Dua Strategi Anies Dibalik Unggahannya Membaca Buku How Democracies Die Versi Pengamat Anies Baswedan (@aniesbaswedan)

Merahputih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menjadi perbincangan netizen karena ia mengunggah foto sedang membaca buku berjudul How Democracies Die.

Pengamat Politik Karyono Wibowo menilai, ada dua 'strategi' yang dilakukan Anies melalui unggahannya ini.

Baca Juga

Ulasan How Democracy Die, Buku Viral Unggahan Anies Baswedan

Pertama, Mantan Mendikbud itu hanya sekadar pamer buku yang sedang dibaca, atau menunjukkan intelektualitasnya kepada khalayak.

"Langkah ini bagian dari strategi personal branding untuk membangun persepsi publik agar dipandang sebagai pemimpin yang memiliki kapasitas intelektual," kata Karyono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/11).

Anies Baswedan
Unggahan foto Anies Baswedan pada akun twitter resmi @aniesbaswedan. (Foto; twitter @aniesbaswedan)

Kedua, postingan tersebut bisa jadi dimaknai sebagai bentuk kritik terhadap demokrasi di Indonesia. Dari buku tersebut, demokrasi bisa mati karena kudeta atau mati secara perlahan akibat pemimpin otoriter.

“Postingan tersebut seolah menunjukkan Anies sedang memainkan drama politik satire yang diarahkan kepada pemerintahan saat ini,” kata Karyono.

Apabila dugaan itu benar, artinya Anies sedang memainkan drama politik yang justru akan menjadi bumerang.

Baca Juga

Begini Tanggapan Wagub DKI Soal Anies Baca Buku How Democracies Die

Satu sisi unggahan itu seolah menunjukkan pembelaan terhadap demokrasi dan mengkritik kebijakan pusat. Tetapi di sisi lain, dia sendiri merupakan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang tak sehat.

"Dia adalah pemimpin yang lahir dari konflik SARA saat pilkada DKI Jakarta 2017 lalu,” tuturnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerindra Buka Suara Soal Sandiaga Uno Masuk Bursa Ketum PPP
Indonesia
Gerindra Buka Suara Soal Sandiaga Uno Masuk Bursa Ketum PPP

Nama eks Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019, itu muncul setelah disebut oleh beberapa DPC PPP

Calon Pengganti Idham Azis Diminta Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat Sipil
Indonesia
Calon Pengganti Idham Azis Diminta Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat Sipil

Terdapat beberapa perwira tinggi Polri dengan pangkat komisaris jenderal (bintang tiga) yang potensial untuk menjadi calon Kapolri pengganti Idham Aziz.

Pansus Banjir DPRD DKI Baru Kerja Setelah Bahas Calon Duet Baru Anies
Indonesia
Pansus Banjir DPRD DKI Baru Kerja Setelah Bahas Calon Duet Baru Anies

Pansus ini nantinya akan mengusut terkait sistem drainase di DKI Jakarta

NasDem Akan Lanjutkan Usulan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Indonesia
KPK Amankan Duit Rp440 Juta Terkait Kasus Bupati Banggai Laut
Indonesia
KPK Amankan Duit Rp440 Juta Terkait Kasus Bupati Banggai Laut

"Setelah dihitung tim penyidik, jumlah uang yang diamankan dalam giat geledah tersebut senilai sekitar Rp440 juta terdiri dari mata uang rupiah dan asing," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri

Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah
Indonesia
Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah

Anies mengajak masyarakat untuk disiplin

New Normal Bukan Era Kebebasan
Indonesia
New Normal Bukan Era Kebebasan

Masyarakat harus menjalankan protokol kesehatan di era kenormalan baru agar terhindar dari Covid-19.

Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing
Indonesia
Pemda Didorong Segera Bikin Jalur Khusus Sepeda di Daerahnya Masing-Masing

Program pembuatan jalur bersepeda tersebut juga bisa diarahkan untuk pengembangan gerakan cinta produk-produk Indonesia

[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Diminta Jadi Presiden Amerika
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Diminta Jadi Presiden Amerika

“Orang ‘AMERIKA’ Saja Minta Saya Menjadi Pemimpin Mereka, kok Orang ‘Indonesia’ Menolak Saya”

Kolaborasi Melacak Prostitusi Online ABG Apartemen Kalibata
Indonesia
Kolaborasi Melacak Prostitusi Online ABG Apartemen Kalibata

Arifin mengungkapkan, kegiatan mesum di sana berlangsung melalui sistem online, sehingga harus ditelusuri oleh pihak kepolisian.