Dua Pelaku Pemalsuan Dokumen COVID-19 Ditangkap Polisi, Begini Modusnya Konferensi pers terkait kasus penjualan surat vaksin, tes usap antigen, dan tes usai "PCR" di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/7/2021). (ANTARA/Walda)

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya berhasil meringkus dua tersangka pemalsuan dokumen terkait COVID-19.

Dua tersangka berinisial RAR dan TN melakukan pemalsuan dokumen tersebut dengan menawarkan jasanya melalui media sosial.

“Pelaku menawarkan beragam dokumen, salah satunya dokumen hasil swab PCR atau swab antigen, serta kartu telah divaksin yang saat ini diwajibkan bagi orang yang melakukan perjalanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yusnus di Jakarta, Senin (19/7).

Baca Juga:

Anies Targetkan Sehari Seribu Orang Per Kelurahan Divaksin COVID-19

Pelaku berinisial RAR, dia menawarkan melalui akun Facebook @ranimaharani. Dia lakukan pemalsuan surat swab antigen dan PCR.

"Sedangkan pelaku yang berinisial TN, melakukan pemalsuan dokumen penting lainnya seperti NPWP dan BPJS Kesehatan,” imbuh Yusri.

Kedua tersangka dalam melakukan penawaran jasa pembuatan dokumen tersebut mematok harga tertentu tergantung jenis dokumen yang ingin dibuat para pemesan.

Mereka menawarkan harga dari mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah untuk satu dokumen.

RAR ini menawarkan dan sistem pembayarannya melalui WhatsApp. Dia kasih nomornya atau top up pulsa.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Taufik Ridwan)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat memberikan keterangan pers di Markas Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Taufik Ridwan)

Dia beroperasi sejak 15 Juni 2021 lalu. Sedangkan harga dipatok Rp 50 ribu - Rp 100 ribu tergantung dengan pemesanan.

TN menawarkan melalui media sosial, pembuatan dokumen BPJS, NPWP sampai dengan kartu vaksin seharga Rp 100 ribu.

“Masih akan dikejar ke daerah Sulawesi sana, bukan hanya mereka berdua saja, karena ini modus operandi yang dilakukannya memanfaatkan situasi di tengah pandemi COVID-19,” tegas Yusri.

Baca Juga:

Anies Sebut Seribu Lebih Pasien COVID-19 Antre di Lorong RS untuk Masuk IGD

Yusri menegaskan akan juga menyasar para pengguna dokumen yang dipalsukan. Lantaran apa yang mereka gunakan merupakan dokumen palsu dan tidak sesuai dengan aslinya, sehingga berpotensi meningkatkan penyebaran COVID-19.

“Kita juga sejauh ini akan telusuri pemakai dokumennya. Bisa saja mereka terkena sanksi pelanggaran pemalsuan dokumen,” kata Yusri. (Knu)

Baca Juga:

Optimisme Turunnya Penambahan Pasien COVID-19 Harian

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Pastikan RUU PKS Bukan Mengatur Kebebasan Berhubungan Badan
Indonesia
DPR Pastikan RUU PKS Bukan Mengatur Kebebasan Berhubungan Badan

Isu sentral yang menjadi fokus RUU Penghapusan Kekerasan Seksual adalah terkait kekerasan.

Vaksin Nusantara Tuai Polemik, Ulama sampai Artis Teater Nyatakan Dukungan ke BPOM
Indonesia
Vaksin Nusantara Tuai Polemik, Ulama sampai Artis Teater Nyatakan Dukungan ke BPOM

Integritas dan independesi BPOM tidak perlu diragukan lagi. BPOM selama ini telah mengabdi untuk menjaga kesehatan masyarakat di NKRI.

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp1,5 M dari Tersangka Bansos ke Legislator PDIP
Indonesia
KPK Dalami Dugaan Aliran Rp1,5 M dari Tersangka Bansos ke Legislator PDIP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengonfirmasi ihwal dugaan pemberian duit sebesar Rp1,5 miliar dan dua sepeda brompton oleh tersangka kasus dugaan suap bansos COVID-19 Harry Van Sidabukke kepada legislator PDI Perjuangan, Ihsan Yunus.

Tujuh Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Selatan DIY Rusak
Indonesia
Tujuh Alat Peringatan Dini Tsunami di Pantai Selatan DIY Rusak

Ketujuh EWS yang rusak berada di sepanjang Pantai Trisik hingga Pasir Kadilangu.

Biaya Transfer Antarbank Turun, Ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Biaya Transfer Antarbank Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bank Indonesia mengoperasikan sistem BI-FAST Payment yang akan membuat biaya transfer antar bank turun.

[Hoaks atau Fakta]: Belum Bayar Pajak, Polisi Tidak Bisa Tilang Pengendara
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Belum Bayar Pajak, Polisi Tidak Bisa Tilang Pengendara

Jika si polisi tetap mengambil tindakan menilang, menyarankan agar si pengendara mengajukan komplain secara resmi.

LIPI Apresiasi Gerak Cepat Airlangga Cari Pengganti Azis Syamsuddin
Indonesia
LIPI Apresiasi Gerak Cepat Airlangga Cari Pengganti Azis Syamsuddin

Airlangga juga menunjuk Adies Kadir sebagai Waketum Bidang Polhukam

Mahfud MD: Dua Nakhoda Partai Demokrat Bukan Urusan Pemerintah
Indonesia
Mahfud MD: Dua Nakhoda Partai Demokrat Bukan Urusan Pemerintah

Pemerintah menegaskan tak mau ikut campur terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang digelar The Hill Hotel & Resort, Sibolangit, Sumatera Utara, Jumat (5/3) kemarin.

Karantina Pemudik di Solo Ditunda, Gibran Tidak Mau Persulit Aktivitas Warga
Indonesia
Karantina Pemudik di Solo Ditunda, Gibran Tidak Mau Persulit Aktivitas Warga

"Yang jelas saya tidak mau mempersulit aktivitas warga, itu saja," kata dia.

Pemilik Borneo Lumbung Energi Samin Tan Didakwa Menyuap Eni Saragih Rp 5 Miliar
Indonesia
Pemilik Borneo Lumbung Energi Samin Tan Didakwa Menyuap Eni Saragih Rp 5 Miliar

Pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (PT BLEM) Samin Tan didakwa menyuap mantan anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih senilai Rp 5 miliar.