depan kami akan mengusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta agar membuat rencana-recana dan anggaran tambahan dalam menyikapi kelebihan kapasitas RS di Jakarta,” ujar Bambang

Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi
Indonesia
Jerat 2 Anak Buah Jokowi, KPK Dinilai Masih Punya Gigi

"Ya kami mendukung penuh langkah KPK, itu menunjukkan bahwa KPK masih memiliki gigi," kata Benny

Satire Pertanyaan Menohok ke Ketua KPK, Berani Jawab Enggak Firli Bahuri?
Indonesia
Satire Pertanyaan Menohok ke Ketua KPK, Berani Jawab Enggak Firli Bahuri?

Sebenarnya ini aksi teatrikal kami terkait dengan undangan terbuka kepada Ketua KPK Firli Bahuri

Dana Insentif Nakes Rp4,7 Miliar di Solo Cair Hari Ini
Indonesia
Dana Insentif Nakes Rp4,7 Miliar di Solo Cair Hari Ini

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah memastikan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) untuk bulan September hingga Desember 2020 segera cair.

Vaksin Merah Putih Dipastikan Masuk Program Vaksinasi Pemerintah
Indonesia
Vaksin Merah Putih Dipastikan Masuk Program Vaksinasi Pemerintah

Dalam pengembangan vaksin ini, tidak hanya menggunakan pendekatan medis, namun melibatkan unsur lain yang kompleks.

Ingin Jadi Komisioner KPU-Bawaslu? Begini Cara Daftarnya
Indonesia
Ingin Jadi Komisioner KPU-Bawaslu? Begini Cara Daftarnya

Pendaftaran akan dimulai pada 18 Oktober sampai 15 November 2021.

Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen
Indonesia
Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen

Sepekan penerapan PPKM Darurat di Kota Bandung baru mampu menurunkan 17 persen pergerakan manusia.

Perusakan Masjid Ahmadiyah, DPR Minta Masyarakat tidak Terprovokasi
Indonesia
Perusakan Masjid Ahmadiyah, DPR Minta Masyarakat tidak Terprovokasi

"Kejadian ini tidak boleh menyulut emosi kelompok mana pun, sebab negara selalu hadir lewat aparat penegak hukum (APH) dan tengah menanganinya," ujar Junimart

SIM yang Habis Masa Berlakunya 23 Sampai 30 Agustus Dapat Dispensasi
Indonesia
SIM yang Habis Masa Berlakunya 23 Sampai 30 Agustus Dapat Dispensasi

Polda Metro Jaya masih menyediakan lima gerai layanan SIM Keliling

PPP Tegaskan Pemerintah Punya Wewenang Larang FPI
Indonesia
PPP Tegaskan Pemerintah Punya Wewenang Larang FPI

Indonesia merupakan negara hukum