Dua Pelaku Tawuran Berujung Kematian di Menteng Ditangkap Konferensi pers tawuran di Menteng, Jakarta Pusat (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polisi menciduk dua orang pelaku tawuran berinisial J (16) dan P (17) yang menewaskan korban berinisial MF (15) di Jalan Menteng Raya, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat Minggu (17/10) dini hari. Penangkapan pelaku ini kurang dari 12 jam setelah keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Menteng.

Tawuran itu berawal dari kelompok korban yang menantang kelompok pelaku di sosial media instagram. Kedua kelompok sepakat tawuran menggunakan senjata tajam.

"Ini sungguh tragis dan ironis, di masa pandemi ini masyarakat belum sadar masih suka berkumpul," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyatno di Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (19/10).

Baca Juga:

Delapan Pelaku Tawuran Berujung Kematian di Kemayoran Ditangkap

Setyo menyayangkan dengan aksi generasi penerus Bangsa yang sudah terjebak dengan aksi tawuran hingga menewaskan seorang remaja. Korban merupakan kelompok remaja dari grup times.

Kedua kelompok saling serang menggunakan senjata tajam, seperti celurit, tombak, pedang dan sajam lainnya. Kelompok korban kalah jumlah hingga akhirnya kocar-kacir menyelamatkan diri.

"Korban terjatuh saat dikejar pelaku, kemudian dilakukan pembacokan menggunakan senjata tajam," jelas lulusan AKPOL 2000 ini.

Ilustrasi tawuran. Foto: Istimewa

Kedua pelaku yang puas menganiyaya korban akhirnya pergi meninggalkan lokasi tawuran agar tidak ditangkap warga. Polisi yang menerima laporan adanya tawuran mendatangi lokasi guna membubarkan tawuran remaja tersebut.

Sesampai di lokasi, polisi menemukan korban sudah tergeletak dipinggir jalan dan nyawa korban tidak dapat diselamatkan saat dibawa ke rumah sakit.

"Penangkapan ini juga berkat bantuan dari warga sekitar, ketika kami mengetahui identitas pelaku, langsung kami melakukan penangkapan," ujar Setyo.

Baca Juga:

Belasan Orang Ditangkap Buntut Tawuran di Setiabudi saat PPKM Darurat

Pihaknya juga langsung meredam aksi aksi tawuran itu dengan mengumpulkan sejumlah tokoh kedua belah pihak agar tidak saling balas dendam. "Kami masih mencari DPO satu orang berinisoal N yang juga melakukan pembacokan," jelas Setyo.

Para tersangka dikenakan dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia amcaman tujuh tahun penjara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Tak Banding Gugatan Polusi Udara yang Dikabulkan PN Jakpus
Indonesia
Anies Tak Banding Gugatan Polusi Udara yang Dikabulkan PN Jakpus

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan 32 orang terkait polusi udara.

Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda
Indonesia
Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda

DPP KNPI melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1).

Pesan Gus Mus Soal Menyikapi Perpolitikan di Afghanistan
Indonesia
Pesan Gus Mus Soal Menyikapi Perpolitikan di Afghanistan

KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab dipanggil Gus Mus berpesan kepada seluruh umat untuk senantiasa bijaksana dan jernih dalam memandang persoalan terkait Afghanistan.

Kasus Korupsi CSRT, KPK Tetapkan Bos PT Ametis Indogeo Prakarsa Tersangka
Indonesia
Kasus Korupsi CSRT, KPK Tetapkan Bos PT Ametis Indogeo Prakarsa Tersangka

Atas perbuatannya, Lissa Rukmi Utari disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999

KPK Periksa Kepala BPKD DKI Terkait Korupsi Tanah Munjul
Indonesia
KPK Periksa Kepala BPKD DKI Terkait Korupsi Tanah Munjul

Dalam perkara ini baru menjerat lima pihak sebagai tersangka

Puluhan Siswa Positif COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tetap Lanjutkan Sekolah Tatap Muka
Indonesia
Puluhan Siswa Positif COVID-19, Pemkot Yogyakarta Tetap Lanjutkan Sekolah Tatap Muka

Meski demikian, Pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta belum berencana menghentikan kegiatan sekolah tatap muka.

595 Pengendara Ditilang karena Langgar Ganjil Genap
Indonesia
595 Pengendara Ditilang karena Langgar Ganjil Genap

"Ada 595 tilang yang sudah kita berikan kepada pelanggar," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo

Usulan RS COVID-19 Khusus Pejabat Dinilai Lukai Hati Rakyat
Indonesia
Usulan RS COVID-19 Khusus Pejabat Dinilai Lukai Hati Rakyat

"Kami menolak keras permintaan atau gagasan tersebut. Ini suara yang sangat melukai hati rakyat pada saat ratusan ribu penduduk Indonesia terpapar virus corona. Banyak di antara mereka yang tidak bisa mendapatkan penanganan layak di rumah sakit lantaran jumlah pasien COVID-19 meningkat tajam," ujar Charles

Wagub DKI Minta DPRD Revisi Perda COVID-19
Indonesia
Wagub DKI Minta DPRD Revisi Perda COVID-19

"Kita terus akan melakukan evaluasi terkait peraturan regulasi di masa pandemi ini," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Vaksinasi COVID-19 Belum Jadi Syarat Perjalanan
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Belum Jadi Syarat Perjalanan

Vaksinasi untuk ibu hamil ditunda