Dua Sipir Lapas Tangerang Jadi Tersangka Kasus Kaburnya Napi asal Tiongkok Selebaran DPO Cai Changpan yang diterbitkan Polda Metro Jaya. ANTARA/HO-Polda Metro Jaya

MerahPutih.com - Dua oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Banten, yang diduga membantu pelarian narapidana asal Tiongkok bernama Cai Changpan alias Cai Ji Fan diduga membantu membeli peralatan untuk membuat terowongan yang digunakan Cai kabur. Salah satu alat yang dibelikan mereka adalah pompa air.

"Dia (sipir) menerima uang dari tersangka kemudian beli menggunakan alamat yang bersangkutan. Pegawai sipir ini bahkan mengantar kesana, juga mengambil lagi disimpan di rumah kediamannya salah satunya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Jumat, (2/10).

Kedua oknum lapas itu berinisial S dan S. Dia merupakan sipir dan Pegawai Negeri Sipil di lapas tersebut. Mereka mengakui mendapat imbalan dari Cai Changpan karena membelikan peralatan yang diminta.

Baca Juga

Dipakai Isolasi Pasien COVID-19, Kamar di Graha Wisata Ragunan Bisa Diisi Tiga Orang

Kendati demikian, pengakuan tersebut masih didalami oleh penyidik. Gelar perkara akan dilakukan guna menetapkan status keduanya apakah jadi tersangka atau tidak.

"Menurut keterangan dia (sipir) membeli itu, dia dapet imbalan Rp100 ribu ya, dia mengantar juga Rp100 ribu itu keterangannya dari yang bersangkutan. Kami masih dalami mudah-mudahan gelar perkara selesai dan bisa dinaikkan statusnya dari saksi jadi tersangka," katanya.

Kedua petugas itu belum ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. "Kedua-duanya ini ada indikasi yang memang rencana hari ini mau digelarkan kedua orang ini, memang sementara saksi dan rencana hari ini kita gelar perkara apakah yang bersangkutan bisa ditetapkan sebagai tersangka," ucap Yusri.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Yusri mengatakan kedua oknum lapas itu berinisial S dan S. Dia merupakan sipir dan Pegawai Negeri Sipil di lapas tersebut. Hasil penyelidikan awal, kedua petugas itu diduga kuat membantu pelarian Cai.

Hal ini terungkap setelah polisi memeriksa saksi-saksi yang ada lebih jauh. Setidaknya ada 14 saksi diperiksa baik sipir, rekan satu sel Cai, dan beberapa saksi lain sehingga didapati ada kejanggalan yang ditemukan dalam pelarian Cai.

"Tim sudah melakukan pemeriksaan dan sudah gelar perkara awal dan ada indikasi dua pegawai sipir ini melakukan kelalaian yang bisa dikenakan Pasal 426 KUHP," kata Yusri.

Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait dengan kaburnya seorang narapidana asal Tiongkok dari Lapas Kelas I Tangerang.

Humas Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pun, Polda Metro Jaya juga sudah membentuk tim guna menangkap Cai Changpan.

Baca Juga

Polisi Tangkap Sejumlah Pelaku Pengerusakan Kantor Bupati Keerom

Tim sudah mulai memburu napi yang kabur tersebut. Tim gabungan terdiri dari anggota Polda Metro Jaya, Ditlantas, Polres Tangerang hingga Lapas Tangerang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Oknum Jenderal di Interpol Indonesia Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Oknum Jenderal di Interpol Indonesia Diperiksa Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra

"Kita akan proses secara transparan. Jadi tidak pandang bulu, semua kita proses," jelas Listyo

Kapolda Metro Jaya Sebut Petamburan Jadi Klaster Baru COVID-19
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Sebut Petamburan Jadi Klaster Baru COVID-19

"Telah terjadi klaster baru penyebaran COVID-19 di Jakarta yakni klaster akad nikah di Petamburan dan klaster Tebet," ujar Fadil

Polisi Selidiki Segerombolan Orang Kepung Rumah Ibunda Mahfud MD
Indonesia
Polisi Selidiki Segerombolan Orang Kepung Rumah Ibunda Mahfud MD

Rumah ibu dari Menko Polhukam Mahfud MD yang berada di Pamekasan, Madura, Jawa Timur didatangi sejumlah orang.

Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara
Indonesia
Purnomo Ditolak Mundur PDIP Solo, Gibran: Kompetitor Adalah Teman dan Saudara

Gibran menegaskan tidak mempermasalahkan lawannya itu tetap maju di Pilwakot Solo.

Ingin Naik Kereta Jarak Jauh? Wajib Tunjukkan 'Surat Bebas COVID-19'
Indonesia
Ingin Naik Kereta Jarak Jauh? Wajib Tunjukkan 'Surat Bebas COVID-19'

Hal ini dikhususkan bagi calon penumpang yang tempat tinggalnya tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test

Pilih Jalan Lobi, Tidak Semua Organisasi Buruh Bakal Mogok Kerja
Indonesia
Pilih Jalan Lobi, Tidak Semua Organisasi Buruh Bakal Mogok Kerja

Advokasi yang telah dilakukan terkait RUU Cipta Kerja sudah melalui jalan panjang dan kajian kritis, lobi hingga terlibat langsung dalam audiensi bukan hanya demo.

Wakil Wali Kota Bandung Positif Virus Corona
Indonesia
Wakil Wali Kota Bandung Positif Virus Corona

Nama Yana memang sudah tidak muncul dalam rencana agenda kegiatan Pemerintah Kota Bandung sejak Sabtu (14/3).

Pandangan Jokowi di KTT ke-11 ASEAN-PBB
Indonesia
Pandangan Jokowi di KTT ke-11 ASEAN-PBB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-PBB yang digelar secara virtual, Minggu (15/11).

Geledah Rumdin Wali Kota Batu, KPK Amankan Dokumen Terkait Kasus Gratifikasi
Indonesia
Geledah Rumdin Wali Kota Batu, KPK Amankan Dokumen Terkait Kasus Gratifikasi

Dokumen-dokumen tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan dianalisis

KPK Terima Laporan Gratifikasi dari Pejabat Negara Hingga Belasan Miliyar
Indonesia
KPK Terima Laporan Gratifikasi dari Pejabat Negara Hingga Belasan Miliyar

Sedangkan jenis laporan yang paling banyak diterima adalah berupa uang/setara uang