Dua Tahun Buron, Pelaku Penipuan Proyek Asian Games 2018 Ditangkap Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

MerahPutih.com - Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial FA alias Ayong terkait kasus penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang berhubungan dengan proyek Asian Games 2018 lalu di Palembang.

Penangkapan ini didasari oleh laporan polisi nomor LP/442/IV/2018 Bareskrim Polri tanggal 3 april 2018. Tersangka ditangkap pada 28 Juni 2020 setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 31 Maret 2020.

Baca Juga

Tujuh Pegawai KPK Terkena COVID 19

"Subdit III Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri telah melakukan penyidikan tindak pidana penipuan dan pencucian uang dengan total kerugian sebesar Rp 8,9 milliar," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam keteranganya, Senin (13/7).

Awi mengungkapkan penangkapan ini berawal saat FA alias Ayong meminta kepada Dirut PT MRU mengirimkan lima tongkang (kapal pengangkut barang) yang berisikan batu split (batu belah) untuk pembuatan embung di Joko Biring pada proyek Asian Games 2018.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (ANTARA/ HO-Polri)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (ANTARA/ HO-Polri)

Korban awalnya tidak mau, namun dengan tersangka menyampaikan akan mendapatkan uang besar yang berasal dari APBD maupun APBN dan menjamin kelancaran pembayaran dengan jangka waktu paling lama 1 sampe 1,5 bulan.

"Setelah batu split atau batu belah sampai ke tempat pengiriman yaitu di Palembang akhirnya korban menyetujuinya," ucapnya.

Saat batu itu dikirimkan; korban mengaku mendapat kesulitan dalam menagih pembayarannya sehingga tersangka dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Namun setelah batu diterima dan dilakukan penagihan muncul beberapa kendala yaitu antara lain staf yang biasanya di hubungi sudah sulit dihubungi dan kemudian dihubungi ke FA atau Ayong tidak pernah memberikan kejelasan waktu pembayarannya," kata dia.

Baca Juga

Maria Lumowa Tolak Diperiksa, Ada Apa?

Atas dasar itu, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memeriksa 19 orang saksi atas kasus tersebut. Saat ini, tersangka sudah ditahan di Bareskrim Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya FA dipersangkakan atas pasal 379 A KUHP jo Pasal 3 UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak 10 miliar. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Korupsi di Indonesia Sudah Sistemik, Pemicunya Demi Balik Modal Politik
Indonesia
Korupsi di Indonesia Sudah Sistemik, Pemicunya Demi Balik Modal Politik

Korupsi bukan penyakit personal tetapi sudah masalah sistemik

Keluhan Pedagang setelah Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Keluhan Pedagang setelah Vaksinasi COVID-19

lima laporan berada di Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, satu laporan dari Pasar Beringharjo dan satu laporan dari Benteng Vredeburg.

Jokowi Minta Uji Klinis Vaksin COVID-19 Dipercepat, Tapi Ditolak
Indonesia
Jokowi Minta Uji Klinis Vaksin COVID-19 Dipercepat, Tapi Ditolak

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac tersebut tiba di Indonesia pada Minggu (19/7)

Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"
Indonesia
Munarman Ternyata Masih Berstatus "Tertangkap"

Mabes Polri menyebut, status Munarman masih dalam masa penangkapan.

Jokowi Minta Pemuda Merawat Keindonesiaan
Indonesia
Jokowi Minta Pemuda Merawat Keindonesiaan

Dalam arus besar globalisasi, yang sering terjadi adalah persaingan yang sengit antarnegara dan juga antarindividu.

Angka Sebaran COVID-19 Turun, Jatim Siap Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
Angka Sebaran COVID-19 Turun, Jatim Siap Pembelajaran Tatap Muka

Beberapa sekolah di Surabaya sudah memulai menerapkan pembelajaran tatap muka dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Penanganan COVID-19 Masuk Dalam Agenda Forum Kebencanaan Dunia 2022
Indonesia
Penanganan COVID-19 Masuk Dalam Agenda Forum Kebencanaan Dunia 2022

Dalam forum ini akan dibahas mengenai bencana alam dan nonalam

Imigrasi Bali Buru Buronan Interpol Rusia yang Kabur
Indonesia
Imigrasi Bali Buru Buronan Interpol Rusia yang Kabur

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai menerjunkan seluruh petugas untuk mencari keberadaan buronan Interpol asal Rusia bernama Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka yang kabur dari kantor imigrasi setempat, Kamis (11/2).

Polisi Beberkan Mengapa Yodi Prabowo Berani Tusuk Dada dan Leher
Indonesia
Polisi Beberkan Mengapa Yodi Prabowo Berani Tusuk Dada dan Leher

Soal dari mana Yodi mendapat cara untuk melakukan upaya bunuh diri seperti ini polisi tidak mengetahuinya.

Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH
Indonesia
Cegah Kerumuman, Warga Yogyakarta Diimbau Potong Hewan Kurban di RPH

"Kalau bisa tahun ini dipotong di RPH Giwangan. Warga tinggal menunggu ambil hasil potong. Ini salah satu penerapan protokol kesehatan sebagai antisipasi penularan virus corona," kata Heroe