Dua Oknum Polisi Penjual Senjata ke KKB karena Faktor Pertemanan Karopenmas Polri, Brigjen Rusdi Hartono. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Dua oknum anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease ditangkap karena diduga menjual senjata api ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Kedua oknum polisi itu awalnya hanya berteman dengan kelompok yang menjual senjata ke KKB Papua. Hanya karena berteman akhirnya timbul komunikasi dengan kelompok-kelompok yang terjadi.

Baca Juga

TNI-Polri Masuk Hutan Persempit Ruang Gerak KKB Joni Botak

"Jadi hanya pertemanan, ternyata lebih jauh lagi pertemanan itu. Ya akhirnya terlibat dalam kelompok-kelompok yang jual senjata," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (3/3).

Selain itu, Rusdi mengungkap hasil penjualan senjata itu menguntungkan secara ekonomi. Rusdi mengaku belum tahu berapa nominal persis dari penjualan yang didapat dari kedua oknum polisi itu.

"Ini kita dalami. Yang jelas itu dapat keuntungan. Satu butir peluru itu pasti ada harganya. Apalagi sampai 1 pucuk senjata, itu pun ada harganya," terangnya.

Karopenmas Polri, Brigjen Rusdi Hartono. Foto: ANTARA

Hingga saat ini, lanjut Rusdi, hanya ada 2 oknum polisi yang terlibat dalam penjualan senjata-amunisi ke KKB Papua. Polda Papua dan Polda Maluku masih terus mendalami kasus tersebut.

"Masih 2 itu ya. Masih didalami juga oleh Polda Papua dan Polda Maluku untuk sementara masih 2 anggota itu," tandas Rusdi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat suara perihal penangkapan dua oknum polisi yang diduga menjual senjata api dan amunisi ke KKB Papua. Listyo memastikan bakal memecat oknum polisi yang mencoreng institusi Polri.

"Yang begitu-begitu saya kira kita tidak akan pertahankan," kata Listyo Sigit Prabowo.

Listyo memastikan pihaknya akan menindak tegas kedua oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sanksi internal hingga ancaman pidana telah disiapkan jika keduanya terbukti menjual senpi dan amunisi ke KKB Papua.

"Ya tentunya berkaitan dengan pelanggaran anggota kan sudah jelas sikap kita tegas. Yang seperti itu ya harus kita proses tegas secara internal, kita proses pidana," ucap Listyo. (Knu)

Baca Juga

DPD Minta Polri Usut Tuntas Oknum Polisi Jual Senjata Api ke KKB

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sambangi Wisma Atlet, BP2MI Pastikan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Migran Indonesia
Indonesia
Sambangi Wisma Atlet, BP2MI Pastikan Jaminan Kesehatan Bagi Pekerja Migran Indonesia

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyambangi Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta Pusat, Rabu (19/5).

Berniat Makamkan Orang Meninggal, Penggali Kubur di Boyolali Temukan Arca
Indonesia
Berniat Makamkan Orang Meninggal, Penggali Kubur di Boyolali Temukan Arca

Arca ukuran sekitar 60x40 cm tersebut ditemukan terpendam di dalam tanah dengan kedalaman 1,5 meter.

Jalur Sepeda Permanen Senayan-Bundaran HI Dikucurkan Dana Rp30 Miliar
Indonesia
Jalur Sepeda Permanen Senayan-Bundaran HI Dikucurkan Dana Rp30 Miliar

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah mengerjakan jalur sepeda permanen di kawasan Senayan sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI). Panjang lintasan olahraga sepeda itu sepanjang 11,2 kilometer (km)

Edhy Prabowo Klaim Villa yang Disita KPK Bukan Miliknya
Indonesia
Edhy Prabowo Klaim Villa yang Disita KPK Bukan Miliknya

Bangunan beserta tanah itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster

Obat ARV Tersendat, ODHA Berhadap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sukses
Indonesia
Obat ARV Tersendat, ODHA Berhadap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sukses

Di musim pandemi saat ini, Jo dan kawan-kawasnnya, mendapatkan stok ARV untuk seminggu terapi. Padahal sebelum pandemi, ia bisa mendapat stok ARV untuk sebulan terapi.

Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi
Indonesia
Polisi Periksa Relawan Jokowi Sebagai Saksi

Ambroncius mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (25/1) malam

Perhitungan Pilpres AS, Trump Tetap Kuasai Florida
Indonesia
Perhitungan Pilpres AS, Trump Tetap Kuasai Florida

Negara bagian yang belum menyelesaikan perhitungan Minnesota, Wisconsin, Michigan, Pennylvania, Nort Carolina ,Georgia, Texas, Alaska, Arizona dan Nevada.

 Ojek Daring Rugi Waktu Gegara Antre Promo 'BTS Meal' McDonald's
Indonesia
Ojek Daring Rugi Waktu Gegara Antre Promo 'BTS Meal' McDonald's

Kalau bakal lama begini, kami sih sudah bilang lebih dulu

KPK Dalami Aliran Uang dari Eksportir Benur ke Edhy Prabowo
Indonesia
KPK Dalami Aliran Uang dari Eksportir Benur ke Edhy Prabowo

Dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mendalami aliran uang yang diterima Edhy Prabowo dari para eksportir benur