Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut Siaran langsung saat Saksi Nursalim mengecek bukti baju gamis milik Novel Baswedan yang dibawa Jaksa di PN Jakut, Rabu (6/5/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Tuntutan setahun penjara untuk dua penyerang Novel Baswedan menuai kecaman.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai, tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Rahmat Kadir dan Ronny Bugis itu tak adil.

Baca Juga:

Kuasa Hukum Nilai Persidangan Kasus Penyiraman Novel Baswedan Penuh Sandiwara

Menurut Usman, insiden yang menimpa penyidik KPK ini bukan hanya soal teror, tetapi juga menjadi masalah serius yang mengancam kelanjutan pelaksanaan agenda reformasi di Indonesia.

"Khususnya dalam bidang pemberantasan korupsi dan penegakan HAM," kata Usman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/6).

Dia membandingkan dengan tuntutan hukuman yang dialami tahanan hati nurani Papua. Untuk sesuatu yang dilindungi oleh hukum nasional dan internasional, mereka malah terancam hukuman hingga belasan tahun. Mereka, kata Usman, tidak bersenjata, melakukan perbuatan secara damai, tapi justru dibungkam.

Sedangkan pelaku penyerangan Novel sebaliknya, bersenjata dan jelas melakukan kekerasan, namun ancaman hukumannya sangat ringan.

"Hukum menjadi dipertanyakan dan keseriusan Indonesia untuk menegakkan HAM juga turut dipertanyakan," kata dia.

Usman menganggap, apa yang dialami Novel hingga mata kirinya rusak tersebut menjadi ancaman serius bagi penegakkan agenda reformasi di Indonesia.

Usman mengerucutkan ancaman itu khususnya dalam bidang pemberantasan korupsi dan penegakkan HAM.

Dokumentasi - Penyidik KPK Novel Baswedan selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz
Dokumentasi - Penyidik KPK Novel Baswedan selaku korban menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya dengan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (30/4/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Usman mendorong agar pelaku kunci untuk ditangkap. Ia jadi ingat dengan kasus-kasus yang menyasar pembela HAM semisal kasus Munir yang akhirnya terungkap kalau ada dendam pribadi yang dibeberkan di pengadilan.

"Ada kesan kasus dipersempit dengan hanya menjaring pelaku di lapangan, bukan otaknya," ujarnya.

Diketahui, Ronny Bugis merupakan anggota Brimob Polri yang turut serta bersama Rahmat Kadir Mahulette melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pada Selasa 11 April 2017.

Ketika itu, sekira pukul 03.00 WIB, Rahmat Kadir menemui terdakwa Ronny Bugis di asrama Gegana Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Rahmat Kadir menemui Ronny Bugis seraya membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dan meminta diantar ke daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga:

Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan Bukti Ada Kepentingan Mafia Korupsi

Dia lantas mengarahkan Ronny Bugis untuk mengemudikan sepeda motor ke lokasi tempat tinggal Novel di Jl Deposito Blok T No 8, RT003 RW010, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Selanjutnya, Rahmat Kadir yang diboncengi oleh Ronny Bugis mengamati gerak-gerik setiap orang yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan.

Sambil mengamati dan menunggu Novel keluar dari masjid Rahmat Kadir pun telah bersiap membuka plastik hitam yang berisi cairan asam sulfat (H2SO4) yang disimpan dalam mug loreng hijau.

Sekitar pukul 05.10 WIB, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis pun akhirnya melihat Novel keluar Masjid Al-Ikhlas.

Saat itulah, Rahmat Kadir menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) dari atas motor yang dikendarai oleh Ronny Bugis. (Knu)

Baca Juga:

Penerornya Dituntut 1 Tahun Penjara, Novel: Fakta Rusaknya Hukum di Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan
Indonesia
Dicokok Polisi karena Minta Jokowi Mundur, Pecatan TNI Gugat Praperadilan

Gugatan praperadilan telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 Selain Setia Kepada Pancasila, Menag: FPI Janji Tak Langgar Hukum Lagi
Indonesia
Selain Setia Kepada Pancasila, Menag: FPI Janji Tak Langgar Hukum Lagi

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi melanjutkan ada langkah maju FPI telah membuat pernyataan setia pada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

54,1 Juta Warga Ikut Sensus Penduduk Online
Indonesia
54,1 Juta Warga Ikut Sensus Penduduk Online

Pada 1 September 2020, Badan Pusat Statistik bakal menerjunkan petugas ke lapangan melakukan cacah sensus untuk merekam data penduduk yang belum tercatat.

KBRI Brunei Kembali Fasilitasi WNI Yang Balik ke Indonesia
Indonesia
KBRI Brunei Kembali Fasilitasi WNI Yang Balik ke Indonesia

Hasil survei yang dilakukan oleh KBRI Bandar Seri Begawan menunjukkan terdapat sekitar 300 lebih WNI yang berkeinginan kembali ke Indonesia.

Lindungi Pelajar dari COVID-19, Ujian Nasional SMP dan SMA Resmi Ditiadakan
Indonesia
Lindungi Pelajar dari COVID-19, Ujian Nasional SMP dan SMA Resmi Ditiadakan

Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang

Gereja Katedral Belum Adakan Misa, Ini Alasannya
Indonesia
Gereja Katedral Belum Adakan Misa, Ini Alasannya

Sementara itu untuk misa harian akan diadakan secara online pada Senin-Jumat pada pukul 18.00 WIB.

Catat! Jadwal Operasional Lima KA Jarak Jauh Mulai Besok
Indonesia
Catat! Jadwal Operasional Lima KA Jarak Jauh Mulai Besok

PT KAI Daop 1 akan terus melakukan evaluasi mengikuti perkembangan di lapangan.

Mayoritas DPD Provinsi Diklaim Dukung Airlangga Kembali Jadi Ketum Golkar
Indonesia
Mayoritas DPD Provinsi Diklaim Dukung Airlangga Kembali Jadi Ketum Golkar

Dukungan dan penilaian positif mayoritas kader daerah kepada Airlangga Hartarto adalah sebuah hal yang wajar

Wali Kota Tangerang Klaim 14 Tanggul yang Rusak Sudah Diperbaiki
Indonesia
Wali Kota Tangerang Klaim 14 Tanggul yang Rusak Sudah Diperbaiki

Dinas PUPR Kota Tangerang mengklaim telah melakukan perbaikan sebanyak 14 tanggul yang mengalami kerusakan.

Sosok Didi Kempot di Mata Ahok
Indonesia
Sosok Didi Kempot di Mata Ahok

Ahok menyebut dunia musik Indonesia amat kehilangan sosok yang fenomenal hingga mancanegara itu.