Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Diadili Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

MerahPutih.com - Kasus unlawfull killing, penembakan terhadap enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) mulai disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10).

Dua anggota kepolisian aktif, yakni Ipda MYO dan Briptu FR akan dihadirkan sebagai terdakwa dalam kasus yang terkenal dengan sebutan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer (Km) 50 tersebut.

Kepala Humas PN Jaksel Suharno menerangkan, sidang pembacaan dakwaan terhadap dua terdakwa itu, akan dimulai, sekitar pukul 10:30 WIB.

Baca Juga:

Kecuali Rizieq Shihab, Lima Mantan Petinggi FPI Bebas dari Penjara

“Ketua majelisnya hakim M Arif Nuryanta SH MH,” begitu kata Suharno kepada wartawan, Senin (18/10).

Kordinator penuntut umum dalam sidang tersebut nantinya, adalah jaksa Donny M Sany.

Ada satu anggota kepolisian lain yang juga berstatus sebagai tersangka. Yakni, Ipda Elwira Priadi Z. Namun, ia telah meninggal dunia karena kecelakaan kendaraan sehingga, tak dapat diseret ke pengadilan.

Namun, menurut riwayat kasus yang dijelaskan oleh pengadilan, tiga anggota kepolisian tersebut diduga adalah pelaku dari pembunuhan terhadap enam anggota pengawal Rizieq Shihab.

Mereka diduga bersama-sama pada 7 Desember 2020, sekitar pukul 00:30 WIB, atau sampai 01:50 WIB di Jalan Interchange Karawang sampai di Jalan Raya Tol Jakarta-Cikampek Km 50+200 meter, melakukan pembunuhan enam anggota Laskar FPI.

“Mereka yang melakukan dan yang turut serta melakukan, dengan sengaja merampas nyawa orang lain,” begitu mengutip keterangan pengadilan.

Anggota Komisi Nasional HAM Mohammad Choirul Anam, menunjukkan barang bukti atas peristiwa kematian enam anggota FPI. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Anggota Komisi Nasional HAM Mohammad Choirul Anam, menunjukkan barang bukti atas peristiwa kematian enam anggota FPI. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Dalam rilis resmi pelimpahan perkara ke PN Jaksel, oleh Kejaksaan Agung (Kejakgung), pada Selasa (5/10) lalu, tim jaksa penuntut umum dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) mendakwa pelaku menggunakan pasal 338 KUH Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana sebagai ancaman primair.

Sangkaan tersebut, terkait dengan penghilangan nyawa orang lain, dengan ancaman penjara 15 tahun.

Jaksa penuntut umum, dalam rencana dakwaannya, juga menebalkan sangkaan subsidair, menggunakan pasal 351 ayat (3) KUH Pidana juncto, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Aturan tersebut, terkait dengan ancaman tujuh tahun penjara terhadap pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap orang lain atau korban.

Meskipun penjeratan terhadap dua anggota kepolisian tersebut termasuk pidana berat dengan ancaman di atas lima tahun penjara, namun kepolisian maupun kejaksaan sejak penetapan tersangka tak melakukan penahanan.

Hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut, pembunuhan enam nyawa tersebut, sebagai pelanggaran HAM berupa unlawfull killing atau pembunuhan yang terorganisir oleh petugas, tanpa ada dasar hukum.

Akan tetapi, dari enam korban pembunuhan tersebut, hanya empat kasus yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

Baca Juga:

Dua Tersangka Pembunuhan Anggota Laskar FPI Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Empat kasus pelanggaran HAM tersebut, terkait pembunuhan terhadap anggota Laskar FPI; Ahmad Sofyan alias Ambon (26 tahun), Muhammad Reza (20), dan Luthfi Hakim (25), serta Muhammad Suci Khadavi (21).

Sedangkan terhadap dua lainnya, dinyatakan dibunuh anggota kepolisian lantaran dampak dari eskalasi tinggi. Mereka yaitu, Faiz Ahmad Sukur (22), dan Andi Oktiawan (33).

Atas penyelidikan tersebut, Komnas HAM merekomendasikan kepada pemerintah untuk menjamin penyidikan, dan proses hukum terkait kasus tersebut. (Knu)

Baca Juga:

Mahkamah Agung Tolak Kasasi Eks Bos FPI Dkk

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tingkat Kesembuhan Kasus COVID-19 di Jakarta Capai 97 Persen
Indonesia
Tingkat Kesembuhan Kasus COVID-19 di Jakarta Capai 97 Persen

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 832.226 kasus

Harkitnas Jadi Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19
Indonesia
Harkitnas Jadi Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-114 diharapkan menjadi momentum Indonesia untuk bangkit dari pandemi COVID-19.

Pemprov DKI Segera Bagikan BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu
Indonesia
Pemprov DKI Segera Bagikan BST PPKM Darurat Rp 600 Ribu

Sejumlah anggaran yang digeser Pemda DKI yaitu program rehabilitasi bangunan Dinas Sosial (Dinsos) dan renovasi Dinas Pendidikan (Disdik) yang tidak mendesak saat ini.

Pertimbangan Jokowi Pilih Jenderal Andika Sebagai Panglima TNI Versi Moeldoko
Indonesia
Pertimbangan Jokowi Pilih Jenderal Andika Sebagai Panglima TNI Versi Moeldoko

Kebetulan Pak Andika adalah kepala staf yang senior

Pastikan PON Papua Layak Digelar, Kapolri-Panglima TNI Sidak ke Stadion Lukas Enembe
Indonesia
Pastikan PON Papua Layak Digelar, Kapolri-Panglima TNI Sidak ke Stadion Lukas Enembe

Kapolri dan rombongan memastikan bahwa dua arena olahraga tersebut bakal siap digunakan untuk pesta olahraga nasional tersebut pada bulan Oktober 2021 mendatang.

TransJakarta Bantah 20 Karyawannya Meninggal Akibat COVID-19
Indonesia
TransJakarta Bantah 20 Karyawannya Meninggal Akibat COVID-19

Transjakarta sangat peduli dengan seluruh karyawan

Pencurian Data Bank Indonesia Terus Berlanjut, Pakar: Ransomware Conti Sangat Berbahaya
Indonesia
Pencurian Data Bank Indonesia Terus Berlanjut, Pakar: Ransomware Conti Sangat Berbahaya

Unggahan data Bank Indonesia yang sebelumnya ukurannya 487 megabita, kemudian naik menjadi 44 gigabita, 130 gigabita, hingga Minggu bertambah lagi menjadi 228 gigabita.

Hari Ini Masjid Istiqlal Belum Gelar Salat Jumat
Indonesia
Hari Ini Masjid Istiqlal Belum Gelar Salat Jumat

Karena sampai sekarang Masjid Istiqlal masih tutup untuk umum

Ditanya Progres Formula E, Reaksi Anies Mendadak Berubah
Indonesia
Ditanya Progres Formula E, Reaksi Anies Mendadak Berubah

Semua itu berubah ketika ada seorang jurnalis melempar pertanyaan perkembangan tentang gelaran Formula E di Jakarta ke Anies.

 Saat Satgas Mulai Menagih Hutang Para Obligator BLBI
Indonesia
Saat Satgas Mulai Menagih Hutang Para Obligator BLBI

Kamis (27/8), Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tekah memanggil Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto untuk menyelesaikan utangnya terhadap negara sebesar Rp 2,61 triliun.