Dua Terdakwa Kasus Menwa UNS Divonis 2 Tahun, Kejari Solo Ajukan Banding Pidum Kejari Surakarta Cahyo Madiastrianto. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri (PN) Solo menjatuhkan vonis 2 tahun terhadap dua terdakwa kasus pembunuhan anggota Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS). Kedua terdakwa adalah Faizal Pujut Juliono (22) dan Nanang Fahrizal Maulana (21).

Pidum Kejaksaan Negeri Surakarta Cahyo Madiastrianto mengatakan, Kejari Solo mengambil langkah banding dalam sidang perkara kasus pembunuhan anggota Menwa UNS. Banding dilakukan karena menilai vonis terlalu rendah.

"Kami mengambil langkah banding ke Pat (Pengadilan Tinggi) Jawa Tengah. Berkas ini banding sendiri diserahkan melalui PN Solo," uhar Cahyo, Rabu (6/4).

Baca Juga:

Dua Terdakwa Kasus Pembunuhan Anggota Menwa UNS Divonis 2 Tahun Penjara

Meskipun mengajukan banding ke PT Semarang, Jawa Tengah, ia tetap menghormati putusan vonis PN Solo. Upaya banding sudah dikomunikasikan dengan kepala Kejari Solo.

Cahyo menuturkan, pihaknya meyakini tetap ada unsur Pasal 351 ayat 3 jo Pasal 55 ayat 1 tentang penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia dalam kasus meninggalnya Gilang Endi Saputra. Sehingga, Pasal 359 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 terang kealfaan yang ditetapkan majelis hakim tidak tepat.

"Para terdakwa tidak mengakui apa yang jadi perbuatanya dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan dalam persidangan. Ini harus jadi pertimbangan memberikan vonis berat," tegas dia.

Dalam kasus ini, kata dia, menyebabkan nyawa seseorang hilang. Selain itu, ada saksi yang mengatakan kalau terdakwa melakukan pemoporan atau penganiayaan.

Dengan itu, pihaknya meyakini kalau terdakwa bisa dijerat dengan kurungan 7 tahun penjara, bukan 2 tahun seperti vonis para majelis hakim PN Solo.

"Setelah berkas Banding ini diteruskan kepada PT Jawa Tengah, pihak PT akan memeriksa berkas tersebut. Harapannya sidang banding bisa segera terlaksana," tandasnya.

Baca Juga:

Dua Terdakwa Kasus Diklatsar Menwa UNS Dituntut 7 Tahun Penjara

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Surakarta akhirnya menjatuhkan vonis dua tahun penjara bagi kedua terdakwa kasus pembunuhan anggota Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sidang vonis berlangsung secara virtual di PN Surakarta, Senin (4/4).

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yaitu 7 tahun penjara. Ketua PN Surakarta Suprapti sebagai ketua majelis hakim dengan didampingi Lusius Sunarno dan Dwi Hananta memutuskan vonis dua tahun penjara bagi kedua terdakwa

"Setelah menimbang dari keterangan para saksi serta saksi ahli, barang bukti, dan fakta dari persidangan, dua terdakwa (Faiza dan Nanang) dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan selama proses hukum berlangsung," kata Ketua PN Surakarta, Suprapti, Senin (4/4). (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga;

Keluarga Korban Kecewa Dua Tersangka Kasus Pembunuhan Menwa UNS Tak Dihadirkan saat Sidang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Datangi Rumah Prabowo, AHY Sebut Hanya Agenda Silaturahmi
Indonesia
Datangi Rumah Prabowo, AHY Sebut Hanya Agenda Silaturahmi

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendatangi kediaman pribadi Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Korlantas Ingatkan Warga Tidak Beli Pelat Nomor Putih Secara Online
Indonesia
Korlantas Ingatkan Warga Tidak Beli Pelat Nomor Putih Secara Online

Dalam kurun waktu lima tahun itu, ada beberapa kendaraan prioritas yang bisa mengganti pelat hitam menjadi putih.

2.858 Mahasiswa Terima Dana Beasiswa Pendidikan Melalui Bank DKI
Indonesia
2.858 Mahasiswa Terima Dana Beasiswa Pendidikan Melalui Bank DKI

Dana hibah tersebut terdiri dari pemberian bantuan biaya pendidikan dalam bentuk beasiswa kepada 2.858 orang mahasiswa Rp 4,06 juta per orang per tahun, terdiri dari penerima lanjutan 1.001 orang mahasiswa dan penerima baru 1.857 orang mahasiswa rata-rata memiliki IPK diatas 3 dengan dana keseluruhan sebesar Rp 11,60 miliar.

Santri Pondok Gontor Diduga Tewas Dianiaya,  Pengurus Minta Maaf
Indonesia
Santri Pondok Gontor Diduga Tewas Dianiaya, Pengurus Minta Maaf

Kasus tersebut terungkap dari video unggahan akun instagram pengacara Hotman Paris. Dalam vidio tersebut sang ibu menceritakan anaknya bernama Albar Mahdi, meninggal pada 22 Agustus lalu pukul 06.45 WIB.

Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa dengan Singgah di Abu Dhabi
Indonesia
Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Sheikh Khalifa dengan Singgah di Abu Dhabi

Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Minggu (15/5), sekitar pukul 15.50 waktu setempat.

Pimpinan DPR Sepakat RUU PDP Segera Dirampungkan
Indonesia
Pimpinan DPR Sepakat RUU PDP Segera Dirampungkan

"Nanti kita akan minta masukan dari Komisi I, progesnya gimana. Tentunya kami sepakat bahwa UU PDP memang mesti segera diselesaikan," kata Dasco

Wali Kota Wajibkan 40 Persen Pegawai Perusahaan Warga Asli Surabaya
Indonesia
Wali Kota Wajibkan 40 Persen Pegawai Perusahaan Warga Asli Surabaya

"Jadi, tidak bisa 100 persen, karena Surabaya adalah Ibu Kota Jawa Timur," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya.

Awal April, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Jauh di Bawah Angka Kesembuhan
Indonesia
Awal April, Penambahan Kasus Harian COVID-19 Jauh di Bawah Angka Kesembuhan

Dengan penambahan kasus hari ini, maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 6.015.748.

Kejagung Selidiki Kasus Dugaan Korupsi PT Taspen
Indonesia
Kejagung Selidiki Kasus Dugaan Korupsi PT Taspen

Kejaksaan Agung mulai menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi di PT Asuransi Jiwa Taspen periode 2017—2020.

Pemakaman Jenazah COVID-19 Capai Nol di Surabaya
Indonesia
Pemakaman Jenazah COVID-19 Capai Nol di Surabaya

Angka sebaran COVID-19 di Kota Surabaya melandai dan mulai memasuki PPKM Level 1.