2 Tahun Anies Gubernur, Pengamat: Kebijakannya Terlalu Populis Mengarah ke 2024 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)

Merahputih.com - Dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dinilai masih jauh dari harapan. Terutama dari segi kesejahteraan warga.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan cita-cita Anies membentuk 'Bahagia Warganya' masih belum tercapai.

"Karena pengangguran masih tinggi. Lalu banyak tempat perbelanjaan tutup. Investor juga terlihat banyak yang meninggalkan Jakarta. Arah ke situ sudah ada tapi belum sampai," kata Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (18/10).

Baca Juga

Ganjil Genap Jakarta Berlaku Terus Sampai Ada ERP

Pengajar dari Universitas Trisakti ini menambahkan, pendapat 'gubernur rasa presiden' yang disematkan kepada Anies sepertinya memang cocok.

"Di situlah gubernur rasa presiden ada kesan itu. Intinya ini pendapat tak salah. Kebijakannya banyak terlalu populis dan mengarah ke 2024;" terangnya.

Beberapa kebijakan populis itu antara lain perlebaran trotoar yang diisukan sebagai tempat untuk berjualan PKL. "Tentu kebijakan ini bagus, asal tidak menyalahi aturan dan benar-benar fungsinya untuk pejalan kaki, bukan yang lain," kata Trubus.

Anies tanggapi sejumlah pihak yang menyebutnya gubernur rasa presiden
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)

Trubus lantas mengkritik belum ada posisi Wagub DKI pada saat ini. Trubus khawatir hal ini hanya untuk kepentingan pribadi Anies.

"Dia lalu gak mau ada matahari kembar indikasi ada. Namun saya sarankan posisi wagub harus ada mengingat tugas Gubernur DKI yang berat," terang Trubus.

Baca Juga

Anies Ungkap Alasan Pentingnya Bangun Transportasi Massal

Seperti diketahui, dua tahun lalu pada 16 Oktober 2017, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta wakilnya Sandiaga Uno disumpah menjadi pemimpin rakyat Ibu Kota.

Namun, Sandiaga mengundurkan diri pada 10 Agustus 2018 karena mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden pada Pilpres. Sejumlah program Anies disorot seperti rumah dengan uang muka atau down payment (RP) 0 rupiah, OK Oce, hingga masalah kebersihan di Jakarta. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH