Dua Oknum Polisi Didakwa Bunuh Pengawal Rizieq Shihab Suasana sidang dakwaan terdakwa kasus unlawful killing di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021). ANTARA/Sihol Hasugian

MerahPutih.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50.

"Bahwa akibat perbuatan terdakwa (Ipda Yusmin) bersama-sama dengan Briptu Fikri Ramadhan serta Ipda Elwira Priadi (almarhum) mengakibatkan meninggalnya Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, M Suci Khadavi Poetra," ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (18/10).

Baca Juga

Dua Oknum Polisi Penembak Laskar FPI Diadili

Kedua oknum polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi tetapi yang bersangkutan sudah meninggal dunia karena kecelakaan

Kasus bermula saat Ipda Yusmin, Briptu Fikri, dan Ipda Elwira bersama 4 polisi lain diperintahkan memantau pergerakan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

Sebab saat itu Rizieq tidak hadir memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Di sisi lain, polisi menerima informasi tentang simpatisan Rizieq akan mengepung Polda Metro Jaya pada Senin, 7 Desember 2020 di mana seharusnya Rizieq memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.

Ketujuh polisi itu lalu melakukan pemantauan di Perumahan The Nature Mutiara Sentul Bogor di mana Habib Rizieq berada.

Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)
Sebuah adegan di titik lokasi keempat dalam rekonstruksi penembakan anggota FPI di jalan Tol Jakarta-Cikampek. (ANTARA/Ali Khumaini)

Namun saat itu dari perumahan itu muncul 10 mobil yang diduga rombongan Rizieq. Ketujuh polisi itu mengikuti menggunakan 3 mobil.

Dalam perjalanan, salah satu mobil polisi dicegat dan diserempet mobil yang diduga berisi para laskar FPI. Para laskar FPI itu disebut jaksa sempat menyerang mobil polisi menggunakan pedang.

Polisi sempat memberikan tembakan peringatan tetapi anggota laskar FPI balik menodongkan senjata. Setelahnya terjadi aksi kejar-kejaran di mana saat anggota laskar FPI kembali menodongkan senjata.

Polisi pun membalas dengan menembak ke arah mobil para anggota laskar FPI itu.

"Pada saat Mohammad Yusmin Ohorella melakukan penembakan beberapa kali yang diikuti oleh Briptu Fikri melakukan penembakan ke arah penumpang yang berada di atas mobil anggota FPI dengan jarak penembakan yang sangat dekat kurang lebih 1 meter.

Kejar-kejaran itu berakhir di rest area Km 50. Saat diperiksa polisi, ada 2 orang yang sudah tewas di dalam mobil anggota FPI itu, sisanya 4 orang masih hidup.

Polisi lalu membawa empat orang yang masih hidup itu tetapi tidak diborgol yang disebut jaksa tidak sesuai standard operating procedure (SOP).

Keempat anggota FPI itu lalu disebut menyerang dan berupaya mengambil senjata polisi. Briptu Fikri dan Ipda Elwira pun menembak mati 4 anggota FPI itu di dalam mobil.

Akibat perbuatannya, para terdakwa itu dikenai Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Knu)

Baca Juga

Dua Tersangka Pembunuhan Anggota Laskar FPI Segera Duduk di Kursi Pesakitan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bupati Indramayu akan Rujuk Enam Korban Kebakaran Kilang Balongan ke RSAP Jakarta
Indonesia
Bupati Indramayu akan Rujuk Enam Korban Kebakaran Kilang Balongan ke RSAP Jakarta

"Secepatnya Pak Kadis, Bu Direktur enam pasien ini dirujuk ke RSAP Jakarta, kasihan luka bakarnya sangat serius," pinta Nina

Pemkot Yogyakarta Kaji Pemberian Izin Konser dengan Persyaratan Ketat
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Kaji Pemberian Izin Konser dengan Persyaratan Ketat

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta DIY tengah mengkaji pemberian izin penyelenggaraan konser dan sejumlah event masyarakat.

Masyarakat Disarankan Hentikan Aktivitas Tak Perlu, Epidemiolog: Bulan Depan Idul Adha
Indonesia
Masyarakat Disarankan Hentikan Aktivitas Tak Perlu, Epidemiolog: Bulan Depan Idul Adha

Sementara itu, untuk wilayah Bali, tidak terjadi lonjakan

Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac
Indonesia
Tidak Diakui Singapura, Ahli Minta Warga Tetap Mau Disuntik Vaksin Sinovac

Tingkat kemanjuran/efikasi CoronaVac lebih rendah jika dibandingkan dengan vaksin buatan Pfizer dan BioNTech, Comirnaty/BNT162b2.

PT MRT Jakarta Targetkan Simpang Temu Dukuh Atas Rampung April 2023.
Indonesia
PT MRT Jakarta Targetkan Simpang Temu Dukuh Atas Rampung April 2023.

Simpang Temu merupakan salah satu fasilitas yang dibangun di Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Dukuh Atas

Golkar Putuskan Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024
Indonesia
Golkar Putuskan Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024

"Kami memutuskan punya capres sendiri, terpilihnya Pak Airlangga sebagai ketua umum," ujar Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia

Terhambat, IDI Fasilitasi Vaksinasi Tenaga Kesehatan
Indonesia
Terhambat, IDI Fasilitasi Vaksinasi Tenaga Kesehatan

"Bagi kawan-kawan yang kesulitan mengakses vaksin silakan hubungi IDI setempat untuk diberikan akses mendaftar vaksin supaya penyuntikan vaksin untuk kawan-kawan berjalan lancar," ujar Ketua IDI Daeng, Rabu (27/1).

Cegah Hujan Saat World Superbike, Tiga Ton Garam Ditabur di Langit Lombok
Indonesia
Cegah Hujan Saat World Superbike, Tiga Ton Garam Ditabur di Langit Lombok

Situasi pada hari kedua pelaksanaan balap di Sirkuit Mandalika berjalan dengan aman dan tidak ada gangguan.

Pencarian 'Black Box' Mulai Mengerucut di Perairan Pulau Laki
Indonesia
Pencarian 'Black Box' Mulai Mengerucut di Perairan Pulau Laki

Pada Senin (11/1), area pencarian berbentuk segitiga

Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang Diperkirakan Terjadi di Jaksel dan Jaktim
Indonesia
Hujan Lebat Disertai Kilat dan Angin Kencang Diperkirakan Terjadi di Jaksel dan Jaktim

Pada siang hari, wilayah Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diperkirakan mengalami cerah berawan