Dua Profesor dan Petinggi Perusahaan Korea Selatan Belajar Bahasa Indonesia BIPA UMM bersama profesor dari Korsel berfoto sambil menunjukan simbol cinta ala Korea 'Sarangheo". (Foto: Mirza/Humas UMM)

MerahPutih.Com - Minat dan ketertarikan masyarakat Korea Selatan terhadap bahasa dan budaya Indonesia seiring waktu terus meningkat. Studi terhadap Indonesia mulai berkembang di sejumlah kampus dan perusahaan Korea Selatan.

Lembaga dan perusahaan Korea Selatan mengirim guru besar atau profesor untuk belajar Bahasa Indonesia. Terbaru, dua profesor bidang ekonomi dan bahasa Inggris serta seorang eksekutif perusahaan Korea Selatan dikirim ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mempelajari budaya dan bahasa Indonesia selama sebulan ke depan.

Kepala Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMM Dr Arif Budi Wurianto mengemukakan tiga orang warga Korea Selatan itu adalah Kim Boong Hee (Guru Besar Ekonomi), Jung Sung Soon (Guru Besar Bahasa Inggris), dan Nam Kwak Hong (petinggi salah satu perusahaan di Korsel).

"Belajar bahasa Indonesia memang tidak mudah. Namun, belajar dalam waktu singkat di BIPA mudah-mudahan membawa banyak manfaat dan pengetahuan, termasuk tentang budaya Indonesia," kata Arif Budi Wurianto di sela menerima ketiga warga Korsel itu di kampus UMM di Malang, Senin (4/2).

Kepala Bahasa Indonesia UMM Dr Arif Budi Wurianto
Kepala Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMM Dr Arif Budi Wurianto (Kanan) (Foto: umm.ac.id)

Arif Budi Wurianto mengatakan Bahasa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi orang asing. Menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI, pada Tahun 2017, ada 45 negara dan 250 lembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia disukai karena memiliki tantangan dalam mempelajarinya.

Sebelum tiba di UMM, kedua guru besar dan satu petinggi salah satu perusahaan di Korsel itu sudah terlebih dulu belajar bahasa Indonesia selama tiga bulan bersama Korena Muslim Federation.

"Kami belajar tiga bulan. Bahasa Indonesia sangat sulit, tetapi kami suka. Kami sudah bisa menghafal angka, nama hari, bulan, dan tahun," kata Jung Sung Soon diiringi tawa.

Universitas Muhammadiyah Malang
Universitas Muhammadiyah Malang (Foto: umm.ac.id)

Setelah belajar bahasa, setiap hari Jumat, tim BIPA UMM akan mengajak mereka untuk belajar budaya Indonesia. Seperti membatik dan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, seperti ke Candi Badut serta mengenal berbagai hasil karya tradisional. Misalnya, kegiatan membatik yang akan didampingi Lembaga Kebudayaan UMM.

Menurut Jung Sung Soon sebagaimana dilansir Antara, animo studi di jurusan Indonesia memang sedang membahana di Korea Selatan. Di hampir semua kota besar di Korea Selatan, selalu ada universitas yang mengajarkan bahasa Indonesia.

Setelah belajar bahasa dan budaya Indonesia di BIPA UMM, dua guru besar tersebut berencana mengajarkan ulang ke mahasiswanya.

Pada kesempatan itu, Jung juga mengungkapkan ketakjubannya pada UMM.

"Ketika saya masuk UMM saya lihat kampusnya besar dan bersih. Semuanya sangat baik, saya suka dan saya akan merekomendasikan BIPA UMM sebagai tempat belajar bahasa Indonesia ke kolega saya, sekembalinya kami ke Busan, Korea Selatan," kata Jung Sung Soon.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BPN Prabowo-Sandi Yakin Bisa Raih Kembali Kemenangan di Jawa Barat


berita-singlepost-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4