Dua Orang Jadi Tersangka Kasus Pengerusakan saat Demo Omnibus Law di Kaltim Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

MerahPutih.com - Polisi menetapkan dua orang dari sembilan orang yang diamankan sebagai tersangka terkait aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berujung kerusuhan di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur yang terjadi pada Kamis (5/11) malam.

Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan, mereka ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan pengerusakan dan membawa senjata tajam jenis badik.

“Dari sembilan orang tersebut dua orang sudah di tetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana pengrusakan dan kepemilikan senjata tajam jenis badik,” kata Ade saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/11).

Baca Juga

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Gratifikasi Menteri Suharso Monoarfa

Sementara itu, Ade menyebutkan tujuh orang lainnya hingga kekinian masih diperiksa. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami ada atau tidaknya keterlibatan mereka.

Adapun, dia mengungkapkan bahwa satu dari sembilan orang yang diamankan tersebut terkonfirmasi reaktif COVID-19. Hal itu diketahui berdasar hasil rapid test.

“Satu orang yang dinyatakan reaktif,” katanya.

Sejumlah mahasiswa dan buruh sebelumnya menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law – Undang-Undang Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Kamis (5/11).

Dalam aksi yang diikuti ratusan orang itu, polisi melakukan penangkapan terhadap beberapa mahasiswa. Tak hanya ditangkap, mereka juga mendapat perlakuan represif.

Mulanya bentrokan terjadi sekira pukul 17.28 WITA saat ratusan massa aksi dari mahasiswa, buruh dan aktivis terus merangsek hendak memasuki Gedung DPRD Kalimantan Timur.

Tak berselang lama, petugas kepolisian dari balik pagar besi setinggi lima meter, langsung menembakan air dari mobil water canon. Saat itu juga polisi berpakaian sipil langsung menciduk satu persatu mahasiswa yang mulai terurai.

Enam massa aksi langsung ditangkap dan mendapatkan pukulan hingga tendangan dari polisi. Keenam peserta demontrasi ini dianggap sebagai provokator didalam aksi yang seharusnya berjalan damai.

Massa sempat terkejut, mengetahui teman-teman mereka sudah ditangkap dan mendapatkan tindakan represif dari petugas yang sedang menyamar.

Massa aksi sempat mengira sekumpulan pria dengan menggunakan atribut seperti id card dan rompi pers, seperti wartawan yang sedang bertugas melakukan peliputan.

Namun sejumlah orang tersebut menyamar sebagai wartawan. Mengetahui rekan-rekan mereka dipukul dan ditendang, massa sempat kembali mendekat. Namun langsung dicegah polisi dengan tembakan gas air mata.

“Lepaskan teman kami,” seru beberapa peserta aksi.

Tak terima melihat rekannya ditangkap, para demonstran mulai menghujani petugas dengan lemparan batu. Kondisi yang kian memanas ini akhirnya membuat petugas kepolisian mengerahkan water canon.

Baca Juga

KPK Temukan Masih Banyak PSU yang Belum Diambilalih Pemkot Jaktim

Mobil water canon bersama puluhan polisi mengenakan alat pelindung diri lengkap mulai memukul mundur barisan massa.

“Rapatkan barisan, satu komando. Ikuti perintah saya,” seru seorang polisi yang memimpin pasukannya. “Maju,” tambahnya dengan nada yang meninggi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Koalisi Jokowi Makin Gemuk, PKS: Absolute Power Corrupts Absolutely
Indonesia
Koalisi Jokowi Makin Gemuk, PKS: Absolute Power Corrupts Absolutely

Hal ini disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyikapi langkah Partai Amanat Nasional (PAN) yang resmi bergabung ke koalisi pemerintah.

Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah
Indonesia
Bahlil Pimpin Kementerian Investasi, Nadiem Diprediksi Digeser Kader Muhammadiyah

Posisi Nadiem akan diganti oleh sosok dari Muhammadiyah yang lebih punya kapasitas dan kontribusi terhadap dunia pendidikan nasional.

Polisi Periksa Kebenaran Uang Rp 2 Triliun yang Dijanjikan Keluarga Akidi Tio
Indonesia
Polisi Periksa Kebenaran Uang Rp 2 Triliun yang Dijanjikan Keluarga Akidi Tio

Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan pemeriksaan ulang pemeriksaan anak bungsu dari Akidi Tio yang bernama Heryanty, Selasa (3/8).

Reaksi Polisi Ditantang Roy Suryo Tangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray
Indonesia
Reaksi Polisi Ditantang Roy Suryo Tangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray

Eks Menpora Roy Suryo meminta polisi untuk segera menangkap Eko Kuntadhi dan Mazdjo Pray terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Memahami Dampak Ekonomi dan Kesehatan di Masa PPKM Darurat
Indonesia
Memahami Dampak Ekonomi dan Kesehatan di Masa PPKM Darurat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali pada 3-21 Juli 2021 dinilai berdampak signifikan bagi masyarakat.

PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja
Indonesia
PPKM Darurat di Hari Pertama Kerja, Kapasitas di KRL Seperti Biasa Saja

Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, saat KRL mendekati stasiun Tanah Abang, kapasitas gerbong KRL semakin padat. Orang yang berdiri semakin berimpitan dan tidak ada jarak satu sama lain.

DKI Jakarta Diprediksi Berawan Hingga Sore Hari
Indonesia
DKI Jakarta Diprediksi Berawan Hingga Sore Hari

Kondisi cuaca tersebut akan berlangsung sejak Sabtu pagi

Mabes Polri Minta Tommy Sumardi yang Mengaku Diancam Irjen Napoleon untuk Bikin Laporan
Indonesia
Mabes Polri Minta Tommy Sumardi yang Mengaku Diancam Irjen Napoleon untuk Bikin Laporan

Mabes Polri meminta kepada terdakwa Tommy Sumardi dan semua pihak yang merasa haknya dilanggar agar membuat laporan polisi.

Nasabah Asuransi Jiwa Kresna Life Cabut Laporan Polisi, Ini Alasannya
Indonesia
Nasabah Asuransi Jiwa Kresna Life Cabut Laporan Polisi, Ini Alasannya

Nasabah Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life akhirnya mencabut laporan mereka di Polda Metro Jaya.

PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak
Indonesia
PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak

“Hal itu untuk untuk melindungi sesama,” kata Anne