Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Anggota Menwa UNS Divonis 2 Tahun Penjara PN Surakarta menjatuhkan vonis pada dua terdakwa kasus pembunuhan anggota Menwa UNS Surakarta, Senin (4/4). (MP/Iamail)

MerahPutih.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Jawa Tengah akhirnya menjatuhkan vonis dua tahun penjara bagi kedua terdakwa kasus pembunuhan anggota Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sidang vonis berlangsung secara virtual di PN Surakarta, Senin (4/4).

Korban pembunuhan adalah Gilang Endi Saptura (21). Sementara itu, dua terdakwa adalah Faizal Pujut Juliono (22) dan Nanang Fahrizal Maulana (22).

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yaitu 7 tahun penjara. Ketua PN Surakarta Suprapti sebagai ketua majelis hakim dengan didampingi Lusius Sunarno dan Dwi Hananta memutuskan vonis dua tahun penjara bagi kedua terdakwa

Baca Juga:

Dua Terdakwa Kasus Diklatsar Menwa UNS Dituntut 7 Tahun Penjara

"Setelah menimbang dari keterangan para saksi serta saksi ahli, barang bukti, dan fakta dari persidangan, dua terdakwa (Faiza dan Nanang) dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan selama proses hukum berlangsung," kata Ketua PN Surakarta Suprapti, Senin (4/4).

Dikatakannya, dalam sidang tersebut majelis hakim juga memutuskan sejumlah barang pribadi milik Gilang dikembalikan kepada pihak keluarga serta sejumlah peralatan dan perlengkapan pendidikan dasar (diksar) dikembalikan kepada pihak Menwa UNS.

"Untuk biaya persidangan ini ditanggung oleh kedua terdakwa masing-masing Rp 5.000.000," kata dia.

Suprapti mengatakan, PN juga menawarkan terdakwa dan JPU akan mengajukan banding atau tidak, keduanya mengutarakan pikir-pikir. Atas dasar itu, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari untuk memutuskan.

Pendamping majelis hakim Lusius Sunarno menuturkan, dari proses hingga fakta persidangan, setelah dilakukan pertimbangan, pihak majelis hakim menolak pasal primer yang menjadi dakwaan JPU, yaitu Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Dalam kasus ini, majelis hakim menimbang kalau kedua terdakwa hanya melanggar Pasal 359 KUHP, di mana akibat kelalaian menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kejadian meninggalnya korban bisa dicegah, kedua terdakwa dalam kepanitiaan memiliki peran vital untuk memutuskan penanganan terhadap korban ketika sakit itu, tapi tidak dilakukan," papar Lusius.

Baca Juga:

Keluarga Korban Kecewa Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Menwa UNS Tak Dihadirkan saat Sidang

Dalam kasus ini, lanjut Lusius, beberapa hal yang memberatkan di mana kedua terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Kedua korban merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya.

"Yang meringankan terdakwa karena masih muda usianya, diharapkan masih bisa merubah sikap maupun perilaku mereka," papaya.

Lusius menambahkan, majelis hakim memutuskan kedua terdakwa divonis 2 tahun. Serta dipotong masa tahanan sejak Faizal dan Nanang ditangkap pada 5 November 2021.

Terpisah, JPU Sri Ambar Prasongko menuturkan memang ada perbedaan mencolok dalam persidangan kemarin. Di mana JPU berkeyakinan seharusnya pasal yang diterapkan 351 KUHP. Namun dalam putusannya majelis hakim menerapkan Pasal 359 KUHP.

"Kita menghormati putusan hakim. Masih ada upaya banding karena tuntutan JPU sebelumnya kedua terdakwa dituntut tujuh tahun penjara," kata Sri.

Sementara itu, ayah korban Gilang, Sunardi mengaku kecewa atas putusan majelis hakim PN Surakarta.

Ia menilai, hukuman itu terlalu ringan bagi pelaku yang telah menghilangkan nyawa anak satu-satunya itu.

"Tentunya kami keluarga merasa kecewa dengan putusan majelis hakim ini. Semoga ada jalan keadilan bagi bagi almarhum (Gilang)," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Babak Baru Kasus Tewasnya Mahasiswa Menwa UNS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sultan HB X Dorong Peningkatan Penggunaan Aksara Jawa di Ranah Digital
Indonesia
Sultan HB X Dorong Peningkatan Penggunaan Aksara Jawa di Ranah Digital

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap adanya peningkatan penggunaan aksara Jawa bisa di ranah digital.

Utang Negara Tinggi, PKS Bersikukuh Sekarang Bukan Waktunya Pindah Ibu Kota
Indonesia
Utang Negara Tinggi, PKS Bersikukuh Sekarang Bukan Waktunya Pindah Ibu Kota

Saat ini kondisi keuangan negara terbebani oleh utang yang mencapai Rp6.700 triliun lebih

DPD RI Jajaki Peluang Lowongan Pekerja Formal di Arab Saudi
Indonesia
DPD RI Jajaki Peluang Lowongan Pekerja Formal di Arab Saudi

Pimpinan DPD RI terbang ke Arab Saudi untuk memastikan informasi bahwa negara tersebut membuka peluang untuk pekerja profesional atau formal asal Indonesia, dengan kuota sebesar 8 juta tenaga kerja

Menkominfo: Natal Tingkatkan Solidaritas dan Kerekatan Sosial
Indonesia
Menkominfo: Natal Tingkatkan Solidaritas dan Kerekatan Sosial

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, momentum perayaan Natal kali ini menjadi salah satu tolok ukur atas solidaritas dan kerekatan sosial agar mampu menghadapi tantangan dan tekanan di berbagai bidang kehidupan, khususnya dalam mewujudkan akselerasi transformasi digital nasional.

Komnas HAM Sebut Aparat Lokal Tak Mampu Tangani Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah
Indonesia
Komnas HAM Sebut Aparat Lokal Tak Mampu Tangani Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah

Komnas HAM mendesak Mabes Polri mengambil alih kasus perusakan rumah ibadah milik Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat.

Rumah BUMN Bank Mandiri Dorong UMKM Optimalisasi Bisnis Hingga Digitalisasi
Indonesia
Rumah BUMN Bank Mandiri Dorong UMKM Optimalisasi Bisnis Hingga Digitalisasi

Pengembangan industri halal perlu dilakukan secara inklusif dengan mengoptimalkan potensi UMKM yang saat ini diperkirakan mencapai 64,2 juta unit usaha.

Respons Wagub DKI Kapasitas Tribun Formula E Berkurang Jadi 10 Ribu Penonton
Indonesia
Respons Wagub DKI Kapasitas Tribun Formula E Berkurang Jadi 10 Ribu Penonton

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menuturkan, penyusutan dilakukan karena target penonton mesti disesuaikan dengan kapasitas area sirkuit yang berada di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Efek Cucu Jokowi Juara Taekwondo, Dojang Sanggar Kartika Buana Kebanjiran Pendaftar
Indonesia
Efek Cucu Jokowi Juara Taekwondo, Dojang Sanggar Kartika Buana Kebanjiran Pendaftar

Jan Ethes Srinarendra mulai menekuni hobi barunya olahraga Taekwondo.

Implikasi Politis Gus Yahya Jadi Ketum PBNU
Indonesia
Implikasi Politis Gus Yahya Jadi Ketum PBNU

Terpilihnya Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bakal mempunyai implikasi politis. Kepemimpinan pria yang karib disapa Gus Yahya itu diharapkan akan diarahkan untuk menjaga netralitas dan independensi NU.

Tim Atletik Indonesia Yakin Sabet Delapan Emas di SEA Games 2021
Indonesia
Tim Atletik Indonesia Yakin Sabet Delapan Emas di SEA Games 2021

Tim Atletik Indonesia dengan percaya diri berangkat menuju perhelatan SEA Games 2021 di Vietnam.