Dua Pelukis Tersohor Pamerkan Karyanya di Secret Garden Salah satu karya Djunaidi Kenyut. (FOTO Dok. saatchiart.com)

Dua pelukis tersohor, Djunaidi Kenyut dan Youliz Mbix menggelar pameran seni lukis bertema "March in Art" di Secret Garden Village, Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pemeran ini berlangsung selama sebulan hingga 31 Maret 2017 mendatang.

Direktur Kreatif Secret Garden Eugsie Kwan, mengatakan, kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan di kawasan objek wisata ini juga dalam upaya memberikan suguhan kepada wisatawan.

"Setiap bulannya di kawasan ini penampilkan atraksi berbagai seni dan budaya yang bisa dinikmati oleh wisatawan yang berkunjung di objek wisata itu," ujar Eugsie Kwan, seperti dilansir Antara, Minggu (5/3).

Ia mengatakan lokasi ini juga sebagai upaya memberi ruang kepada para seniman untuk berekspresi untuk menampilkan karya seni dan budayanya, sehingga semakin luas dikenal wisatawan.

"Ajang March in Art' menjadi sarana pendidikan terhadap seni yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga, termasuk juga wisatawan yang berkunjung ke Secret Garden," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia pada kegiatan tersebut juga ditampilkan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak kategori pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar yang dikemas dalam "fun activity".

"Lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak tersebut akan dinilai dewan juri, dan pemenangnya akan mendapatkan hadiah berupa tabungan jutaan rupiah," katanya

Ia mengatakan untuk lomba menggambar dan mewarnai tersebut diselenggarakan hari Minggu (5/3). Pesertanya melibatkan anak-anak di sekitar kawasan objek wisata itu. Jadi di objek wisata ini, para pengunjung selain dapat menikmati pemandangan alam, juga disajikan proses mengolah bahan-bahan alami (natural) untuk dijadikan kosmetik herbal.

Event and Wedding Manager Secret Garden Grammy Setiawan menambahkan dalam ajang "March in Art" tersebut dipamerkan sedikitnya 53 lukisan dengan berbagai objek, seperti lukisan manusia, binatang dan lainnya.

"Jadi kedatangan para pelancong tersebut dibuat memiliki kesan dan menjadi kenangan ketika mereka balik ke daerahnya. Selain pameran juga digelar pementasan musik dari musisi lokal dan internasional," paparnya.

Selain itu, kata dia juga dilakukan demo mengukir buah (fruit carving) oleh para seniman ukir. Jadi di sini mereka mampu berekspresi dalam mengukir buah yang nantinya dijadikan sebagai hiasan (dekorasi) penyajian menu makanan.

"Untuk 'live music' biasanya digelar setiap hari Minggu, dan bazar kerajinan tangan setiap hari Jumat hingga Minggu. Kesempatan ini sepenuhnya untuk pengunjung objek wisata tersebut," pungkasnya



Widi Hatmoko

LAINNYA DARI MERAH PUTIH