Dua Mahasiswa Tewas Saat Demo, Kapolda Jateng Pimpin Salat Gaib Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Jumat (27/9). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memimpin Salat Gaib untuk mendoakan dua mahasiswa yang meninggal dunia saat unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulawesi, Rabu (25/9) kemarin.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Randi dan M. Yusuf Kardawi. Salat gaib yang digelar di masjid An-Nur kompleks Mapolresta Surakarta Jawa Tengah diikuti oleh puluhan personel Polresta dan perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah.

Baca Juga:

Polisi Masih Pelajari Pulihkan Nama Baik Pemprov DKI Soal Mobil Ambulans

"Saya mewakili institusi satuan Polda Jateng menyampaikan berbela sungkawa dan duka yang mendalam atas meninggalnya dua mahasiswa IMM," ujar Rycko kepada Merahputih.com, Jumat (27/9).

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memimpin Salat Gaib  mendoakan dua mahasiswa IMM yang meninggal dunia di masjid An-Nur, Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (27/9). (MP/Ismail)
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memimpin Salat Gaib mendoakan dua mahasiswa IMM yang meninggal dunia di masjid An-Nur, Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (27/9). (MP/Ismail)

Rycko meyakini Polri mampu mengungkap pelaku dalam kasus ini dengan cepat. Polri juga sudah menyampaikan bahwa tindakan ini sangat disesalkan.

"Kejadian ini menjadi satu pelajaran bagi petugas keamanan di lapangan. Dan Polri berkomitmen untuk mengungkap kasus ini," kata dia.

Instotusi Polri, lanjut dia, berkomitmen untuk mengungkap siapa yang menjadi pelakunya. Ia pun tidak ingin kasus ini akan muncul fitnah dan sebagainya.

"Saya khawatir kalau kasus ini tidak berhasil diungkap maka bisa menimbulkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.

Baca Juga:

SItuasi Nasional Saat Ini tak Cerminkan Semangat Pancasila, Mengapa?

Rycko mendukung adanya pembentukan petugas polri yang sudah ditunjuk oleh Kapolri bisa segera mengungkap pelakunya. Pelaku yang sudah ditangkap nantinya diproses secara hukum dan adil.

Juru bicara IMM Jawa Tengah Mario Prakosa meminta agar polisi secepat mungkin menangkap pelaku penembakan terhadap dua mahasiswa dari IMM yang meninggal dunia. IMM Jawa Tengah mengecap tindakan represif aparat keamanan.

"Kami meminta agar kepolisian segera mengungkap kasus kematian dua mahasiswa ini. Kalau tidak terungkap kepercayaan masyarakat terhadap Polri turun dan demonstrasi akan terus bermunculan," tutup Mario. (Ism)

Baca Juga:

Gibran Terlalu Muda Maju Pilwalkot Solo, Ganjar: Matangkan Diri Dulu


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH