Dua Polisi Penembak Laskar FPI Divonis Bebas Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membacakan putusan untuk dua polisi terdakwa kasus "unlawful killing" terhadap anggota FPI di Jakarta, Jumat (18/3). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

MerahPutih.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang vonis kasus pembunuhan sewenang-wenang (unlawful killing) terhadap anggota Front Pembela Islam (FPI), Jumat (18/3).

Pada sidang tersebut, dua terdakwa yakni Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda Mohammad Yusmin Ohorella divonis bebas.

Baca Juga

Reaksi Santai Munarman eks FPI Dituntut 8 Tahun Bui

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan primer, menyatakan perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan dan Yusmin Ohorella sebagai dakawan primer dalam rangka pembelaan terpaksa dan pembelaan terpaksa melampaui batas. Tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," kata hakim ketua Muhammad Arif Nuryanta saat membacakan vonis di PN Jakarta Selatan, Jumat (18/3).

Briptu Fikri Ramadhan dinyatakan bersalah melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50 akan tetapi dalam rangka pembelaan terpaksa lantaran korban melawan.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagai dakwaan primer penuntut umum, menyatakan perbuatan Terdakwa Fikri Ramadhan dan M Yusin melakukan tindak pidana dakwaan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas,"jelas Muhammad Arif.

Hakim menyebut, mereka tak dapat dipidana. "Menyatakan tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," kata Muhammad Arif Nuryanta.

Baca Juga

Dua Polisi Penembak Laskar FPI Dituntut 6 Tahun Bui

Hakim juga meminta agar mereka dilepas dari tuntutan hukum dan memulihkan hak dan martabatnya.

"Atas putusan tersebut baik terdakwa maupun penuntut umum punya hak sama sebagaimana ditentukan UU. Apakah hak tersebut mau disampaikan sekarang atau nanti?," tanya hakim.

Pengacara kedua terdakwa Henry Yosodiningrat mengaku menerima putusan itu. Sementara, Jaksa mengaku tengah pikir.

Sebelumnya, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan dituntut jaksa 6 tahun penjara terkait perkara ini. Jaksa meyakini keduanya bersalah melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50.

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan diyakini jaksa melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50.

Kedua polisi Ditreskrimum Polda Metro itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan meninggal dunia karena kecelakaan. (Knu)

Baca Juga

Hakim Setuju Sidang Polisi Penembak Laskar FPI Selanjutnya Langsung Vonis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jenguk Mantan Komandannya, Ini yang Disampaikan Prabowo ke Subagyo HS
Indonesia
Jenguk Mantan Komandannya, Ini yang Disampaikan Prabowo ke Subagyo HS

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersilaturahmi sekaligus menjenguk mantan komandannya yang juga tokoh militer Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Subagyo Hadi Siswoyo (HS) dikediamannya di Yogyakarta, Minggu (8/5).

Kunjungi Pasar Murah, Erick Thohir: Semoga Meringankan Beban Masyarakat
Indonesia
Kunjungi Pasar Murah, Erick Thohir: Semoga Meringankan Beban Masyarakat

Menteri BUMN Erick Thohir berkesempatan menyaksikan operasi pasar murah sekaligus halal bihalal dengan warga Pasuruan di Gedung Harmoni, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/5). Dia berharap operasi pasar murah dapat meringankan beban masyarakat.

Kenang Masa Kecil, Presiden Prancis Jalan Kaki 2 Km Usai Gala Dinner G20
Indonesia
Kenang Masa Kecil, Presiden Prancis Jalan Kaki 2 Km Usai Gala Dinner G20

Polisi mengawal Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang tiba-tiba turun dari mobilnya dan memilih untuk berjalan kaki sejauh dua km seusai makan malam kehormatan di Garuda Wisnu Kencana (GWK), pada Selasa (15/11) malam.

Satgas BLBI Sita Aset Tanah 340 Hektar Milik Obligor Agus Anwar di Bogor
Indonesia
Satgas BLBI Sita Aset Tanah 340 Hektar Milik Obligor Agus Anwar di Bogor

Proses pelaksanaan APU terhadap Agus Anwar telah dilakukan pada masa pengelolaan oleh BPPN maupun proses oleh pemerintah dengan penerbitan Surat Paksa sesuai Surat Paksa Nomor SP-71/PUPNC.10/2009 tanggal 18 Februari 2009.

[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Bus di Bakauheni Menuju Jakarta Diputar Balik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ratusan Bus di Bakauheni Menuju Jakarta Diputar Balik

Akun Twitter @KotakPandora5 mengunggah video yang memperlihatkan ratusan bus yang menuju Jakarta diputarbalikkan secara paksa oleh polisi di Pelabuhan Bakauheni.

Baju Polantas Akan Diganti, Dilengkapi Bodycam Terintegrasi Tilang Elektronik
Indonesia
Baju Polantas Akan Diganti, Dilengkapi Bodycam Terintegrasi Tilang Elektronik

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memperbarui pakaian dinas lapangan (PDL).

Diguyur Hujan Lebat, 8 Ruas Jalan Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Diguyur Hujan Lebat, 8 Ruas Jalan Jakarta Terendam Banjir

Delapan ruas jalan di Jakarta terendam banjir akibat intensitas hujan lebat mengguyur wilayah ibu kota. Ruas jalan yang terkepung air hujan ini berada di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Usai Diperiksa KPK, Kadis PUPR Kabupaten Bogor Irit Bicara
Indonesia
Usai Diperiksa KPK, Kadis PUPR Kabupaten Bogor Irit Bicara

Seusai diperiksa penyidik KPK, Soebiantoro irit bicara. Pria berkacamata ini keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 14.31 WIB.

Presiden Ukraina Memohon Warga Rusia Turun ke Jalan
Indonesia
Presiden Ukraina Memohon Warga Rusia Turun ke Jalan

Para analis mengatakan, pembangkit listrik Zaporizhzhia merupakan tipe yang berbeda dan lebih aman.

Bebas Tes Swab, Menonton Pertandingan Olahraga Cukup Vaksin Booster
Indonesia
Bebas Tes Swab, Menonton Pertandingan Olahraga Cukup Vaksin Booster

Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Level 2, dan Level 1 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali, ada aturan baru dalam pelaksanaan pertandingan olahraga.