Dua Mekanisme Pemberian Vaksin COVID-19 Bagi Lansia Vaksinasi COVID-19 . (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas.

Dua mekanisme tersebut yaitu vaksinasi yang dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan vaksinasi massal di tempat.

Baca Juga

13 Ribu Pegawai PT KAI Siap Ikut Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Untuk mekanisme pertama sasaran peserta vaksinasi lansia dapat mendaftar langsung pada website Kemenkes www.kemkes.go.id dan juga website Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) covid19.go.id.

“Dalam mengisi data tersebut, sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain atau melalui ketua RT/RW setempat,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers yang ditayangkan pada kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Jumat (19/2).

Pada kedua website tersebut, akan disediakan tautan yang dapat diklik oleh sasaran penerima vaksinasi lansia untuk mengisi sejumlah pertanyaan yang diajukan. Nadia pun mengingatkan agar sasaran vaksinasi mengisi data yang diminta dengan benar.

Tautan yang tersedia di website Kemenkes dan KPCPEN ini, imbuhnya, sekaligus menggantikan tautan yang sebelumnya beredar di masyarakat dan tautan yang telah beredar tersebut dinyatakan sudah tidak dapat dipergunakan kembali.

Vaksinasi COVID-19
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Sekretariat Presiden)

Bagi peserta atau sasaran vaksinasi masyarakat lanjut usia yang sudah sempat mengisi tautan tersebut tidak perlu khawatir.

"Karena dipastikan bahwa data Bapak/Ibu sekalian dijamin aman dan tersimpan di dalam data yang ada di dinas kesehatan provinsi di mana peserta tinggal,” tegas Nadia.

Nadia menambahkan, peserta vaksinasi lansia yang sudah mendaftar sebelumnya, tidak perlu mengisi kembali tautan yang ada di website KPCPEN atau Kemenkes.

Selanjutnya, data yang telah diisi oleh sasaran vaksinasi akan masuk ke dinkes provinsi tempat peserta vaksinasi tinggal.

Dinkes kemudian akan menentukan jadwal meliputi hari, jam, dan waktu, serta lokasi pelaksanaan vaksinasi bagi sasaran vaksinasi lansia.

Vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan masyarakat, baik itu di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah dan swasta.

Sementara untuk mekanisme kedua, Nadia menyampaikan, dilakukan melalui vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi yang bekerja sama dengan Kemenkes dan juga dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota.

Nadia mencontohkan, organisasi atau institusi seperti organisasi pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI/Polri (PEPABRI), dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dapat melakukan vaksinasi massal dengan bekerja sama dengan Kemenkes atau dinkes provinsi maupun kabupaten/kota.

Organisasi lain juga dapat menyelenggarakan vaksinasi secara massal. Misalnya organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan lainnya.

"Syaratnya, organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat melaksanakan vaksinasi massal,” tegas Nadia.

Dalam pelaksanaan vaksinasi massal ini, maka organisasi atau institusi tersebut akan melakukan pendataan dan pendaftaran untuk masyarakat sasaran lanjut usia yang berada di daerah mereka masing-masing.

Setelah melakukan pendaftaran, organisasi dan institusi tersebut akan bekerja sama dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menentukan pelaksanaan, termasuk waktu dari vaksinasi massal.

"Organisasi tersebut akan memberitahukan jadwal dan tempat pelaksanaan vaksinasi massal kepada para peserta yang tentunya sudah mendaftar,” ujarnya. Dalam pelaksanaan vaksinasi, Nadia menegaskan, Kemenkes juga telah menyiapkan langkah dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Nadia juga menegaskan Kemenkes bersama dinkes akan memastikan bahwa proses vaksinasi yang akan dilaksanakan di faskes maupun vaksinasi massal tersebut dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Knu)

Baca Juga

Pemerintah Pakai Vaksin Dalam Negeri untuk Vaksinasi COVID-19 Tahap Ketiga

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Tangkap Menteri Edhy, Tampar Kredibilitas Prabowo dan Pemerintah
Indonesia
KPK Tangkap Menteri Edhy, Tampar Kredibilitas Prabowo dan Pemerintah

dampak dari penangkapan terhadap menteri KKP tentu bisa menurunkan kepercayaan publik kepada pemerintah.

Tarung Bebas Sarah Vs Nur Azizah di Pilwakot Tangerang Selatan
Indonesia
Tarung Bebas Sarah Vs Nur Azizah di Pilwakot Tangerang Selatan

Menurut Ujang, akan terjadi pertarungan bebas dengan menggunakan kekuatan yang berada di belakang layar dari para masing-masing calon.

Semarang Dilanda Cuaca Buruk, 2 Pesawat Landing di Bandara Adi Soemarmo Solo
Indonesia
Semarang Dilanda Cuaca Buruk, 2 Pesawat Landing di Bandara Adi Soemarmo Solo

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Yani Ajat Hermawan membenarkan adanya landing dua pesawat tersebut akibat cuaca buruk di Bandara Ahmad Yani Semarang sampai Sabtu siang.

KPK Garap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terkait Kasus Gratifikasi
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Suap Izin Ekspor Benur
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Suap Izin Ekspor Benur

“Perlindungan diperlukan agar para saksi dalam kasus ini dapat memberikan informasi tanpa adanya intimidasi atau potensi ancaman lain,” kata Hasto

Komjen Listyo Harus Punya Komitmen Tinggi Berantas Korupsi dan Pungli
Indonesia
Komjen Listyo Harus Punya Komitmen Tinggi Berantas Korupsi dan Pungli

"Jadi, harus ada komitmen tinggi dari Kapolri baru untuk memberantas korupsi dan pungli ditubuh Polri,” kata Fickar

Belum Capai 1 Juta, Pemda Diminta Segera Ajukan Kebutuhan Guru PPPK
Indonesia
Belum Capai 1 Juta, Pemda Diminta Segera Ajukan Kebutuhan Guru PPPK

Saat ini formasi yang disampaikan pemda baru 200 ribu, sementara target untuk guru honorer melalui seleksi terbuka tersebut mencapai satu juta guru.

Kerumunan Saat Vaksinasi di GBK Gegara Orang-Orang Enggak Tahu Loket
Indonesia
Kerumunan Saat Vaksinasi di GBK Gegara Orang-Orang Enggak Tahu Loket

Vaksinasi ini dikhususkan bagi pelayan publik karyawan BUMN atau lansia

Sampai Saat Ini, Polri Belum Temukan Kasus Vaksin Palsu di Indonesia
Indonesia
Sampai Saat Ini, Polri Belum Temukan Kasus Vaksin Palsu di Indonesia

Seluruh upaya dan antisipasi tersebut merupakan bagian dari mendukung program vaksinasi nasional

Puan Janji Pembahasan RUU Ciptaker Transparan
Indonesia
Puan Janji Pembahasan RUU Ciptaker Transparan

Puan Maharani berjanji, pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) dilakukan transparan