Dua Oknum Pegawai BPK Kena OTT di Bekasi, Uang Rp 350 Juta Disita Kepala Kejari Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas memberikan keterangan pers perihal penangkapan oknum BPK Perwakilan Jawa Barat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

MerahPutih.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang oknum pegawai Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI.

Kedua oknum pegawai BPK berinisial AMP alias APS dan F alias HF diamankan Kejari Kabupaten Bekasi di ruangan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), lingkungan Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/3).

Baca Juga

KPK Dalami Sumber Duit Rp 1 Miliar yang Dibawa Bupati PPU Saat Terjaring OTT

Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas mengungkapkan, kasus ini bermula saat BPK Perwakilan Jawa Barat melakukan pemeriksaan rutin pada Desember 2021.

"Kemudian terhadap temuan BPK Perwakilan Jawa Barat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, terduga pelaku APS meminta uang sejumlah Rp20 juta kepada masing-masing puskesmas dengan total 17 puskesmas dan Rp 500 juta pada RSUD Cabangbungin," ucap Ricky di Cikarang, Kamis (31/3)

Pada 28 Maret 2022, APS menghubungi M untuk langsung menyerahkan uang kepada BPK Perwakilan Jawa Barat. Saat itu dokter A dari Forum Puskesmas menyiapkan uang sejumlah Rp250 juta sedangkan dokter M dari RSUD Cabangbungin hanya mampu memberikan Rp100 juta.

"Pihak RSUD Cabangbungin merasa takut namun hanya mampu memenuhi sejumlah Rp 100 juta," kata Ricky.

Baca Juga

Kepala Daerah Kena OTT KPK, Mendagri Tito Khawatir Kepercayaan Publik Menurun

Pada 29 Maret 2022, Tim Kejari Kabupaten Bekasi yang mendapatkan informasi terkait pemerasan oleh oknum BPK Provinsi Jawa barat itu kemudian menindaklanjuti hingga mengungkapkan kebenaran penyerahan uang sejumlah Rp 350 juta kepada APS.

Sehari berselang tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penggeledahan terhadap kamar yang dihuni oknum tersebut di Apartemen Oakwood Kecamatan Cikarang Selatan.

"Penyidik menemukan uang tunai dalam satu buah tas ransel warna hitam pecahan lima puluh dan seratus ribu di kamar HF berjumlah Rp 350 juta," ujar Ricky

Menindaklanjuti hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi langsung melakukan penangkapan terhadap APS dan HF yang sedang melakukan pemeriksaan di ruangan BPKD Kabupaten Bekasi.

"Kami langsung membawa keduanya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk proses lebih lanjut," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Bekas Raja OTT KPK Lulus Seleksi Kualitas Calon Hakim Agung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pendaftar Anggota KPU dan Bawaslu Masih Minim
Indonesia
Jumlah Pendaftar Anggota KPU dan Bawaslu Masih Minim

"Di Pemilu 2024 tantangan begitu berat, masalah pandemi, residu politik. Masyarakat terbelah, residu hoaks," jelas Hamdi.

Sekjen PBB Akan Bertemu Presiden Rusia dan Ukraina
Dunia
Sekjen PBB Akan Bertemu Presiden Rusia dan Ukraina

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres akan mengunjungi Rusia pekan depan untuk menemui Presiden Vladimir Putin.

Puluhan Museum di Yogyakarta Butuh Suntikan Dana
Indonesia
Puluhan Museum di Yogyakarta Butuh Suntikan Dana

Puluhan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak pandemi dan membutuhkan suntikan dana.

Ketua DPRD DKI Dinyatakan Tak Langgar Etik Interpelasi Formula E
Indonesia
Ketua DPRD DKI Dinyatakan Tak Langgar Etik Interpelasi Formula E

Adanya amar keputusan tersebut, maka proses penyelidikan laporan dugaan pelanggaran tata tertib dan kode etik terhadap Ketua DPRD DKI Prasetyo atas pelaksanaan rapat paripurna interpelasi Formula E selesai.

DPR Sahkan RUU Otsus Papua Jadi Undang-Undang
Indonesia
DPR Sahkan RUU Otsus Papua Jadi Undang-Undang

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (Otsus Papua) jadi Undang-Undang.

Sejumlah Syarat Jika Ingin Nonton MotoGP Mandalika
Indonesia
Sejumlah Syarat Jika Ingin Nonton MotoGP Mandalika

Bagi Warga Negara Asing, diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksin serta hasil tes PCR/Antigen

SMF Salurkan Rp 3,8 Triliun Untuk Bangun 106 Ribu Unit Rumah Bersubsidi
Indonesia
SMF Salurkan Rp 3,8 Triliun Untuk Bangun 106 Ribu Unit Rumah Bersubsidi

Terhitung sejak Agustus 2018 hingga saat ini SMF telah merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP sebesar Rp 8,270 triliun untuk 239.082 unit rumah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Monas Disulap Jadi Posko Oxygen Rescue
Indonesia
Monas Disulap Jadi Posko Oxygen Rescue

Bantuan dapat diberikan dalam bentuk tabung atau isi oksigennya

Pemerintah Siapkan Skenario Pandemi Jadi Endemi
Indonesia
Pemerintah Siapkan Skenario Pandemi Jadi Endemi

Sejumlah negara, ujar Wapres, mulai mempertimbangkan untuk menyuntikkan booster kepada masyarakat guna meningkatkan daya tahan atau imun tubuh terhadap COVID-19.

Ibu Menyusui Dapat Disuntik Vaksin Pfizer
Indonesia
Ibu Menyusui Dapat Disuntik Vaksin Pfizer

Hanya warga yang belum menerima vaksin dosis satu maupun kedua yang dapat menerima suntikan Pfizer.