Dua Sektor Ini Jadi Andalan Perekonomian Yogyakarta Tahun 2020 Keraton Yogyakarta (Sumber: Ist)

MerahPutih.com - Kota Yogyakarta mengandalkan dua sektor sebagai kekuatan ekonomi pada 2020, yaitu di sektor jasa pendidikan dan pariwisata. Pasalnya, kota Gudeg itu tidak memiliki sumber daya alam melimpah sebagai sumber pendapatan asli daerah.

“Hanya ada dua sektor yang menjadi andalan Kota Yogyakarta, yaitu pendidikan dan pariwisata. Memang sangat rentan terhadap perubahan atau gejolak ekonomi global sehingga antisipasi terhadap berbagai dampak yang muncul harus terus dilakukan,” ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Minggu (24/11)

Baca Juga

Icip-Icip 6 Restoran Tionghoa Nonhalal di Yogyakarta

Menurut Heroe, sejumlah pihak termasuk akademisi sudah mengingatkan potensi resesi ekonomi global pada 2020 sehingga pemerintah termasuk pemerintah daerah perlu melakukan berbagai antisipasi untuk meminimalisasi dampak resesi tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

Heroe menambahkan, dari dua sektor jasa tersebut, sektor pariwisata memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap perubahan ekonomi global dibanding sektor pendidikan.

Untuk sektor pendidikan, lanjut Heroe, saat ini ada sekitar 300.000 pelajar dan mahasiswa dari luar daerah yang belajar di Kota Yogyakarta.

Suasana wisatawan di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta (ANTARA/Eka Arifa Rusqiyati)
Titik nol kilometer Yogyakarta. Foto: ANTARA

“Jika terjadi perubahan ekonomi global, maka bisa saja jumlah mahasiswa yang belajar ke Yogyakarta berkurang. Tetapi, selama 300.000 mahasiswa itu tetap belajar di Yogyakarta, maka ekonomi Yogyakarta dan sekitarnya masih bisa bertahan,” katanya dilansir Antara

Baca Juga

4 Prosesi Budaya Seru di Keraton Yogyakarta

Meskipun demikian, ia tidak memungkiri jika akan terjadi penurunan daya beli. “UMKM dari sektor kuliner harus didorong untuk mempersiapkan diri karena selama ini sektor makanan menjadi kontribusi pendapatan yang cukup tinggi di Kota Yogyakarta,” katanya.

Sedangkan sektor pariwisata, lanjut dia, sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi global salah satunya perubahan tarif transportasi maupun akomodasi lainnya.

Oleh karena itu, Heroe mengajak seluruh kelompok masyarakat untuk terus menjaga agar pariwisata di Yogyakarta tetap menarik untuk dikunjungi.

“Yogyakarta harus bisa menjadi tujuan utama wisata. Sehingga, meskipun secara global terjadi penurunan namun wisatawan yang ke Yogyakarta tidak akan berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama antar seluruh pelaku wisata seperti hotel, restoran dan pemerintah untuk menciptakan suasana Yogyakarta yang aman dan nyaman menjadi kunci penting yang harus dilakukan.

“Ada banyak kampung wisata, ada kampung sayur dan kampung lain yang menarik untuk dikunjungi. Ini juga harus dikuatkan,” ucapnya

Baca Juga

3 Klenteng yang Layak Dikunjungi di Yogyakarta

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pungutan pajak secara online (e-tax) untuk optimalisasi penerimaan dari sektor pajak daerah.

“Pajak merupakan pendapatan yang akan digunakan kembali untuk pembangunan. Tentunya, perlu optimalisasi pendapatan dari pajak daerah agar pembangunan berjalan lancar,” pungkasnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH