Dua Tahun Anies Memimpin, Fraksi PAN Kritik Soal Kebersihan Jakarta Petugas Satgas Unit Pelaksana Keberaihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, mengevakuasi sampah dari saluran air di Jakarta. (ANTARA/HO-UPK-Badan Air DKI)

MerahPutih.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani menanggapi kinerja Anies Baswedan yang pada hari ini tepat dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI. Zita menyoroti soal kebersihan di Ibu Kota yang masih belum mencerminkan visi "Maju Kotanya Bahagia Warganya".

Zita pun membandingkan kota di Jepang. Meskipun penduduknya banyak, tapi kebersihan tetap terjaga dan menjadi nomor satu.

Baca Juga:

PSI: Pembangunan Jakarta Tidak Merata 2 Tahun Dipimpin Anies

"Konsep kebersihan masih kurang, beda dengan Jepang, walapun rumah kecil-kecil, tapi penduduk paham kebersihan, daur ulang, dan memilah sampah. Menggambarkan sebuah kota itu maju, ada pada warganya, budaya warganya, bukan bangunan-bangunannya semata," jelas Zita di Jakarta, Rabu (16/10).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani. (Foto: MP/Asropih)
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Zita Anjani. (Foto: MP/Asropih)

Zita pun mendorong Pemprov DKI di kepemimpinan Anies, di tahun ketiga, dapat mengubah perilaku masyarakat agar bisa menjaga kebersihan Jakarta.

"Setiap sen uang rakyat digunakan untuk mengubah perilaku masyarakat, meninggalkan hal-hal yang membuat kualitas hidup kota menurun," jelasnya.

Baca Juga:

2 Tahun Anies Pimpin DKI, Masih Ada Warga Cuci Pakai Air Kali

Tak hanya itu, Zita yang juga seorang pemerhati anak mengkritisi kepemimpinan Gubernur Anies terkait persoalan guru-guru PAUD di Jakarta yang belum sejahtera.

"Hari ini, 150.000 guru PAUD menunggu. Pekerjaan mereka sangat berat, sementara yang baru mendapat hibah baru sekitar 5.700 orang guru, itu pun mohon maaf, belum semua menerima (honor)," jelasnya.

Gubernur DKI Anies Baswedan saat pidato 2 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan, Selasa (15/10). (Foto: MP/Asropih)
Gubernur DKI Anies Baswedan saat pidato 2 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan, Selasa (15/10). (Foto: MP/Asropih)

Zita mengatakan bahwa dia ingin dukungan terhadap guru lebih sistematik, bukan hanya dana hibah. DKI Jakarta sebagai daerah dengan anggaran terbesar harus menjadi contoh bahwa negara juga hadir untuk anak-anak.

"Kami sama-sama pendidik, saya sudah sampaikan kalau saya fokus di pendidikan awal yaitu PAUD, Pak Anies di pendidikan tinggi. Awal dan akhir harus sama-sama baik. Ini janji kampanye Anies-Sandi yang perlu direalisasikan segera," tutupnya (Asp)

Baca Juga:

Akhirnya Ajak Swasta di Proyek Rumah DP 0 Rp, Begini Dalih Anies



Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH